Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Catatan Tarawih Malam ke-5 : Orang yang Beriman akan Gemetar Hatinya jika Disebutkan Nama Allah

Catatan Tarawih Malam ke-5 : Orang yang Beriman akan Gemetar Hatinya jika Disebutkan Nama Allah

Tarawih malam ke-5 di masjid kami, diwarnai dengan gerutuan para jamaah. Bagaimana tidak, di tengah khusyuknya pelaksanaan tarawih, tetiba...pet ! Mati lampu.

Beberapa lampu emergency yang memang dipasang, terasa membantu menerangi. Namun, suhu udara yang menjadi meninggi tak bisa teratasi. AC mati, sementara semua ruangan tertutup. Jadilah para jamaah bagaikan di dalam oven pembakar. Keringat pun mengalir.

Begitu salam diucapkan, terdengar suara pintu dan jendela dibuka demi mencari kesejukan untuk menggantikan udara di dalam ruangan yang sudah semakin pengap.

Duuuh..., harus jaga hati ini. Jangan sampai terlontar ucapan yang dapat merusak ibadah yang sedang dijalani. Namun, apa mau dikata. Durasi terhentinya aliran listrik yang lumayan panjang itu, akhirnya berbuah repetan emak-emak.

“Ntah apa saja PLN ini laa. Semalam, waktu sahur udah mati. Sekarang, orang sedang tarawih pun mati. Coba kalau pertandingan bola dunia, koq bisanya gak mati-mati lampu.” Hhhh. Duuuh...Gusti, astaghfirullah.

Dalam ceramah tarawih di malam ke-5 ini, Al Ustadz mengingatkan bahwa perintah puasa telah ada sejak zaman Nabi Adam. Perintah puasa Allah turunkan bagi orang-orang yang beriman. Tidak hanya puasa, semua ibadah yang diperintahkan Allah hanya bisa dilakukan jika ada keimanan di dalam diri seseorang.

Saat ini, bersyukurlah kita karena Allah karuniakan keimanan di dalam dada kita. Allah yang menciptakan kita, pemilik hati kita. Karena itu selalulah bermohon kepada-Nya agar ditetapkan hati dalam keimanan. Karena sesungguhnya iman tidak dapat diwarisi, apalagi diperjual belikan.

Di dalam surat Al Anfal ayat 2, Allah menjelaskan bagaimana ciri-ciri orang yang beriman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”

Bagi orang-orang yang beriman, akan gemetarlah hatinya jika disebutkan nama Allah. Gemetar karena takut sehingga bersegera melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Sebagai contoh, ketika azan berkumandang maka hati orang yang beriman akan gemetar. Dengan segera akan menunaikan perintah shalat. Shalatnya inilah yang kemudian akan mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.

Sebaik-baik bacaan adalah Al quran. Allah dan Rasulullah menjamin bagi orang-orang yang menjadikan Al quran sebagai petunjuk hidup, maka tidak akan sesat selama-lamanya. Orang sedemikian ketika dibacakan Al quran, akan semakin bertambahlah keimanannya.

Keimanan ini yang akan membawa keyakinan bagi diri untuk selalu berpegang teguh pada agama Allah dalam setiap langkah kehidupan. Menyerahkan seluruh hidupnya hanya kepada Allah.

Meyakini dengan sepenuh hati untuk melaksanakan rukun Islam yang lima, yaitu :

1. Mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan mengakui bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah.

2. Menegakkan shalat lima waktu sehari semalam.

3. Berpuasa dan mengendalikan diri di bulan Ramadhan.

4. Membayar zakat.

5. Menunaikan haji ke baitullah bagi yang mampu.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu menegakkan dan membela agama Allah.

(Disarikan dari ceramah Al Ustadz Ali Umar, S.Ag, di Masjid Al Muqorrobin, Asrama Polisi Pasar Merah, Medan)

Wallahu a’lam bishowab.

#edisitarawih#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, Malam 5 Ramadhan 1440 H / 10 Mei 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Syukron Bundaqu...walaupun ndak bisa ke mesjid buat taraweh Alhamdulillah dapat limpahan ilmunya dari bundaqu. Semoga selalu sehat, bahagia dan sukses selalu buat bunda Rai dan keluarga. Barakallah

10 May
Balas

Alhamdulillah, sami-sami Bu Pengawas. Mencoba mengikat kaji dengan tulisan. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

10 May

Subhanallah, hati bergetar tandakan iman di dada. Semoga tanda ini terus melekat di dada. Teruntai doa untuk Kakakku tercinta agar tercurah rahmat Allah terlimpah agar Allah berikan kesehatan untuk Kakak dan barakallahu fiik

10 May
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Deqquuu.

10 May

Aamiin Ya Robbal Alamiin, semoga ya bun. Lampu mati juga ujian sabar dan pengendarian diri dari ego dan emosi. Barakallah share ilmunya bunda Rai, sehat, bahagia dan sukses selalu bersama keluarga.

10 May
Balas

Nggih, Bunda Rita. Mati lampu bagian dari ujian kesabaran dan pengendalian diri. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Bunda Rita.

10 May

Kadang-kadang kita baru menyadari ,ternyata dimana-mana ujian itu selalu ada. Tidak terkecuali waktu ibadah pun ujian tiba. Barakallah Mbah Uthi Sehat selalu

10 May
Balas

Semoga dimana dan kapanpun ujian itu adanya, dapat dilalui dengan baik . Jazakallah khoir untuk kunjungannya, Mbah Buya. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Mbah Buya.

10 May

Mati Lampu menggerutu?. ini merupakan bukti kebenaran sabda Nabi SAW, salah satu syarat bahagia adalah lampu yang terang. Bila Peet gelap, maka manusia menderita, terbukti dari menggerutu, panik dan mungkin anak2 ada yang jerit2. tulisan yang edukatif

10 May
Balas

Betul, Pak Guru. Mati lampu membuat kehidipan kita sekarang ini serasa pincang. Karena begitu banyaknya alat yanga tidak bisa berfungsi karenanya. Jazakalla khoir telah melengkapi tulisan ini. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Pak Gupres.

10 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali