Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Inilah Cerita Hati
Fiqih Syahbanu

Inilah Cerita Hati "ADIRAI" Episode 16 : Aku Ingin Menjadi Kupu-Kupu oleh Fiqih Syahbanu

Terkadang orang tua lupa, meski anak terlahir darinya tetapi tetap saja anak memiliki kepribadian dan keinginannya sendiri. Maka dengan alasan memberikan yang terbaik bagi anak, orang tua memaksakan kehendaknya untuk dipatuhi oleh anak-anaknya. Sementara keinginan orang tua terkadang berbeda dengan keinginan anak. Hal ini sering menimbulkan konflik didalam keluarga. Anak yang bersifat frontal akan melawan pada orang tuanya. Tidak sedikit pula anak yang diam dan merasa tertekan dengan keinginan orang tuanya. Alhamdulillah, Fiqih Syahbanu memberikan respon positif terhadap keinginan orang tuanya yang ternyata berbeda dengan keinginannya.

Inilah Cerita Hati Adirai episode 16.

Judul : Aku Ingin Menjadi Kupu-Kupu

Penulis : Fiqih Syahbanu (Siswa kelas VIII-1 SMP Budisatrya

Medan. Menjabat sebagai Ketua Green and Clean Club

SMP Budisatrya. Selalu aktif dan bertanggung jawab atas

Tugas yang diamanahkan kepadanya.)

Meski aku berasal dari keluarga yang berkecukupan, aku dilatih hidup sederhana oleh kedua orang tuaku. Aku pun sangat bersyukur atas semua karunia yang diberikan Allah SWT kepada keluarga kami. Aku selalu berjalan kaki untuk berangkat ke sekolah. Kata ibuku, selain membuat tubuhku menjadi sehat, beliau juga ingin mengajarkan kepadaku tentang kesederhanaan.

Aku pun selalu bersyukur pula, meski aku rajin mengulangi pelajaran tetapi nilaiku selalu pas-pasan. Apakah karena daya pikirku yang kurang atau cara belajarku yang salah, aku tidak tahu. Tapi aku tidak putus asa untuk terus belajar dan berdo’a. Semester inipun, ketika penerimaan raport aku harus menerima dengan nilai-nilaiku yang pas-pasan.

Di semester baru ini, sekolah mengumumkan jenis-jenis kegiatan ekskul yang bisa kami pilih dan ikuti. Aku memilih untuk mengikuti ekskul seni tari. Karena aku memang menyukai seni gerak itu ketimbang seni suara ataupun seni rupa. Sesampai di rumah, aku memberitahu kedua orang tuaku perihal kegiatan ekskul yang kupilih. Tetapi diluar dugaanku ternyata ibuku tidak menyetujui seni tari yang menjadi pilihanku.

Dengan nada sedikit membentak ibuku menegaskan kembali padaku bahwa aku tidak diizinkannya untuk mengikuti ekskul seni tari. “Kalau ibu bilang tidak boleh, ya tidak boleh,” demikian ibuku menegaskan hal itu. “Tapi kenapa bu? Aku menyukai seni tari dan aku tidak bisa melukis atau menyanyi bu,” pintaku memelas pada ibu. “Kamu itu anaknya gampang kecapekan dan sakit. Lagi pula kamu kan anak laki-laki ngapain juga suka seni tari segala macam,” ibuku masih tetap saja dengan pendiriannya.

Hatiku tahu kalau ibu sangatlah sayang kepadaku, itu sebabnya beliau tidak mengizinkan aku mengikuti ekskul seni tari. Aku memang mudah sakit jika kecapekan. Karena itu aku akan buktikan pada kedua orang tuaku bahwa pilihanku ini dapat kupertanggung jawabkan. Aku akan lebih baik lagi menjaga kesehatanku dan juga cara belajarku. Kesukaanku pada seni tari memang tidak bisa kubendung. Aku ingin lincah seperti kupu-kupu yang terbang kesana kemari memamerkan keindahannya dan memberikan manfaat pada orang lain. Kata guruku, aku jangan menyerah tetapi harus terus berusaha dan berdo’a untuk membuktikan bahwa pilihanku dapat kupertanggung jawabkan. Ya Allah kabulkanlah permohonanku.

Komunikasi yang terjalin baik antara orang tua dan anak insyaallah akan memberikan solusi yang baik bagi perselisihan pendapat yang muncul diantara mereka. Wallahu a’lam bishawab.

Kita tunggu cerita hati Adirai episode berikutnya ya…

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 13 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga full Barokah dan mencerahkan para orang tua

13 May
Balas

Aamiin ya Robbal 'alaamiin. Alhamdulillah, jazakillah khoir bunda. Kangen banget dengan komen bunda yang selalu menyemangati. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bunda.

14 May

Cerita singkat, tp ngena, emosi pbaca sdh larut. Ini siap dibukukan ya bun? Orang tua bagus kl baca ya? Trim

13 May
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir bunda. Insyaallah akan kita siapkan cerita-cerita inspiratif bagi orangtua. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bunda.

13 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali