Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Hadirkan Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA
Siswa kelas IX-4 SMP BUDISATRYA Medan ketika praktikum pengamatan berbagai jenis sel. (Dokpri)

Hadirkan Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Khalifah Umar bin Khattab berpesan: “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu.” Pesan ini bermakna untuk mendidik anak agar mampu menghadapi tantangan hidup di zamannya.

Untuk mempersiapkan generasi yang sesuai dengan zamannya ini, pastinya tidak bisa terlepas dari bidang pendidikan. Dunia pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam melahirkan generasi pengisi pembangunan bangsa yang siap bersaing di era globalisasi.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat di abad 21 ini, telah memasuki setiap lini kehidupan manusia. Hal ini membawa pengaruh pula di dalam dunia pendidikan. Dimana kurikulum pendidikan pun mengalami perubahan-perubahan sebagai konsekuensi logis terhadap perubahan sosial budaya, perekonomian, politik, dan tentu saja dalam menyikapi kemajuan iptek yang dialami masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam menjawab tantangan-tantangan yang mungkin saja dihadapi oleh generasi di masa mendatang, perubahan dan perbaikan kurikulum pun dilakukan.

Pada kurikulum 2013 yang berlaku saat ini, terjadi perubahan yang berpedoman pada pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang harus memuat Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan literasi.

PPK dan literasi itu sendiri memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain. Dimana literasi akan dapat menumbuh kembangkan karakter pada diri anak. Karena itu, RPP dari semua mata pelajaran harus memuat PPK dan literasi.

Berkaitan dengan proses pembelajaran, guru harus mampu membangun budaya literasi di dalamnya. Dari mulai pembiasaan literasi selama 15 menit di awal pembelajaran, mengarahkan siswa untuk gemar berkunjung ke perpustakaan dalam mencari referensi penunjang materi, atau membuat rangkuman pelajaran, termasuk juga membuat laporan praktikum. Hal ini merupakan bagian dari literasi baca tulis.

Bentuk literasi yang lain, guru dapat pula menggunakan alat peraga sebagai bagian dari pengalaman belajar siswa yang menyebabkannya harus melihat dan menuliskan kembali apa yang dialaminya dalam proses pembelajaran tersebut.

Dengan penerapan kirikulum 2013, IPA merupakan mata pelajaran yang di dalamnya terdapat literasi sains. Literasi sains merupakan salah satu dari enam literasi dasar yang harus dilakukan.

Programme for International Student Assesment (PISA) mendefinisikan literasi sains sebagai kemampuan untuk menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan yang terkait dengan alam dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka mengerti serta membuat keputusan tentang fenomena alam dan perubahan yang terjadi pada alam sebagai akibat dari aktivitas manusia.

PISA (2000) menetapkan lima komponen proses sains dalam penilaian literasi sains, yaitu:

1. Mengenal pertanyaan ilmiah, yaitu pertanyaan yang memuat hubungan dua variabel atau lebih sehingga dapat diselidiki secara ilmiah.

2. Mengidentifikasi bukti yang diperlukan dalam penyelidikan ilmiah, yaitu proses ini melibatkan identifikasi bukti yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan, termasuk bagaimana prosedur, alat dan bahan dirancang dalam melakukan proses ilmiah.

3. Menarik kesimpulan, yaitu proses ini melibatkan kemampuan menghubungkan kesimpulan dengan bukti yang telah dikumpulkan melalui proses ilmiah teori yang mendasari dalam pengambilan kesimpulan.

4. Mengkomunikasikan kesimpulan, yakni mengungkapkan secara tepat kesimpulan yang dapat ditarik dari bukti yang tersedia dan mengkomunikasikannya dalam bahasa lisan maupun tertulis.

5. Mendemonstrasikan pemahaman terhadap konsep-konsep sains, yakni kemampuan menggunakan konsep-konsep dalam situasi yang berbeda dari apa yang telah dipelajarinya.

Karenanya dalam pembelajaran IPA haruslah dilakukan dengan kegiatan-kegiatan ilmiah yang merupakan pengalaman belajar yang dapat memantik rasa ingin tahu siswa, seperti praktikum, proyek, ataupun pembuatan karya ilmiah.

Dengan demikian literasi sains menuntut siswa untuk bisa memahami ilmu pengetahuan sesuai dengan prinsip-prinsip dalam kerja ilmiah.

Harus ada interaktif di dalam proses pembelajaran, yang mendorong munculnya kreativitas dan inovasi-inovasi di dalam diri siswa. Jika ini dilakukan, maka siswa akan menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajari. Hal ini tentunya akan melatih siswa untuk menjadi ilmuwan.

Dengan menghadirkan literasi sains dalam pembelajaran IPA, semoga tujuan akhir dapat tercapai yaitu agar siswa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang sains. Sehingga siswa memiliki kemampuan berpikir dan kecakapan hidup guna menghadapi persoalan-persoalan dalam perkembangan sains dan teknologi yang sangat pesat di kehidupan nyata.

Wallahu a’lam bishowab.

#edisi6literasidasar#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 23 Agustus 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Literasi sains dalam pembelaharan IPA dengan praktikum menarik siswa Kak. Anak anak senang bila praktikum, seakan mereka sudah jadi analisis atau dokter. Pantaslah dua anak Kakak jadi dokter yah, sudah terbentuk oleh mamaknya, hehehe. Teruntai doa untuk Kakakku tercinta agar tercurah rahmat Allah untuk Kakakku dan barakallahu fiik

24 Aug
Balas

Alhamdulillah..., praktikum selalu menjadi pengalaman belaajar yang menarik bagi anak-anak. Betul, Deqquuu....anak-anak suka "gaya" dengan jas labnya. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah..., Deqquuuu.

24 Aug

MasyaAllah bunda Rai selalu inspiratif dalam menulis, membuat pembelajaran IPA semakin menarik dengan literasi. Sehat dan sukses selalu barakallah.

24 Aug
Balas

Alhamdulillah, hanya menuliskan pengalaman mengajar di kelas, Deq. Jazakillahmkjoir untyk kunjungannya, Bun da Rita. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah..., Bunda Rita

24 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali