Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
GERAKAN LITERASI SEKOLAH NEGERI DI AWAN

GERAKAN LITERASI SEKOLAH NEGERI DI AWAN

Perpustakaan di sekolah itu, meskipun tidak luas namun mampu membuat orang betah berlama-lama didalamnya menikmati ragam tulisan didalam buku-buku yang tersusun apik dalam lemari yang berjajar rapi pula. Pengunjung perpustakaan tidak pernah sepi, selalu ada saja yang berkunjung dan tenggelam keasyikan didalamnya.

Majalah dinding di sekolah itu dipenuhi tulisan hasil karya para siswa dan yang paling pasti gurunya. Terus silih berganti. Tim Redaksi Majalah sekolah itu yang merupakan bagian dari kepengurusan OSIS tak pernah sepi dari kiriman tulisan-tulisan yang segera ingin ditampilkan di Majalah Dinding yang tampilannya pun sangat menawan. Tak ada yang sanggup mengalihkan pandangannya setiap kali melewati pajangan Majalah dinding itu. Kreativitas luar biasa membuat Majalah Dinding itu begitu memesona.

Ruangan kelas di sekolah itu dipenuhi tulisan-tulisan yang menggambarkan betapa gerakan literasi sudah membudaya di sekolah . Tidak cukup pada dinding-dindingnya, segala pernak-pernik yang bergelantungan indah di langit-langit pun menunjukkan identitas gerakan literasi di sekolah. Kemanapun mata tertuju memandang , tak ada satu sudut ruangan yang tidak menampilkan aura gerakan literasi sekolah.

Siswa-siswa di sekolah itu berkewajiban mengunjungi perpustakaan sekolah. Karena kapasitas perpustakaan yang tidak bisa menampung semua siswa , maka jadwal kunjungan pun telah ditentukan. Setiap siswa diwajibkan paling sedikit meminjam satu buku setiap minggunya. Setiap awal bulan pihak perpustakaan akan mengumumkan siswa yang paling aktif berkunjung dan meminjam buku di perpustakaan.

Guru-guru di sekolah itu secara konsisten melaksanakan gerakan literasi 15 menit sebelum belajar. Sekolah juga mewajibkan guru untuk mengunjungi perpustakaan dan meminjam buku. Sama seperti siswa, gurunya juga berperan aktif dalam mengajak dan membimbing siswa serta turut serta mengisi Majalah Dinding demikian juga Kepala Sekolah. Maka suatu saat hasil karya siswa, guru dan Kepala Sekolah yang tersusun rapi pada Majalah Dinding itu dapat dikumpulkan dan bukan tidak mungkin menjadi satu buku antologi yang indah dan dikenang sepanjang masa. Wallahu a’lam bishshowab.

Anganku, 12 April 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Perpustakaan seperti itulah yg diidamkan oleh banyak sekolah, tentunya.

12 Apr
Balas

Betul Pak..,semoga menjadi kenyataan. Jazakillah khoir, baarakallah...Pak Kepala Sekolah.

12 Apr

Aamiin Ayo...kita upayakan...

12 Apr
Balas

Ayo...Bunda. Jadi semangat...ni. Jazakillah khoir..,baarakallah Bunda.

12 Apr

Subhanallah. Perpustakaan idaman tuh Bu. Baarakallah

12 Apr
Balas

Impiannya seperti itu Bu, semoga terwujud. Jazakillah khoir...,baarakallah.

12 Apr

Mantaap Bu..lanjutkan..hehe

12 Apr
Balas

Jazakillah khoir...Bucan. Baarakallah.

12 Apr

Semoga impian. Itu jadi kenyataan Cita buku dan giat membaca

12 Apr
Balas

Aamiin Ya Allah..Ya Robby. Jazakillah khoir Bunda. Baarakallah.

12 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali