Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Curahan Hati Seorang Perempuan di Kandang Harimau

Curahan Hati Seorang Perempuan di Kandang Harimau

Tidak ada kata paling indah yang pantas kita ucapkan dalam tiap helaan nafas kecuali kata Alhamdulillah dengan penghambaan diri setinggi-tingginya ke hadirat Allah SWT. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan ridha pada hamba-hambaNya yang selalu bersyukur. Aamiin ya robbal alaamiin.

Ketika membaca artikel pak Ahmad Syaihu yang berjudul : “Raihana Rasyid Satu-Satunya Perempuan di Kandang Harimau,” aku berucap syukur sekaligus istighfar. Alhamdulillah, bersyukur karena bisa masuk “kandang harimau” dan istighfar memohon ampun pada Allah sekaligus berlindung agar pujian dan sanjungan kiranya tidak membuat terlena. Semoga semua itu dapat menjadi motivasi dan doa agar aku tetap istiqomah menulis.

Masuk ke kandang harimau (meminjam istilah pak Ahmad Syaihu) bukanlah tujuanku. Ketika pertama kali bergabung di gurusiana pada 27 Desember 2017 lalu, saat itu aku hanyalah ingin menyalurkan perasaan hati saja di tengah waktu liburan yang panjang dan dikepung oleh berita teman-teman yang mengisi waktu liburannya ke berbagai kota sementara aku hanya di rumah saja. Iya, hanya menuliskan apa yang kurasakan karena aku memang hobby menulis tetapi bukanlah seperti gurusianer lain yang “betul-betul panulis”. Ibarat penyanyi aku hanyalah “penyanyi kamar mandi” saja. Yang kutuliskan pun hanya perasaan hati atau menyusun menu keluarga bahkan daftar hutang…hehehe.

Ternyata keramah tamahan gurusiana yang mau menerima tulisanku tak peduli bagus atau tidak, membuatku “sakaw” untuk terus menulis. Jadilah aku terus menulis dan menulis. Berbeda dengan teman-teman gurusianer yang memiliki bekal ilmu untuk menulis, bekal menulisku hanyalah silaturahim saja. Bukan omong kosong, aku sudah membuktikannya. Setiap kali aku membaca artikel di gurusiana, aku akan meninggalkan “jejak khas” di kolom komentar ,”Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.” Menurutku kalimat inilah yang menghantarkanku ke kandang harimau. Karena aku tidak punya ilmu menulis yang bisa kubagi, maka doa lah yang kubagikan di gurusiana.

Dalam kurun waktu hampir delapan purnama bergabungnya aku di gurusiana, bukan tidak pernah terlintas didalam hatiku untuk meninggalkan gurusiana. Bukan apa-apa terkadang aku malu hati melihat semangat dan prestasi gurusianer yang luar biasa untuk membumikan literasi dibandingkan denganku yang apa adanya. Namun sudut hatiku yang lain pun berbisik, “Biarlah tetap disini, di gurusiana. Karena banyak pelajaran yang bisa kuambil agar aku bisa menjadi guru yang dirindu.” Terimakasih gurusiana yang membuatku semakin menyadari bahwa betapa guru harus terus belajar, dan mengembangkan potensi diri agar siap menjadi guru yang digugu dan ditiru.

Kepada bapak Drs. H. Ahmad Syaihu, jazakumullah khoiron katsiro untuk apresiasinya. Ditunggu ya pak kiriman bukunya. Alhamdulillah.

#edisimenyemangatidiri#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 9 Juli 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Macan yg tak macam2.. Kok bun

09 Jul
Balas

Hehehe...nggih pak guru. Macannya malah selalu berbagi ilmu dan motivasi agar diri ini tetap semangat. Jadi banyak belajar di "Kandang macan". Alhamdulillah , jzakalla

09 Jul

Jazakallah khoir...pak guru.Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

09 Jul

Alhamdulillah, Barokallah kita harus saling berbagi dan bersilaturrahim, karena itulah ajaran Rasulullah Saw, dan pahalanya sudah dijanjikan oleh Allah Swt berupa kebaikan dunia dan surga

09 Jul
Balas

Alhamdulillah, jazakallah khoir...pak guru. Semoga semangat silaturrahim mampu mengobarkan semangat untuk tetap istiqomah menulis. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

09 Jul

Tulisan ibu yang lembut dan santunlah yang membuat pembaca ketagihan. Sikap rendah hati, selalu bersyukur, menebarkan kebaikan, serta selalu mendoakan semua gurusianer membuat rindu bila bu Nana belum hadir. Juga ide-ide yang menarik dan selalu uptodate juga membuat penasaran. Akhirnya, kelembutan dan kesantunan sanggup menembus kandang harimau bu. Walaupun itu tidak diinginkan. Padahal itu anugrah dari sikap amanah dan istiqomah dalam menulis. Selamat bu, luar biasa semangat literasnya.

09 Jul
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir...bu Eko. Mungkin ini yang dikatakan sebagai hadiah dari menjaga silaturrahim. Semogalah ke depannya, saya bisa menjaga agar tetap istiqomah dalam menulis. Salah satu gurusianer yang selalu membuat semangat ini terus membara adalah bu Eko. Sekali lagi jazakumullah khoiron katsiro. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....ibu.

09 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali