Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
BIAR KUGANTI SAJA NAMANYA

BIAR KUGANTI SAJA NAMANYA

“Selamat pagi Bu…”, sapa seorang Ibu kepadaku yang sedang menceking kehadiran guru-guru karena aku bertugas sebagai guru piket setiap hari Jum’at. “Oh…pagi juga Bu.., ada yang bisa saya bantu Bu..?”, jawabku sambil merapikan daftar hadir guru yang kupegang. “Saya mau ke kantor BK…Bu..”, jawab Ibu tersebut yang ternyata Ibu dari Raja siswa kelas XI IPS 3. “Silahkan…Bu, Ibu sudah tahu kan kantor BK nya di sebelah mana”, ucapku pula sambil mempersilahkannya menuju ke ruang BK. Ibu tersebut pastilah tahu dimana letak kantor BK karena sudah menjadi “pelanggan” tetap pengunjung kantor BK. Raja , siswa kelas XII IPS 3 yang kerap kali berhubungan dengan guru BK larena selalu ada saja masalah yang dibuatnya. Dari mulai bolos, terlambat datang , “terciduk” merokok di toilet sekolah, pakaian seragam yang tidak sesuai peraturan, pokoknya selalu ada saja yang dibuatnya.

Hampir dua jam pelajaran usai , barulah Ibunya Raja keluar dari kantor BK dan sebelum pulang tentunya beliau harus melalui meja piketku. “Sudah selesai…Bu..”, tanyaku ramah ketika beliau sudah sampai di tempatku. “Sudah…Bu..”, jawabnya dengan wajah yang sedih. Beliau tidak meneruskan langkahnya keluar menuju gerbang sekolah,tetapi justru duduk di kursi yang tidak jauh terletak dari meja piketku. “Capek sudah rasanya mengurusi si Raja ini Bu…”,rupanya beliau ingin berbagi kesedihannya padaku. Aku tersenyum, “Sabar…Ibu , kita terus berusaha membimbingnya bersama-sama, dan Ibu jangan lupa berdo’a karena do’a Ibu pada anaknya pasti diijabah Allah..Bu”, ujarku menenangkan Ibunya Raja. “Kalau di rumah , Raja bagaimana..Bu..?”, tanyaku lagi padanya. “Itulah…Bu, saya dan ayahnya Raja tidak satu pemikiran. Ayah Raja terlalu memanjakan anaknya, apa yang diminta selalu diberikan. Jika saya menegur Raja , Ayahnya pasti marah”, Ibunya Raja mulai menceritakan keadaan di rumahnya. “Kami ini berjualan di Pasar Bu , jam 4 shubuh paling lambat harus sudah ke Pasar jadi memang saat itu anak-anak belum bangun tidur”, Ibu Raja berhenti sejenak sambil menghela nafas. Aku mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian, hatiku dirambati rasa iba melihat kelelahan di wajahnya. Aku pun tenggelam pula dalam fikiranku sendiri, mencoba mencari solusi bagi permasalahannya.

Dari sudut pandang sebagi orang tua, adalah kewajiban memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak. Itulah sebabnya sejak dini hari orang tua Raja harus berangkat ke Pasar agar bisa memenuhi kebutuhan jasmani anak-anaknya. Lantas yang menjadi pertanyaan bagaimana cara mereka dapat memenuhi kebutuhan rohani anak-anaknya. Karena tidak ada orang tuanya di rumah membuat Raja sering terlambat bangun dan akhirnya enggan untuk berangkat ke sekolah. Kucoba menawarkan pemikiranku pada Ibunya Raja,”Ibu…,bagaimana kalau seandainya Ibu pergi ke Pasarnya belakangan saja, setelah anak-anak berangkat ke sekolah. Biar Ayahnya Raja saja yang berangkat duluan ke Pasar”, tawarku padanya. Ibunya Raja terlihat diam saja memikirkan tawaranku. Tapi kemudian berkata, “Atau saya ganti saja namanya si Raja ya Bu…”, ucapnya kemudian. Aku pun hanya tersenyum karena aku tahu itu tidak akan terjadi, ucapannya hanyalah sebagai ungkapan kekesalan hatinya.

Dari sudut pandang sebagai anak, seharusnya anak bisa pula memahami bagaimana situasi dan kondisi orang tua. Meringankan beban orang tua dan mendo’akan keduanya agar sehat-sehat selalu adalah hal terbaik yang harus dilakukan oleh anak. Semoga kita bisa belajar menjadi “orang tua” dan “anak” yang baik . Aamiin Yaa Robbal ‘alaamiin.

Rumahku, Anak Yang sholeh adalah anugerah terindah, 9 Februari 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Aamiin... Semoga

09 Feb
Balas

Aamiin Yaa Robbal 'alaamiin. Terimakasih ...Bunda. Baarokallah...

09 Feb

Aamiin Yaa Robbal 'alaamiin. Terimakasih ...Bunda. Baarokallah...

09 Feb

Aamin YRA semoga Raja bisa berubah

10 Feb
Balas

Aamiin Yaa Robbal 'alaamiin. Terimakasih...Bunda. Baarokallah...

10 Feb
Balas

Aamiin...aamiin...Ya Robbal Alamiin.... Bagus sekali, Bu.

10 Feb
Balas

Alhamdulillah....,terimakasih Pak. Baarokallah....

10 Feb

Amin..Allohumma Amin...

10 Feb
Balas

Aamiin Yaa Robbal 'alaamiin.

10 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali