Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Indahnya Shalat Ketika Sakit
Sumber: youtube.com

Indahnya Shalat Ketika Sakit

Arin merasakan lemah yang teramat sangat di tubuhnya. Ditambah lagi rasa nyeri di kaki akibat benturan sangat kuat yang dialaminya ketika motornya tersenggol sebuah mobil yang melaju dari arah samping kirinya. Bagi Arin saat itu, siapa yang salah tidaklah terlalu penting. Rasa sakit yang “menggerogoti” tulang kering kaki kanannya membuat ia tak mampu berdiri seketika itu juga. Tanpa suara, air mata terus menerus mengalir dari kedua matanya mewakili rasa sakit yang dideritanya. Sesekali ia menggigit bibir untuk menguatkan diri menahan rasa sakit di kakinya.

Hasil rontgen dan diagnosa dokter, cedera di kaki kanan Arin mengharuskan perawatan dengan cara digips hampir di keseluruhan bagian kakinya. Dari ujung telapak kaki hingga ke paha. Keadaan demikian membuat Arin tak bisa melakukan apapun kecuali duduk atau berbaring di tempat tidur. Arin meyakini bahwa ini merupakan bagian takdir terindah yang dirancang Allah untuk dirinya.

Sebagai hamba yang harus menerima ujian dengan sabar dan berharap Allah akan mengampuni dosa-dosanya, Arin harus tetap menjalankan kewajiban sesuai kemampuannya. Beberapa hari di awal sakitnya, ia shalat dengan cara berbaring. Disini Arin mencoba mengambil hikmah dalam shalatnya dengan cara berbaring. Bagi Arin, shalat dengan cara berbaring ini menggambarkan ketidak berdayaan dan penghambaan diri yang sangat tinggi.

Dibandingkan dengan shalatnya orang yang sehat, bagi Arin shalat dengan cara berbaring membutuhkan konsentrasi yang sangat penuh. Karena ia sama sekali tidak melakukan gerakan apapun kecuali mengangkat dan melipat tangannya serta sedikit gerakan kepala ketika mengisyaratkan ruku ataupun sujud serta salam.

Beberapa kali didalam shalatnya, Arin lalai tidak bisa mengingat saat itu gerakan apa yang ia lakukan. Jika kita sehat, gerakan yang kita lakukan tentulah sangat jelas terlihat. Tapi karena hanya dengan isyarat, Arin pun terkadang lupa. Di sinilah, menurut Arin dibutuhkan konsentrasi yang kuat dan penuh. Pernah pula, ketika membaca surah karena dalam kondisi berbaring dan mata terpejam, Arin tertidur sesaat. Ada-ada saja pun si Arin ini.

Namun, dia terus berusaha mengembalikan lagi fokus pikirannya hanya kepada Allah SWT. Di saat sakit seperti itulah, ia merasakan ketidak berdayaan dan penghambaan diri yang sangat tinggi pada sang Khalik. Hikmah terbesar yang ia dapatkan andai pun saat itu ia harus menghadap sang Khalik, ia sudah melakukan “komunikasi yang sangat indah” dengan konsentrasi yang penuh dan penghambaan diri yang tinggi. Jika demikian indahnya, maka tidak ada alasan kita untuk meninggalkan shalat ketika sakit. Konon pula saat sehat walafiat.

Wallahu a’lam bishawab

#edisikuatkanhati#

Rumahku, Menggapai Mardhtillah, 10 Agustus 2018

.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Iya bun...perlu konsentrasi super...pernah saya alami karena kondisi berbaring sehingga untuk beberapa detik mengalami tidur sesaat..jazakumulloh sudah diingatkan....

10 Aug
Balas

Hehehe...karena sambil berbaring...njih bunda ? Alhamdulillah, jazakumullah khoiron katsiro atensinya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bunda.

10 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali