Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Doa Ibu Kalahkan Setan Manapun
Fahril Muhammad Keyoza Alfarezel, cucu ke-3 penulis. (Dokumen pribadi)

Doa Ibu Kalahkan Setan Manapun

Aku tertegun ketika melihat lengan cucuku yang masih berusia 5 bulan itu, dilingkari oleh "gelang aneh". Lama kutimang dan kuperhatikan dengan teliti benda itu. "Gelang apakah ini," batinku mulai ikut bicara.

Seketika gelang itu sudah berpindah dari tangan gembul cucuku ke tanganku. Kuperhatikan lagi sebaik mungkin. Gelang itu terbuat dari benang nilon berwarna putih yang dirangkai dengan potongan batang sejenis tumbuhan.

Astaghfirullah, pekikku dalam hati. Apakah gelang ini jimat ? Aku pun mulai menebak- nebak. Apakah anakku sudah tidak yakin lagi dengan kekuatan doanya sehingga ia merasa perlu memakaikan jimat ini pada cucuku sebagai pelindungnya ? Aduuh..., aku benar-benar khawatir dibuatnya.

Padahal selama ini aku selalu mengajarkan untuk tidak berbuat syirik. Lindungi anak-anak kita dengan kedahsyatan doa seorang ibu. Ibu yang senantiasa mengamalkan Al Quran akan menjadi perisai hebat bagi diri dan anak-anak serta keluarganya.

Aku memutuskan untuk segera membuang gelang itu sejauh mungkin hingga kudengar suara renyah nan merdu, "Uthi..., itu gelang mbak yang bikin tadi di sekolah. Cantik kan thi ?" Deg...jantungku hampir berhenti berdetak. Untung saja gelang itu belum kubuang.

Fahira yang masih duduk di TK kelas 0 kecil itu, dengan bangga menunjukkan gelang hasil karyanya. "Tadi mbak diajarin sama umi," tambahnya lagi.

Ternyata gelang itu hasil karya Fahira di sekolahnya. Dengan penuh rasa bangga ia pasangkan di tangan adiknya yang masih bayi.

Sementara aku sudah berprasangka negatif pada ibunya. Kukira sudah pupus keyakinan di dalam dada anakku bahwa doa seorang ibu mampu kalahkan setan manapun.

"Iya...cantik banget gelangnya. Nanti mbak buatin juga untuk uthi ya," semangat kucurahkan pada Fahira. Dia pun menjelaskan bahwa gelang itu dibuat dari benang dan batang kangkung yang dipotong-potong.

"Melatih keterampilan motorik anak," desisku dalam hati. Subhanallah, kesabaran guru-guru di kelompok umur seusia cucuku ini. Sungguh, inilah yang disebut sebagai "Guru Besar" dimana mampu membentuk anak dari nol hingga temukan potensi diri.

Wallahu a'lam bishowab.

#edisibacalingkungan#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 27 November 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wajahnya mirip Uthi ..., matanya juga. Dzon mudah sekali hinggap di hati, hingga Rasulullah ajarkan kita untuk tabayyun setiap kali melihat atau mendengar sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Gelang Dik Fahira ajarkan betapa pentingnya tabayyun akan suatu hal. Terlepas dari hal itu semua, memang "jimat pelindung" untuk anak-anak masih menjadi hal lazim di sebagian besar masyarakat. Ada yang dipasangkan pada lengan, leher, pergelangan kaki, dan melingkari perut. Semoga ke depannya makin banyak bunda yang menyadari, bahwa sebaik-baik pelindung adalah Allah yang terlisankan lewat doa dari bibir tulus ibunda. Senangnya memiliki cucu nan menggemaskan. Jazakillah Uthi..., atas tulisan yang indah. Jadi berasa ingin punya bayi lagi.

27 Nov
Balas

Wajahnya mirip uthi, matanya juga...hayooo buka rahasia uthi...hehehe.Tulisan inipun sengaja dibuat karena hal yang dianggap lazim di masyarakat. Karena masih banyak yang tidak meyakini kedahsyatan doa seorang ibu. Tidak sedikit pula yang bahkan menggunakan "jimat" untuk keberhasilannya. Padahal pertolongan Allah sangat dekat dan nyata adanya. Jazakillah khoir, bu guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

27 Nov

Afwan Ibu ...,

27 Nov

Barakallah, bu guru.

27 Nov

Kekhawatiran seorang uthi yang begitu sayang kepada cucunya. Sun sayang untuk Fahril yang menggemaskan. Salam sehat dan sukses selalu untuk bunda

28 Nov
Balas

Karena syirik merupakan dosa besar . Jazkillah khoir budhe Dyahni. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

28 Nov

salam literasi bunda

27 Nov
Balas

Alhamdulilah, bunda hadir juga di sini.Jazakillah khoir untuk kunjungannya, bunda. Teriring salam literasi dari Medan. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

27 Nov

Kekhawatiran seperti yang Kak Rai sampaikan, sejatinya wajar. Karena memang ada kecenderungan di sebagian masyarakat (termasuk yang sudah menikmati hidup modern pun) prinsip atau pun kebiasaan menggantungkan "hati" pada selain penciptanya. Tapi setidaknya saya ikut bangga pada Fahira, sebab dari cerita Kak Rai, saya belajar ketulusan versi Fahira. ❤

27 Nov
Balas

Alhamdulillah jika ketulusan Fahira bisa menjadi ibrah bagi bu guru. Memang ada banyak hal di sekitar kita yang kita bisa belajar dari padanya. Jangankan pada seorang Fahira, bahkan pada seekor semut pun kita bisa banyak belajar. Jazakillah khoir untuk kunjungan bu guru.Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

27 Nov

Apa saja tak luput dari perhatisn kak Rai, konon lagi terkait musyrik, pasti tak ada ampun. Kisah yg lucu, cucu ingin memperlihatkan kreasinya, eh... Uthinya kebakaran niqob, hehehe. Teruntai doa utk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya utk kesembuhan kk, amin

27 Nov
Balas

Kak, aku gemez banget tuh sama pipi mungilnya, titip sun sayang utk si kecil..... Ih..... Gemeeeeeeeeeezzz

27 Nov

Temuan yang mengkhawatirkan, deq. Dzon pun muncul di hati. Syukurnya actionnya agak lambat sehingga Fahira tak sempat kecewa karena gelang kreasinya dibuang uthi...huhuhu. Maafkan uthi, Fahira. Jazakillah khoir untuk ku jungan dan doanya. Dah nyampe titip sun sayangnya...ya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, deq.

27 Nov

Sebelum saya berkomentar ijinkan saya untuk tersenyum dulu..Melihat wajahnya yang menggemaskan saya ingin mencubit pipinya Bunda Rai... Kreasi anak usia dini memang bermacam-macam bunda termasuk meronce dengan bahan alam untuk dibuat kalung..kemarin di tempat kami membuat kalung dari tangkai daun singkong dan anak-anak menyukainya...Kisah lucu yang dikemas dengan awal yang dramatik...Uthi yang luar biasa...Sehat selalu dan barakallah..

27 Nov
Balas

Senyumnya jangan lama-lama bunda Rini. Jangan dicubit pipi Fakhril...ya budhe Rini...hehehe. Itulah yang uthi sebut "Guru Besar" , membuat anak-anak pi tar dan merasa bahagia.Jazakillah khoir untuk kelengkapan cerita prakarya Fahira dan anak-anak seusianya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda Rini.

27 Nov

Masyaallaah, aku selalu suka membaca cerita kehidupan bunda Raihan, selalu ada pesan dan inspirasi terkandung di dalamnya. Benar bunda, doa adalah senjata paling sempurna dan tangguh bagi seluruh muslim. Oh ya, salam peluk cium untuk cucu-cucu bunda yang lucje. Sukses terus bunda, barakallaah.

27 Nov
Balas

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Hanya cerita keseharian yang biasa terjadi, bunda. Kekhawatiran akan adanya syirik menyelimuti kehidupan. Jazakillah khoir untuk kunjungannya, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

27 Nov

Subhanallah .. Saya tertawa membaca nya. Sayangnya seorang nenek kepada cucu sehingga tanpa bertanya lagi langsung membuang jauh2 gelang hasil kreasi sang Cucu... Setuju Bunda Rai.. Guru TK mampu menggali dan mengembangkan potensi anak didik nya dengan penuh kesabaran Barokallah utk Bunda dan Keluarga

27 Nov
Balas

Saya selalu punya kekaguman luar biasa pada teman-teman guru yang mengajar di TK.Ketulusan dan kesabaran mereka tak ada bandinganya. Begitupun saya yang mengajar SMA masih banyak mengeluh. Astaghfirullah. Jazakillah khoir untuk kunjungannya bu guru syantiiiqqq. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallahm

27 Nov

Karya besar Fahira...

27 Nov
Balas

Betul bunda, karya besar Fahira yang membuat uthi hampir khilaf. Padahal Fahira begitu tulus membuat dan memberikannya pada adik tersayang. Jazakillah khoir untuk kunjungannya, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

27 Nov

Masya Allah..sangat menakjubkan tulisan ibu mengalir bak air yang membasahi relung hati siap saja pembacanya...Makasih ibu...mg bisa nular ilmu nulisnya...

28 Nov
Balas

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Bunda, ini hanya tulisan biasa yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Jazakillah khoir untuk kunjungan bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

28 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali