Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Inilah Cerita Hati
Nova Amelia (Siswa kelas IX-1 SMP Budisatrya Medan)- Dokpri.

Inilah Cerita Hati "ADIRAI" Episode 18 : Aku Belajar dari Mereka oleh Nova Amelia

Ada rasa yang mengharu biru ketika Adirai ( Anak Didik bu Rai) ternyata masih terus semangat menulis meskipun tanpa kehadiranku bersama mereka. Kemarin sore, masuk pesan dari Nova Amelia : “Bu…, kami udah menulis lagi.” Langsung kusahuti, “Mana Nov, kirim ke ibu.” Nova pun segera mengirimkan tulisannya kepadaku via WA. Kali ini Nova bercerita tentang bagaimana dia belajar dari kerasnya kehidupan di pasar tempat ia berbelanja kebutuhan rumah sehari-hari. Tulisan Nova ini menggambarkan betapa anak seperti Nova dapat merasakan sulitnya mencari nafkah untuk kehidupan sehari-hari. Itu sebabnya Nova selalu merasa harus bersyukur.

Inilah cerita hati Adirai episode 18 :

Judul : Aku Belajar dari Mereka

Penulis : Nova Amelia ( Siswa kelas IX-1 SMP Budisatrya

Medan). Yang paling kuingat dari Nova Amelia, rajin

shalat dhuha dan kalau ulangan biologi sering kali

mendapat nilai 100.

Pagi itu udara sangat cerah sekali. Sang surya memancarkan cahaya dengan garangnya. Seolah lapisan ozon pun tak mampu menahan panasnya. Melihat cahaya yang begitu terang benderang, banyak orang yang takut terpapar langsung dengan cahayanya. Termasuklah diriku. Karena saat itu sedang libur, aku lebih memilih di rumah saja. Dan memang aku termasuk anak yang lebih suka didalam rumah ketimbang bermain di luar. Itu sebabnya banyak teman-temanku yang menyebutku anak rumahan.

Tetapi, hari itu kakakku mengajakku untuk menemaninya ke pasar. Waduuh, selain panas yang cukup tajam, akupun memang malas keluar rumah. Namun, karena keperluan ke pasar adalah demi memenuhi kebutuhan bersama, yaa..aku pun terpaksa ikut serta akhirnya. Kalau tidak ingin kelaparan karena tidk berbelanja. Panas yang terik pun kami lewati.

Sesampai di pasar aku melihat betapa ramai dan riuhnya suasana. Terdengar para pedagang berteriak-teriak menawarkan dagangannya dengan suara kuat yang terlihat jelas dari urat leher mereka yang menegang. Keberadaan pedagang-pedagang itupun beraneka ragam. Ada yang berjualan sambil berdiri dan berjalan, ada yang duduk hanya beralaskan goni plastik atau terpal adapula yang menggunakan meja.

Selain itu ada yang berlindung dengan payung yang besar dari panasnya matahari namun tidak sedikit pula yang tanpa pelindung dan penutup kepala. Mereka seakan tidak menghiraukan panas dan penat yang mendera. Jumlah barang dagangan mereka pun berbeda-beda. Ada yang banyak, tetapi ada pula yang kulihat hanya berjualan beberapa ikat sayuran atau tumpukan buah-buahan.

Melihat jumlah dagangan yang sedikit, ilmu matematikaku pun mulai berjalan, dan aku berpikir sendiri didalam hatiku,”Berapalah keuntungan yang mereka peroleh dengan dagangan yang hanya sedikit itu?” Belum lagi ibanya perasaanku ketika melihat mereka seakan-akan tidak menghiraukan panas yang menerpa. Ditambah lagi banyak orang yang hanya melewati mereka seolah tidak memperdulikan mereka menawarkan dagangannya.

Beginilah beratnya perjuangan mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Didalam hatiku, aku bersyukur mau ikut menemani kakakku ke pasar, karena aku dapat memperoleh pelajaran yang berharga dari apa yang kusaksikan sendiri. ” Ya Allah jadikan aku hambaMu yang selalu bersyukur atas semua nikmat yang Kau berikan padaku. Ayah, ibu kuucapkan terima kasih untukmu”. Aku menjadi malu ketika ingat bahwa selama ini aku hanya tahu meminta kepada kedua orang tuaku tanpa mengerti bahwa mencari nafkah itu sangatlah berat.

Itulah yang dirasakan oleh seorang Nova Amelia, ketika menyaksikan kehidupan pedagang di pasar. Semoga di luar sana, banyak anak-anak yang juga memiliki kepekaan rasa seperti Nova. Kita tunggu cerita hati Adirai episode selanjutnya ya…

Wallahu a’lam bishawab

#edisigls#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 9 agustus 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Anak sholehah yang pintar, smg tercapai yg dicita2kannya.. Smg terus bermunculan siswa2 yang sholeh yang pintar, peka, peduli dan selalu bersyukur ya bunda..

09 Aug
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Betul...bunda. Nova ini udah wajahnya imut, sholeha dan pinter pula. Jazakumullah khoiron katsiro. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....bunda.

09 Aug

beruntungnya mereka, dimana kaki berpijak, selalu ada hikmah yang dipetik.

09 Aug
Balas

Betul pak guru. Sangat beruntung bagi orang-orang yang bisa "membaca" keadaan di sekitarnya untuk memperoleh " mutiara hikmah". Jazakumullah khoiron katsiro. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...pak guru.

09 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali