Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
GAYA BEBAS MENJADI SENJATA PAMUNGKASKU TAKLUKKAN JAM TERAKHIR

GAYA BEBAS MENJADI SENJATA PAMUNGKASKU TAKLUKKAN JAM TERAKHIR

Belakangan ini cuaca di Medan kota kami tercinta tidak menentu. Terkadang panas tetapi tiba-tiba saja bisa hujan dan banjir. Tidak seperti masa-masa kecilku dulu. Anak-anak zaman old selalu ingat jika bulan Januari sampai Juni adalah musim kemarau, Juli sudah mulai turun hujan dan puncaknya di bulan yang ujung namanya ada suku kata “ber” berarti musim hujan ( katanya dari kata ember, yang digunkan untuk nampung air hujan. Apa iya..? ). Belakangan diketahui bahwa tidak menentunya suhu di bumi merupakan salah satu dampak dari Global Warming.

Siang tadi , suhu udara lumayan tinggi sehingga suasana kelas terasa gerah padahal tadi pagi hujan gerimis yang membuat pelaksanaan Upacara Bendera setiap hari Senin terpaksa ditiadakan.Bel tanda berakhirnya jam ke 7 baru saja berbunyi , itu pertanda jam ke 8 alias jam terakhir segera dimulai. Ini salah satu tantangan terberatku. Di jam terakhir setiap hari Senin aku masuk di kelas X IPA 1, hanya satu jam pelajaran. Karena pelajaran Biologi di kelas X setiap minggunya ada 3 jam pelajaran dan di kelas yang kusebutkan tadi, aku masuk 2 jam pelajaran di hari Sabtu dan 1 jam di hari Senin seperti hari ini.

Aku seringkali melihat pemandangan “indah” di kelas ini tiap kali aku masuk di jam terakhir. Dari mulai wajah yang kelelahan, posisi baju seragam yang sudah tidak pada tempatnya , ditambah lagi ada aroma yang kurang bersahabat sesekali terhirup ketika kita berkeliling kelas karena ternyata di jam sebelumnya pelajaran mereka adalah olah raga ( aku bisa lihat sebagian terkadang terlihat enggan mengganti kaos olah raganya dengan baju seragam sekolah) , suasana ini didukung pula oleh suhu udara saat itu yang tinggi. Disinilah dibutuhkan senjata pamungkas yang bisa menaklukkan kelelahan dan kebosanan mereka , belum lagi rasa lapar yang sudah mulai menggelitik perut mereka.

Karena hanya satu jam , kuakui akupun sulit memilih model pembelajaran yang tepat ( Mohon kepada Bapak/Ibu masukannya) ditambah dengan kondisi kelelahan, kebosanan dan kelaparan ( hehehe) yang menerpa mereka. Jadilah gaya bebas yang aku gunakan sebagai senjata pamungkas. Kusebut gaya bebas karena memang berisi gaya yang kuramu sendiri. Gaya stand up comedi sering kukolaborasikan dengan bermain peran. Disinilah memang sangat terasa jika guru memang harus banyak membaca untuk menambah pengetahuan , wawasan, sehingga bisa memperoleh contoh-contoh keseharian yang mengundang “gerr” mereka sehingga mereka lupa dengan kelelahan dan kebosanan yang sudah mulai menjalari tubuh mereka.

Di awal “pertunjukan” ini aku sengaja memilih siswa yang memang prestasi belajarnya untuk pelajaran biologi bagus , harapanku dia akan mampu menangkap “umpan” yang kuberikan demi menghidupkan suasana. Karena tahap pertama membangun suasana yang pas adalah hal yang paling penting. Jika suasana yang diinginkan sudah terwujud , berikutnya adalah pekerjaan yang mudah.

Pilihanku kali ini jatuh pada Larasati Andri , siswi berjilbab dan berkacamata ini memang masuk dalam urutan 5 besar siswa berprestasi di kelas X IPA 1. Materi pelajaran hari ini adalah Kingdom Fungi (Jamur). Aku mulai apersepsi dengan menanyakan dan bercerita tentang peranan jamur dalam kehidupan sehari-hari baik yang merugikan dan yang menguntungkan. Laras memulainya pula dengan jamur yang menyebakan panu pada kulit Malassezia furfur , menurutnya itu yang paling dekat dan mudah diingat. Aku pun menambahkan , : “Rasanya koq gak keren banget ya , orang-orang tatonya gambar kalajengking biar serem , eee…awak koq tatonya gambar emping “ , candaku menggambarkan keberadaan panu di kulit, serempak anak-anak tertawa mendengar guyonanku.Tambah lagi ada yang menimpali : “Panu bisa juga menyebabkan kematian lho “. Suasana jadi senyap tiba-tiba seakan menunggu penjelasan lebih lanjut. Dan dilanjutkan pula dengan:” Gimana gak mati , wong sedang asyik garuk-garuk diserempet mobil” ,gerr…suara tawa pun membahana. Kalau suasana sudah cair , maka kita dapat dengan mudah masuk pada penjelasan berikutnya. X IPA 1…I love You….

Rumahku , Ba’da Isya” 29 Januari 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

ASyik seger kembali

30 Jan
Balas

Alhmdulillah...iya Bunda.

30 Jan

Alhmdulillah...iya Bunda.

30 Jan

Trims ada masukan untuk jam terakhir.Saya juga ngajar IPA SMP sering diberi jam terakhir, seringnya praktikum. Kalaupun mengisi LKS atau diskusi kelompok, siswa saya bawa ke taman sebrang sekolah. Dibawah pohon besar besar dengan udara yang segar siswa merasa nyaman.

30 Jan
Balas

Terimakasih Bunda.....,Salam Literasi.

30 Jan

Ha... Ha.... Terimakasih. Bisa sy tiru jurus bebasnya mensklukan jam terakhir....

31 Jan
Balas

He..he..he...jadi malu , iya Bunda. Terimakasih udah mampir. Salam Literasi.

31 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali