Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Berikan Bahumu untuk Tempat Mereka Bersandar
Sumber: kompasiana.com

Berikan Bahumu untuk Tempat Mereka Bersandar

Aku masih memeriksa tugas anak-anak ketika bu Ade rekan kerjaku datang dan duduk di sebelahku. “Uthi , ada yang mau saya diskusikan,” bu Ade mulai membuka cerita. Panggilan uthi ini, kuterima dengan penuh rasa bahagia sejak aku dikaruniai cucu. Guru-guru muda di sekolahku pun akhirnya memanggilku dengan panggilan manis itu. Mungkin agar aroma kekeluargaan akan lebih terasa atau karena memang aku yang sudah tua…hehehe.

Bu Ade menyodorkan beberapa lembar biodata siswanya kepadaku. “Uthi, ini data siswa yang kurang mampu di kelas saya. Saya ingin mengusulkan mereka agar masuk kedalam daftar siswa yang menerima bantuan. Tapi, orang kantor bilang kuotanya sudah cukup. Bagaimana ya thi ?”

Aku mengamati dengan seksama biodata yang kini sudah berada di tanganku. Pikiranku gagal fokus pada bagaimana anak itu bisa masuk dalam daftar penerima bantuan, tapi pada tulisan yang terdapat di halaman belakang biodata itu. Karena di halaman belakang itu, terisi oleh tulisan tangan si anak yang menceritakan kisah hidup yang harus ia jalani.

Aku dan bu Ade membaca bersama-sama tulisan itu. Ya Allah ya robb, ada rasa yang mengharu biru dan butiran bening yang mengaca di mata siap untuk bergulir. Ketika kita para guru dan para pemikir pendidikan secara teori selalu menjelaskan sebuah keadaan keluarga yang ideal bagi tumbuh kembangnya karakter anak, anak yang ada didalam biodata ini justru harus berusaha memperjuangkan hidupnya dalam keluarga yang jauh dari nilai ideal.

Melalui tulisan tangannya itu, ia mengadukan nasibnya pada sang wali kelas. Sejak kecil dia sudah ditinggal oleh ibu yang katanya mengadu nasib ke negeri orang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun jangankan kebutuhan keluarga terpenuhi, bahkan keberadaan ibunya pun tidak diketahui hingga sekarang.

Tinggallah ia sebagai anak sulung harus menggantikan peran ibu untuk mengurusi adik-adiknya yang masih kecil. Dia juga harus bisa menyemangati sang ayah di tengah kesulitan ekonomi yang mereka hadapi.

Kertas berikutnya, berisi curahan hati seorang anak yang harus hidup tanpa ayah karena ayahnya dipenjara. Tulisan anak ini lebih singkat dari teman sekelasnya tadi. Namun meski singkat, dapat menyampaikan semua rasa yang ada di hatinya.

Tidak hanya kesulitan ekonomi yang harus dialaminya. Tetapi dia juga harus kuat membalas tatapan mata-mata yang memandang tajam pada keluarga mereka karena status ayahnya ini.

Mungkin, di luar sana masih banyak anak-anak lain yang berangkat dari keadaan keluarga yang jauh dari nilai ideal tadi. Lantas kepada siapa dia akan mengadu dan berkeluh kesah jika tidak pada gurunya ?

Semoga kita para guru dapat lebih peka dan cepat mengetahui latar belakang keluarga siswa. Jangan biarkan mereka berjuang sendiri. Biarkan mereka bersandar di bahu yang kita punya, mendengarkan semua keluh kesahnya, memberikan semangat dan motivasi bahwa mereka akan mampu melewati semua itu. Jangan lupa doa yang tulus hadiahkan pula bagi mereka.

“Uthi, terus bagaimana ini soal uang komite mereka. Soalnya kan tadi gak bisa lagi masuk ke penerima bantuan karena kuota sudah cukup,” bu Ade membuyarkan lamunanku.

“Oh..soal itu, kita masukkan saja ke penerima bantuan dari uang bakul pengajian guru-guru,” jawabku memberikan solusi. Alhamdulillah, memang setiap pengajian guru-guru ada mengumpulkan uang bakul (infaq) yang sengaja dikumpulkan untuk membantu anak-anak yang kesulitan secara ekonomi.

“Tapi bu Ade, yang paling penting teruslah dampingi mereka agar tetap semangat menjalani hidup ini,” pungkasku penuh harap pada sang wali kelas yang baik hati itu.

Wallahu a’lam bishowab.

#edisirasaseorangguru#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 9 November 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Y allah. Ibu sy trenyuh. Sekarang apa kabar dg ibunya. Msh belum ada berita y. Bu...anaknya asal mana. Maaf klo sy sedikit kepo. Di daerah sy ada seorang ibu yg sdh tidak bisa mengingat lg keluarga dimana dan dari mana klo ditanya dia hanya bilang jauh dan bahasanya kayaknya bahasa jawa gitu. Sama masyarakat sini beliau dikasih pakaian dan makan namun untuk tempat tinggal beliau tidak mau diambil dinas sosial. beliau jalan terus 10 sampai 15 kg hujan panas ditempuh dan nanti kembali lagi ke tempat semula. Daerah kami kijang namanya. Kami tidak bisa mendapatkan informasi dari beliau. karna beliau tk bisa ingat sama sekali. Umir sekitar 40 sdh ada. Sy pernah nanya, " ibu ngapain disini?"jawabnya "saya tunggu ibu saya". Ibu nya kerja dimana dijawab disana kerja pubrik. Tapi nunjuk disana itu ngk jelas dimana nya. Dari ucapannya dia rindu sama klg namun dia tak ingat dimana klgnya

10 Nov
Balas

Ibu kalau ada foto ibunya dikirim y. Biar kita cocokan dg yg disini nanti sy kirim jg ft ibu tersebut

10 Nov

Daerah kami dkt dg malaysia. Mudahan memang ini yg dicari

10 Nov

Jazakillah khoir atensi bunda. Nanti, saya tanya sama anaknya ya bun. Sekali lagi, jazakillah khoir. Anaknya di Medan, bunda. Pokoknya, nanti saya cari informasi lebih jauh dan semoga ada kecocokan. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

10 Nov

Ya Allah, kisah yang menamparku, terimakasih sudah mengingat, untaian doa selalu untuk kakak tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya utk kk dan barakallah

09 Nov
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir deqquuu. Semoga kita senantiasa bisa membaca dan mngenali anak didik dengan baik. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, deq.

09 Nov

Semoga Allah memberikan kekuatan pada mereka dalam menghadapi ujian hidupnya. Terima kasih Bun, telah menyajikan fakta yang menyentuh hati. Semoga sehat dan sukses selalu Bunda Raihana

09 Nov
Balas

Alhamdulillah, ada cikgu. Sudah lama ndak muncul. Pasti kegiatannya pada t merayap ni. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, cikgu.

09 Nov

Subhanallah...membaca tulisan ini membuat dada saya merasa sesak... karena tidak bisa membantu.. Semoga Bu guru senantiasa diberikan keberkahan....

09 Nov
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda Rini.

09 Nov

Subhanallah bunda, jadi ingat kecil saya dulu bunda, makan nasi pake garam. Kadang terasa seperti baru terjadi kemarin. Menyesakkan dada sekaligus merasa bersyukur bisa melaluinya. Barakallaah bunda.

09 Nov
Balas

Alhamdulillah, sekarang bunda sudah "lulus" dengan hasil yang baik. Pasti ada keberkahan Allah di dalamnya. Jazakillah khoir untuk kunjungannya bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

09 Nov

Ya Allah kisah ini seperti judul cerpenku "Guru Detekrif" kisah yg menyentuh sisi kebathinan seorang guru. Barakallah bunda, teruslah berkarya.

09 Nov
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bu guru cantik.

09 Nov

Bahu yg kuat utk tempat bersandar bagi mereka. Terimakasih, bun. Semangat paginya hari ini. Sehat dan berkah utk bunda.

09 Nov
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir untuk kunjungannya bunda. Njih bunda, bahu yang kuat tempat bersandar mereka. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

09 Nov

Kalau melihat yang di bawah kita, maka akan bertambah syukur kita...syukur dalam bentuk solusi meringankan beban yang membutuhkan.... Salam Literasi dan sukses selalu

09 Nov
Balas

Njih pak guru. Rasa syukur yang akan membawa kita pada rasa untuk selalu berbagi dan bermanfaat bagi orang lain. Jazakallah khoir untuk kunjungan dan atensinya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, pak guru.

09 Nov

Ceritanya membuat terharu Bunda Raihana Rasyid... Saya punya banyak cerita yang ingin saya tulis namun masih tertatih menuangkannya dalam tulisan. Mohon masukannya Bunda... Jazakillah...

12 Nov
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir bunda , senang bunda kunjungi. Hehehe...saya juga nulis apa adanya saja bun. Yuk, kita belajar sama-sama. Maaf bunda telat balasnya, karena memang seharian ini belum sempat nyambangi gurusiana. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

12 Nov

'Up to date' Bunda, banyak sekali siswa kita yang bermasalah dengan keberadaan orang tua mereka. Mereka dilahirkan kemudian ditinggal untuk kemudian diasuh oleh kakek neneknya. Di bawah asuhan kakek nenek yang sudah renta, banyak akhirnya yang kehilangan 'keseharusan' dalam hidupnya. Salam Bunda, BarakaAllah ..

09 Nov
Balas

Itulah sebabnya sebisa mungkin kita mendampingi mereka agar bisa menjalani hidup ini. Paling tidak kita bisa membekalinya dengan karakter yang baik. Jazakillah khoir bu guru untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

09 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali