Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Bu Bidan Lahir Tanpa Rasa Sakit

Bu Bidan Lahir Tanpa Rasa Sakit

Pagi itu, dia tetap saja berangkat mengajar meski tanda untuk melahirkan sudah ada. Menjelang shalat shubuh, ibu muda berusia 27 tahun itu sudah menemukan tanda untuk melahirkan meski belum ada rasa sakit yang menyertai. Menurut hitungannya pun bayi ketiga yang ada didalam kandungannya itu sudah cukup umur jika lahir pada saat itu. Dia pun terlihat lega karena nazarnya setiap kali hamil harus mengkhatamkan bacaan Al Qur’an sebelum melahirkan sudah pula ditunaikannya.

Sesampai di sekolah tempatnya mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik, bapak Kepala Sekolah menyapanya, “Gimana bu, sehat-sehat saja kan. Sudah berapa bulan ni usia kandungannya?” Si ibu muda tersenyum dan menjawab sapaan Kepala Sekolah, “Alhamdulillah, sehat pak. Sudah 9 bulan pak, shubuh tadi sudah keluar tanda akan melahirkan,” demikian jawab ibu muda itu sambil tetap tersenyum. Tentu saja bapak Kepala Sekolah terkejut dibuatnya dan berkata, “Lha.., ibu ngapain datang ngajar lagi kalau sudah mengeluarkan tanda akan melahirkan. Sebaiknya ibu pulang saja, “demikian nasehat Kepala Sekolah penuh rasa khawatir. Tapi sang ibu muda masih dengan keadaan tenang dan tersenyum menjawab,”Ndak mengapa..pak. Rasa sakitnya belum ada koq pak. Nanti kalau terasa sakit, saya kan bisa ke klinik dekat sekolah kita. Dari rumah saya malah kejauhan pak,” ibu muda memberikan argumen yang kemudian disetujui Kepala Sekolah. Tapi tetap saja bapak Kepala Sekolah tidak habis pikir dengan kenekatan ibu tersebut.

Ibu muda tersebut memutuskan tetap mengajar bukan tanpa alasan. Ini kehamilannya yang ketiga dan dia sudah bisa mengenali tanda-tanda akan melahirkan dari pengalaman melahirkan anak pertama dan keduanya. Meski telah mengeluarkan tanda, tetapi rasa sakit akibat kontraksi bayi belumlah hadir dengan frekuensi yang cepat. Meski demikian, dia sudah memikirkan langkah-langkah yang akan diambilnya jika tiba-tiba rasa sakit itu datang. Sekolah tempat dia mengajar jaraknya dekat dengan klinik bersalin, justru dari rumahnya klinik itu jauh. Makanya dia sudah memikirkan lebih baik ke sekolah saja dulu mengajar, seandainya sakit klinik bersalin sudah dekat. Sampai jam pelajaran berakhir, rasa sakit itu tidak juga kunjung datang. Akhirnya ibu muda tersebut kembali lagi ke rumahnya.

Malam sudah menunjukkan pukul 11.00, rasa sakit mulai dirasakan oleh ibu muda itu. . Semua penghuni rumah sudah tertidur. Dibangunkannya suaminya dan mereka memutuskan untuk segera ke klinik bersalin. Sebelum berangkat dibangunkannya adik iparnya untuk pindah tidur menemani kedua anaknya. Sesampai di klinik ternyata bu bidan mengatakan belum saatnya, mungkin besok pagi baru akan lahir. Karena jarak rumah yang jauh, maka diputuskan untuk menginap saja di klinik.

Pukul 01.30 WIB, ibu muda itu terjaga karena suara tangisan di kamar sebelahnya. Dia pun bangun dan melangkah menuju ke kamar sebelah yang terlihat ramai. Ternyata seorang ibu muda juga yang akan melahirkan, menangis karena rasa sakit yang dirasakannya. Terlihat bu bidan dan beberapa perawat menghiburnya. Ibu muda itu memperhatikan dari ambang pintu bersamaan dengan itu bu bidan melihat ke arahnya dan bertanya, “Kenapa, sakit juga?” bu bidan bertanya pada si ibu muda khawatir kalau ibu muda itu juga merasakan sakit yang sama. Si ibu muda menggeleng, “Nggak koq Kak, Cuma pengen tahu ada apa,” ujar si ibu muda. Tetapi bu bidan mengambil kebijaksanaan untuk memeriksa ulang,”Yuk kita periksa lagi aja, udah gimana keadaannya,” bu bidan mengajaknya masuk ke ruang bersalin.

Bu bidan terkejut karena begitu diperiksanya, “Lho, ini bayinya sudak mau lahir,” ucap bu bidan sambil tergesa menggunakan handscoonnya. Si ibu muda malah sempat berkata,”Kak, pintunya belum ditutup itu.” Dia mengingatkan sang ibu bidan, sementara tangan bu bidan sudah siap menerima bayi yang akan lahir. Ini adegan paling menakjubkan, karena khawatir pasiennya malu, dengan satu kakinya bu bidan menolakkan daun pintu yang tidak jauh dari tubuhnya. Alhamdulillah si bayi lahir dengan selamat dan tanpa rasa sakit .

Si ibu muda itu bernama Raihana Rasyid dan si bayi yang dilahirkan tanpa rasa sakit, hari ini usianya tepat 24 tahun bernama Haqqy Mawaddah S.Tr.Keb yang sudah pula menjadi bidan. Barakallah fi umri anak Mamak. Semoga sehat-sehat selalu, berkah rezeqynya, dimudahkan segala urusannya dan senantiasa dalam ridha Allah SWT. Selalu sabar menghadapi pasien karena melahirkan merupakan jihad fi sabilillah, penuh dengan rasa sakit dan perjuangan yang luar biasa. Meski bu bidan Haqqy Mawaddah S.Tr.Keb lahir tanpa rasa sakit. Alhamdulillah.

Wallahu a'lam bishawab.

#edisiulangtahun#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 13 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Lihat judulnya, aku bingung.... Jebulnya.... Ternyata....cerita masa lalu. Subhanallah..., cantik bikin ceritanya. Salam utk bidan muda yg tentu cantik pula. Mg mjd ladang pahala berjihat sbg bidan. Amin....

13 May
Balas

Alhamdulillah,jazakillah khoir. Betul bunda, hadiah ulang tahun untuk sang bidan muda. Semoga Allah mengijabah do'a bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

13 May

Hadiah ultah yang manis, semoga bidan bunda sehat selau

13 May
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakillah khoir untuk do'anya bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

14 May
Balas

alhamdulillah iyah buk selamat buat bidan muda ibu yang selalu bersemangat*_* semoga sehat iyah buk

13 May
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakillah khoir...ya Adel. Do'a yang sama untuk Adel. Barakallah.

13 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali