Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Hasil Membaca Hari Ini : Isoku Iki
Sumber: Muslimah.co.id

Hasil Membaca Hari Ini : Isoku Iki

Sudah kukuatkan di dalam hati untuk memulai hari dengan membaca. Karena dengan membaca, aku mengetahui asal diri, sedang dimana saat ini dan akan menuju kemana nanti.

Terlintas pula di benak ini, kenapa baru sekarang menyadari ? Padahal 14 abad lebih Allah subhanahu wataala telah mengajarkan untuk “membaca”. Begitulah, terkadang pemahaman ini sering datang terlambat. Tetapi, aku tetap mengucapkan alhamdulillah karena di ujung usia, Allah masih beri kesempatan padaku untuk belajar memahami ayat-ayatNya.

Di perjalanan menuju ke sekolah tadi pagi, ekor mataku sempat menangkap tulisan yang terukir di bagian bak belakang beca bermotor (betor) yang berpapasan denganku. Tulisan singkat, beraksen jawa “Isoku Iki”. Sayang, aku tidak sempat ckrak…ckrek. Pasalnya posisiku di boncengan motor dengan memegang walking frame sangat merepotkan. Akhirnya betor itupun menghilang dari pandanganku di perempatan jalan.

Namun, tulisan yang sempat terbaca itu, mengganggu rasa dan logika. Aku berfikir, tulisan itu dibuat pastilah bukan tanpa maksud. Akupun tak perlu harus mencari abang betor untuk menjelaskan maksud tulisannya itu padaku. Penilaian pertama untuk abang betor dariku, “Semangat literasinya tinggi.”

Ada pesan yang ingin disampaikan abang betor pada tulisannya itu. Sederhana namun bisa mengandung makna tersendiri dalam menjalani kehidupan ini. Terlepas dari maksud hati abang betor, berikut ini merupakan hasil membaca yang kuperoleh dan kucamkan dalam hati.

Isoku Iki, deretan kata yang bagiku menggambarkan semangat yang luar biasa. Semangat untuk melakukan sesuatu dalam memperjuangkan hidup meski terkadang banyak manusia masih menilai sesuatu dari tampilan fisik saja.

Dalam barisan dua kata itu, aku menangkap rasa bangga akan sesuatu pekerjaan karena halal di jalan Allah. Sementara bukan tidak sedikit orang yang terus saja mengeluh dengan apa yang telah dikaruniakan Allah kepadanya.

Isoku Iki, seakan mengajarkan padaku untuk bersyukur dan meyakini kekuatan yang ada pada diri. Sepanjang perjalanan aku merasa terus dibisiki dengan kalimat, “Jadilah dirimu sendiri. Tak perlu menjadi orang lain. Manfaatkan apa yang ada pada diri. Tidak peduli meski banyak mata memandang rendah menghunjam ke hulu hati. Karena tujuan hidup hanyalah mencapai ridho Ilahi. Jika ridhoNya telah tergenggam, maka segala kebaikan akan Dia beri.”

Wallahu a’lam bishowab

#edisibersyukur#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, Awal Desember 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

injih... iso kawulo namung niki... salam sukses.. bunda

01 Dec
Balas

Njih...Pak Guru. Matur nuwun mpun disambangi. Barakallah.

01 Dec

Isoku yo iki bunda, membaca tulisan bunda yang syarat makna. Jazakillah khoir bunda

01 Dec
Balas

Podo mawon, isoku yo iki . Matur nuwun mpun ditilik'i. Barakallah.

01 Dec

Wowwww lagi lagi hal sepele jadi luar biasa di tangan kak Rai. Tulisan yg memberikan amunisi diri utk melakukan sesuatu yg dapat dilakukan dan bersyukur. Tp aku gak ngerti apa sih iso iki kak, pusing kepalaku jadinya. Teruntai doa utk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya utk kk dan barakallah

01 Dec
Balas

Owalaaa....deq. Kakak lupa ngasih tahu arti isoku iki (Kemampuanku hanya ini= Bisaku ini). Maafin ya karena sudah bikin pusing. Ntar les bahasa jawa sama bunda Rini, ya. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

01 Dec

Yo isoku iki, isoku yo iki. Berkomentar sepatah kata. Matur suwun. Barakallah bunda Rai. Tulisan yang apik syarat pesan.

01 Dec
Balas

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Isoku yo iki juga. Jazakillah khoir mpun disambangi. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bu guru.

01 Dec

Njih Bunda..Isoku iki menggambarkan kepasrahan yang dalam tanpa embel2 pamrih apapun...isoku iku..ditampi monggo..mboten ditampi nggih mboten nopo2..Aah rasanya ingin memeluk Bunda Rai.....

01 Dec
Balas

Insya Allah ditampi, Aamiin. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Yuk..., rene men tak peluk. Barakallah.

01 Dec

Injih, isoku yo iki, maos mawon mbakyu... He.. He

01 Dec
Balas

Hehehe....isoku iki. Waduh...serasa muda kembali ni dipanggil mbak. Jazakillah khoir untuk kunjungannya, njih bu guru cantik. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

01 Dec

Kepasrahan padaNya. Keikhlasan terlihat dari dalam sanubari. Saged e namung kados niki kula,bun...

01 Dec
Balas

Gayanya nulis pake judul bahasa jawa. Eee.. gitu dikomentari pake bahasa jawa, kebingungan...hehehe. Jazakillah khoir untuk kunjungannya bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

01 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali