Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Ada Murid Baru Ilegal
Ayya jadi murid baru. (Dokpri)

Ada Murid Baru Ilegal

Sudah hampir satu jam, Ayya dan bapaknya belum juga kembali dari mengantarkan mbaknya Fahira ke sekolah. Padahal jarak rumah ke sekolah Fahira hanya butuh waktu sekitar lima menit jika ditempuh dengan motor. Kami pun ternanti-nanti. Karena tentunya bapaknya akan bekerja setelah mengantar Fahira.

Tidak berapa lama terdengar suara motor dan ternyata bapak pulang tanpa Ayya. “Ayya tidak mau pulang,” demikian bapaknya mulai menjelaskan kepulangannya yang tanpa Ayya. “Lho…, jadi gimana?” mamaknya Ayya balik bertanya. “Kata Uminya tinggal aja, biar aja menemani si mbaknya.” Kami pun saling berpandangan seolah masing-masing berkata, “Tak apa-apanya si Ayya di sekolah?”.

Faihana Keyoza Anas (Ayya) masih berusia 2,5 tahun, sementara si mbaknya Fahira Keyoza Ar Rasyid berusia 4,5 tahun dan sudah bersekolah di TK An Nizam kelas nol kecil. Sudah dua pekan ini, setiap hari jika mbaknya berangkat sekolah dia pasti ikut. Biasanya dia memang ikut bermain sebentar sebelum mbaknya masuk kelas, setelah bel masuk dia pun dibawa pulang oleh banpaknya. Namun kali ini Ayya tidak mau pulang dan ikut masuk kelas bersama mbaknya.

Setengah jam kemudian mamak Ayya mendapat kiriman foto dari Umi Umayyah gurunya Fahira melalui WA. Ternyata foto itu menunjukkan Ayya yang sedang asyik manulis bersama Fahira didalam kelas. Umi buat captionnya,”Ada Murid Baru.” Kekhawatiran kami berubah menjadi tawa. Ayya…Ayya.

Aku memang banyak belajar dari tingkah laku Ayya. Belajar mengamati bagaimana menanam dan menumbuh kembangkan karakter pada anak. Tidak ada istilah terlambat, meski anak-anakku telah besar-besar semua. Tetapi, mungkin dari hasil pengamatanku akan dapat menghasilkan satu tulisan yang bisa menginspirasi orang lain.

Satu teori penting yang kudapat dari mengamati Ayya. Bahwa kita orang tua tidak perlu sulit menanamkan karakter yang baik pada diri anak. Cukup dengan kita mencontohkan dan melakukannya sendiri. Dengan demikian anak akan menyaksikan kerutinan hal yang kita contohkan dan tanpa sadar akan terekam didalam memorinya bahwa dia juga harus berlaku seperti apa yang kita contohkan dan teladani. Karena itu selalulah bertindak baik dan benar agar dicontoh oleh anak-anak kita. Jangan berharap sesuatu yang baik pada anak jika kita pun tidak melakukannya.

Wallahu a’lam bishawab

#edisimuhasabah#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 4 Agustus 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Biar msh kecil, semangat belajarnya sdh tinggi. Alhamdulillah.

04 Aug
Balas

Alhamdulillah, semoga sampai besar..., njih pak kepala sekolah. Jazakumullah khoiron katsiro. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...pak.

04 Aug

Pembentukkan karakter terbaik memang dengan contoh bu, jadi saya setuju sekali dengan pendapat ibu. Sebagai orang tua tidak perlu banyak ceramah, aoalagi cuma ngomong doang. Jelas nggak bakal mempan. Tapi dengan teladan yang nyata, anak mudah mencontoh dalam kehidupan sehari-hari. Keren bu, opini yang menggigit.

04 Aug
Balas

Pembentukkan karakter terbaik memang dengan contoh bu, jadi saya setuju sekali dengan pendapat ibu. Sebagai orang tua tidak perlu banyak ceramah, aoalagi cuma ngomong doang. Jelas nggak bakal mempan. Tapi dengan teladan yang nyata, anak mudah mencontoh dalam kehidupan sehari-hari. Keren bu, opini yang menggigit.

04 Aug
Balas

Jazakumullah khoiron katsiro. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bu Eko.

13 Aug

Subhaanallaah... Indahnya kebersamaan antara siswa dan gurunya. Barakallah nanda Faihana dan Fahira salam sayang dari tante di Blitar ya..

04 Aug
Balas

Alhamdulillah...salam sayang juga untuk tante di Blitar dari Ayya dan mbaknya. Jazakumullah khoiron katsiro. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...nduk.

04 Aug

luar biasa..

04 Aug
Balas

luar biasa..

04 Aug
Balas

luar biasa..

04 Aug
Balas

Alhamdulillah, jazakumullah khoiron katsiro. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....mas.

04 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali