Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Belajar Memaknai Arti Kebhinekaan dari Mawar Merah
Gambar: Cover buku Mawar Merah Ini Mestinya untuk Dia karya Edi Prasetyo .

Belajar Memaknai Arti Kebhinekaan dari Mawar Merah

Hampir dua pekan berlalu setelah pengumuman hasil perlombaan menyunting naskah yang diadakan oleh sang “Gurusianer Menginspirasi 2018” Pak Edi Prasetyo, gurusiana pun dipenuhi apresiasi tentang mawar merah.

Apresiasi yang muncul, dipastikan sebagai ucapan terimakasih karena lomba yang diadakan bukan saja sebagai ajang pembelajaran tetapi juga berhadiah buku karya Pak Edi yang spektakuler.

Hingga tulisan ini dibuat, apresiasi tentang mawar merah masih mengalir yaitu dari bunda Meynia gurusianer yang mengajar di Tangerang. Tiap tulisan yang muncul, kubaca dengan cermat. Jika peserta ada 18 orang, maka paling sedikit ada 18 tulisan yang mengapresiasi mawar merah. Jumlah ini bisa berlebih karena kabar yang beredar di gurusiana ada beberapa gurusianer yang juga mendapat kiriman buku meski mereka tidak mengikuti lomba. Untuk hal ini, pastilah ada keistimewaan tersendiri pada gurusianer tersebut sehingga layak mendapat kiriman buku dari sang penulis.

Setelah membaca tulisan para gurusianer yang berbeda-beda padahal dengan objek yang sama, aku terkagum-kagum dan akhirnya aku pun sampai pada pemikiran yang kutuangkan pada tulisan ini.

Pertama, pastinya kekaguman yang luar biasa akan ciptaan Allah SWT. Dengan kekuasaanNya Allah menciptakan sistem saraf yang sempurna pada otak manusia. Otak ini yang kemudian mampu menciptakan otak-otak canggih lainnya (komputer) sebagai alat bantu untuk memudahkan pekerjaan manusia dari hal yang sederhana hingga persoalan rumit sekalipun.

Dengan otak ini, manusia mampu menganalisis dan menginterpretasi segala sesuatu yang dilihat dan dirasakannya. Termasuklah kehebatan para gurusianer dalam mengapresiasi sang mawar merah. Betapa telah dirangkai kalimat-kalimat apik nan menarik dari satu objek yang sama yaitu mawar merah. Pemikiran yang beraneka warna terpancar dari tiap tulisan sehingga semakin menambah keindahan mawar merah itu sendiri.

Kedua, Allah telah pula memperlihatkan kekuasaan pada setiap mahluk yang diciptakanNya. Lihatlah bagaimana Allah menciptakan beraneka ragam jenis tumbuhan baik rupa, warna dan juga rasa yang berbeda-beda dari bumi sebagai tempat tumbuh yang sama. Sebagaimana firmanNya dalam surat Al An’am ayat 99.

Ketiga, apresiasi yang berbeda terhadap mawar merah juga membuktikan bahwa pemikiran manusia memang berbeda-beda. Hal ini menghanyutkan penulis pada kenyataan yang terjadi sekarang ini. Dimana tiap kelompok atau golongan ingin menunjukkan kehebatannya masing-masing. Sanggup saling menghujat dan menjatuhkan. Sementara para pahlawan dengan mengorbankan harta, jiwa serta raga telah membuktikan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa merupakan segala-galanya.

Kini, dengan kemajuan teknologi yang dapat mempersatukan pemikiran manusia dengan menghilangkan jarak dan tempat, justru menjadi ajang memperbesar jurang perbedaan yang ada. Jauh dari nilai-nilai bangsa yang bermartabat.

Tidak lagi mengindahkan keteladanan para pahlawan yang telah dapat mengemas dengan indah kebhinekaan yang menjadi sumber kekuatan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Didalam Al Quran , Allah SWT telah pula mengabarkan akan perbedaan-perbedaan ini. Maka, ketika kita dibenturkan pada perbedaan-perbedaan yang ada, kembali pada ajaranNya merupakan solusi terbaik yang akan menjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam bishowab.

#edisisyukurikebhinekaan#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 28 November 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mawar merah dengan persepsi masing-masing. Mewarnai gurusiana dengan kecantikannya, menunjukkan bahwa setiap orang itu berbeda. Pemikiran yang mendalam bunda. Barakallah

28 Nov
Balas

Mencoba membaca tiap kejadian yang ada di sekitar kita sebagai bagian dari tanda kebesaranNya, bunda. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

28 Nov

Alhamdulillah akhirnya kak Rai menyukai mawar merah juga. Edisi gak bisa ngomong apa, hehehe. Teruntai doa utk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kk diberi kesehatan

28 Nov
Balas

Oh...kalau soal mawar merah ini, berlaku pepatah Arab yang berbunyi: "Jangan lihat siapa yang mengatakan tapi lihatlah apa yang dikatakan." Essensi yang disampaikan oleh mawar merah itu, yang ditangkap. Tetapi, jika ada bunga mawar betulan dan disuruh milih, maka tetap milih mawar kuning atau putih. Karena Raihana Rasyid paling takut dengan warna merah.Kesannya terlalu berani.Tapi, kalau bendera, tetap harus "Merah Putih", harus berani menghadapi penjajah dan memperjuangkan kebenaran dengan niat yang suci dan bersih.Kalau untuk hal-hal lain biarlah awaq mengalah saja, ndak berani. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, deq.

28 Nov

Memaknai kebhinekaan sebagai muhasabah diri, terimakasih bunda Rai atas pembelajaran sore ini. Sehat dan sukses, barakallah.

28 Nov
Balas

Sama-sama bunda. Hanya mengingatkan diri sendiri. Jazakillah khoir untuk kunjungan bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

28 Nov

Sungguh saya pun tidak bisa berkata apapun karena semuanya sudah terangkai dalam tulisan yang aduhai.... Semoga selalu sehat Bunda Rai....Barakallah..

28 Nov
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir untuk kunjungannya, bunda Rini. Rangkaian kata-kata sebagai bentuk kesyukuran dan kekaguman atas kebesaranNya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

28 Nov

Keharuman mawar merah yang sama tapi sanggup menginspirasi yang menghirupnya menjadi aneka goresan yang bhineka. Berbeda satu rasa kekaguman pada sang mawar merah... Makasih, bun atas harumnya goresan mawar merah dari bunda Rai. Sehat dan berkah utk bunda...

28 Nov
Balas

Keharuman mawar merah yang memberikan aroma teraphy sehingga mampu mengeluarkan aura pikiran yang berbeda. Pancaran keindahan dari sang mawar merah mengalirkan energi yang menggerakkan jemari mengukir bait-bait pujangga nan menawan dengan alur yang berbeda. Jazakillah khoir untuk kunjungan bunda Fila. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

28 Nov

Aduh! Gak tau mau ngomong apa.. Luar biasa tulisan!, Bunda.. Subhanallah..

28 Nov
Balas

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Bunda, jazakillah khoir sudah berkunjung. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

28 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali