Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Ini Dia, Romantisme Ibu Penulis

Ini Dia, Romantisme Ibu Penulis

Kalimat manis nan puitis yang kujadikan judul pada tulisan ini, kutemukan di kolom komentar tulisan Bunda Dyahni Mastutisari yang berjudul Tidak Menulis Pun Tidak Jadi Masalah. Tulisan itu, buktikan seorang ibu masih sempat menulis di sela-sela menjaga dan merawat sang buah hati. Kalimat manis itu bertengger dengan anggun pada komentar Pak Mulya. Kalimat itu sungguh membuatku terpikat akan pesonanya.

Pesona apa? Pesona batapa seorang ibu dengan berbagai rutinitas yang wajib ditunaikannya, tetapi tetap mampu mengolah rasa, pikir dan raga serta karsanya menjadi sebuah tulisan yang layak disantap.

Bagaikan seorang chef yang piawai meracik menu handalan hingga mampu mengikat lidah penyantapnya untuk tidak mudah melupakan sensasi rasa yang ada pada masakannya.

Pesona kalimat manis itu, akhirnya membawaku pada penelitian tipis-tipis akan the power of emak-emak yang selalu berusaha tampilkan tulisan di gurusiana ini, di tengah kesibukan mengurus keluarga dan pekerjaan.

Ternyata, romantisme ibu penulis di blog ini sangat luar biasa. Dari hasil berselancarku selama tiga hari ini (23, 24, dan 25 Desember 2018) kutemukan hasil yang memukau. Mengapa ?

Perhatikan tabel di bawah ini:

Tanggal Tulisan Ibu Tulisan Bapak

23 Desember 45 35

24 Desember 41 28

25 Desember 40 30

Dari jumlah tulisan yang diunggah dalam waktu tiga hari ini, jelas ibu-ibu lebih unggul. Hal ini membuktikan betapa mahluk Allah yang satu ini penuh romantisme. Di tengah tumpukan kegiatannya, masih disempatkan untuk menulis.

Belum lagi ketika menilik aneka ragam tulisan yang diunggah, dari mulai puisi, kolom, cerpen, reportase, best practise atau juga parenting serta opini. Sungguh, hal ini tidak bisa dianggap mudah.

Lantas, apa maksud dari tulisan ini? Membandingkan kehebatan perempuan dan laki-laki? Jawabannya, tidak demikian. Karena Allah telah titipkan kelebihan dan kekurangan dari tiap mahluk yang diciptakanNya.

Tulisan ini, hanya ingin sampaikan apresiasi untuk ibu-ibu yang sudah begitu semangat untuk coba hidupkan geliat literasi. Ternyata tuntutan kewajiban tugas di rumah ataupun di tempat dinas tidak selalu jadi hambatan untuk menulis. Mungkin, inilah salah satu hikmah dari pribahasa banyak berjalan banyak dilihat dianalogikan menjadi banyak bekerja banyak pula yang bisa dituliskan.

Karena ibu madrasah pertama bagi anak-anaknya, insyaallah menghidupkan ruh literasi di dalam keluarga akan menjadi lebih mudah.

Ibu, betapa romantisnya dirimu. Mampu kumpulkan kata demi kata menjadi kalimat bermakna. Meski selalu ada skala prioritas dalam kewajibanmu, namun tak surutkan semangat di dada. Berharap ada manfaat bagi diri,keluarga, dan jika mungkin kepada sesama.

Wallahu a’lam bishowab.

#edisiglk#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 26 Desember 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Andaikan romantis itu selalu ada paasti ruang sidang perceraian sepi. Salam Literasi

28 Dec
Balas

Power of emak-emak ternyata mampu getarkan rumah gurusiana. Di sela kesibukan masih sempatkan menuliskan ratusan kata, dan berbagi ide pada yang lain. Tak mudah melakukannya. Emak-emak memang luar biasa, pantaslah tersemat julukan ibu sebagai pendidik pemula. Terimakasih ibu, untuk tulisan indah pembangkit semangat dalam menulis, meski Ayu tak seproduktif gurusianer lain dalam hasilkan karya.

26 Dec
Balas

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah semata. Tulisan ini, hanya tulisan emak-emak biasa, bu guru. Hanya barisan kata untuk menyemangati diri sendiri di antara kedap-kedip semangat yang bagaikan lampu minyak tertiup angin. Tulisan yang masih jauh panggang dari api, konon pula bermakna. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya, bu guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

26 Dec

Ayo bapak 2 jangan ketinggalan sama ibu2. Moga tetep produktif. Salam semangat! Yes...yes..!

26 Dec
Balas

Hehehe...semangat...semangat...pak guru. Jazakallah khoir untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, pak guru.

26 Dec

Hidup emak-emak. ..he he Barakallah bunda.

26 Dec
Balas

Alhamdulillah wa syukurillah. Semoga kita senantiasa dapat mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Barakallah, bunda.

26 Dec

Alhamdulillah...the power of emak-emak... Semoga para rmak di gurusiana ini semaiin lihai mengatur waktunya hingga tak ada yang merasa terabaikan. Makasih penelitiannya Bunda Rai..inspiratif. Sehat n sukses Bund...barakallah

26 Dec
Balas

Alhamdulillah, begitu banyak rahmat dan karunia Allah pada kita. Semoga Allah senantiasa limpahkan rahmaan dan rahiimNya jika kita selalu manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Jazakillah khoir, bu guru. Barakallah.

26 Dec

Maaf, bapak ibu , tabelnya koq jadi begitu ya ketika dicopas. Padahal aslinya tidak demikian. Inii saya tulis pake tablet. Mohon maaf, akan saya pelajari dan diedit kembali. Afwan.

26 Dec
Balas

Pantaslah Allah berikan keitamaan pada kaum ibu, karena begitulah ibu-ibu, di tengah kesibukan luar biasa, tapi masih mampu melakukan banyak hal, namun bukan berarri menafikan laki-laki atau bapak. Memang surga di bawah telapak kaki ibu, namun surga seorang ibu (isteri) ada pada seorang suami (ayah). Teruntai doa untuk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kakak diberikan kesehatan dan barakallah

26 Dec
Balas

Alhamdulillah, Allah Maha Mengetahui kelebihan dan kekurangan apa yang harus dikaruniakan pada mahlukNya. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Barakallah, deq.

26 Dec

Emakk...Love you, Emak. Bunda adalah ibu kita... Mksh tulisan semangatnya, Bun. Sehat dan bahagia Bunda dan sahabat...

26 Dec
Balas

I love you too.... Alhamdulillah. Jazakillah khoir. Barakallah, bunda Fila....❤❤❤

26 Dec

Apakah mungkin ibu-ibu lebih banyak kesepian dibandingkan bapak-bapak...sebuah hipotesis... Sukses selalu

28 Dec
Balas

Seorang ibu memang luar biasa disamping kelembutan yang dimilikinya ternyata menyimpan rahasia keuletan.Barakillah ya habiby

26 Dec
Balas

Alhamdulillah, jika demikian. Jazakallah khoir apresiasinya untuk para ibu. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, mbah buya.

26 Dec

Alhamdulillah... Hati saya sll senang dan bahagia bila membaca tulisan ibu, puas debgan tatanan bahasa yang ubdah dan sll ada pembeljaran di dalam kisahnya... Memang betul kata ibu.. Kaum ibu memang seorang revolusioner kehidupan yang mampu mengubah dinamika hidup seseorang menjadi lebih hidup... Terima kasih ibuku sayang

27 Dec
Balas

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Insyaallak, kita para ibu selalu dapat bersyukur aksn begitu banyaknya nikmat yang dikaruniakanNya kepada kita. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

27 Dec

Di sinilah kehebatan emak emak. Ternyata punya kemampuan multitasking. Mulai dr urusan dapur, anak dan kantor smuanya dilahap, eh bisa nulis lagi. Hebatttt. Salam buat emak emak penulis, smoga wadah ini menjadi sarana silaturrahmi dan saling berbagi ilmu. Barakallah

26 Dec
Balas

Alhamdulillah, kemampuan multitasking yang dikaruniakan Allah kepada kita semoga senantiasa kta syukuri dengan memanfaatkannya sebaik mungkin. Jazakillah khoir untuk kunjungannya, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

26 Dec

Alhamdulillah memang luar biada emak-emak, semoga bapak -bapak termotivasi untuk menulis.

02 Jan
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali