Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Edelweiss (Anaphalis javanica) si Bunga Abadi yang Terancam Punah
Bunga Edelweiss

Edelweiss (Anaphalis javanica) si Bunga Abadi yang Terancam Punah

Nama edelweiss merupakan kombinasi dari dua kata dalam bahasa Jerman yaitu edel yang berarti "agung atau mulia" dan weiss yang memiliki makna putih. Bunga edelweiss dijuluki bunga abadi dan dijadikan lambang keabadian cinta. Julukan bunga abadi diberikan karena adanya hormon etilen yang bisa mencegah kerontokan bunga hingga dapat mekar selama 10 tahun.

Bunga edelweiss tumbuh di tempat dengan ketinggian 2000 mpdl di pegunungan. Karena habitatnya, maka bunga ini sangat dekat dengan para pendaki gunung dan pencinta alam. Tetapi sayangnya ada saja pendaki gunung yang kurang bertanggung jawab memetik dan membawanya pulang.

Edelweiss pertama kali ditemukan oleh Georg Carl Reinwardt 1819 di lereng gunung Gede. Kemudian diteliti lebih lanjut oleh botanist asal Jerman bernama Carl Heinrich Schutz.

Di luar negeri bunga edelweiss berasal dari species Lentopodium alpinum sedangkan edelweiss Indonesia dari species Anaphalis javanica.

Pada zaman peradaban kuno, bunga ini biasa dijadikan sebagai bahan baku obat herbal alami untuk berbagai macam penyakit seperti disentri, TBC, diare dan difteri. Kandungan anti oksidan yang cukup banyak pada tanaman ini, yaitu anti mikroba yang berfungsi untuk membasmi bakteri serta jamur, juga memiliki anti radang (anti inflamasi).

Saat ini bunga edelweiss terancam punah karena itu edelweiss dilindungi oleh Undang-Undang. Ancamannya cukup serius. Jika mencabut bunga edelweiss bisa dikenakan hukuman sesuai UU. No.5 Thn 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

Karena itu biarkan edelweiss hidup pada habitatnya, karena sesungguhnya keindahan bunga edelweiss adalah ketika kita bisa melihatnya secara langsung, ketika angin bertiup dan membuat tangkainya bergoyang.

Wallahu a'lam bishawab

#Edelweiss#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 11 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ingat daki gunung bun. Kini baru erupsi.

11 May
Balas

Iya...pak guru, mudah-mudahan aman dan terkendali...njih pak. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 May

Salah satu keserakahan manusia, semua pingin dibawa ke rumah. He..he...

12 May
Balas

Betul bunda. Tidak bisa menundukkan diri sendiri.Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

12 May

Simbol cinta abadi...

11 May
Balas

Hmm...bunda tahu aja. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 May

selalu menemukan ide menarik

11 May
Balas

Alhamdulillah , jazakillah khoir bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 May

Bunda Hana jadi mengingatkan nama belakang anakku yang pertama edelweis, sudah dua kali lebih tidak pulang kos di Semarang, lagi menyelesaikan TA. Edelweis bunga yang sering aku lihat langsung ketika masih muda belia dulu, kini sudah menyerah hehe....

11 May
Balas

Waah...kebetulan ya...pak guru. Yang suka naik gunung memang bisa lihat edelweiss

11 May

Waah...kebetulan ya...pak guru. Yang suka naik gunung memang bisa lihat edelweiss

11 May

Pasti edelweiss cantik ya...pak guru (anak bapak). Salam buat edelweiss. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali