Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
GURU HONORER RIWAYATMU KINI

GURU HONORER RIWAYATMU KINI

Memasuki jam pelajaran ke 5 aku menerima telepon dari KTU SMA negeri tempatku mengajar yang meminta agar aku segera ke sana karena ada masalah ijazah yang penulisannya salah. Padahal saat itu aku sedang mengajar di SMP Swasta dan mengajarku pada hari itu penuh pula sampai sore ditambah dengan les tambahan bagi kelas IX sebagai persiapan utuk menghadapi UNBK di tingkat SMP yang dimulai tahun ini. Karena aku harus ke sekolah negeri itu juga maka aku konsultasikan hal ini dengan PKS Kurikulum dan akhirnya Bu Ruri yang satu mata pelajaran denganku yang akan menggantikanku.

Bu Ruri ini guru honorer yang baru 2 tahun mengajar di sekolah kami begitu dia selesai diwisuda dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di kota kami. Bu Ruri berasal dari Tapanuli Selatan dan memulai hidup di Medan ketika dia menimba ilmu di bangku perkuliahan. Hidup sebagai anak kos dengan biaya hidup yang dikirimi oleh orang tua dari kampung.

Menurut pengakuannya, cerita hidup setelah wisuda menjadi dilema bagi dirinya. Dengan gaji Rp. 800.000,- dia harus bisa menutupi semua kebutuhan hidupnya dari mulai membayar sewa kos, makan, air, listrik, belum lagi sabun dan perlengkapan sehari-hari,ditambah pula ongkos transportnya menuju ke sekolah. Sebelum wisuda, dia hidup dari kiriman orang tua tetapi mana mungkin pula setelah wisuda dia harus terus meminta pada orang tuanya. Dengan honor Rp.20.000 per jam dikalikan 20 jam pelajaran setiap minggunya, maka yang didapatkannya adalah Rp.800.000,-. Ntah darimana asalnya sistem penggajian bagi guru honorer ini dan ntah kapan pula akan berakhir dengan sistem hitungan yang baru. Dalam sebulan mengajar 4 minggu, itu berarti jumlah jam mengajar 4 x 20 jam = 80 jam tetapi yang dibayar 20 jam.

Di masyarakat kita tuntutan untuk sabar dan ikhlash sebagai seorang guru sangat besar termasuk sabar dan ikhlas menerima honor yang sangat jauh dari UKM. Seorang guru harus kuat dan tangguh tidak boleh banyak menuntut. Ketika guru berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya , pandangan sinis pun tertuju padanya. Padahal guru manusia bisa yang juga memiliki kebutuhan sama seperti manusia yang lain. Semoga keberkahan selalu menyertai para guru dan keberkahan itu lebih utama dari segala-galanya.

Rumahku, Semoga senantiasa dalam RidhoNYA, 11 Februari 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

13 tahun aku menjadi guru honorer sesuatu banget deh

12 Feb
Balas

Alhamdulillah...,semua bisa dilalui jika kita senantiasa bersyukur ya...kan Pak. Baarokallah...

12 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali