Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Inilah Cerita Hati ADIRAI Episode 20 : Another Robin Hood
Intan Ariestianty : Foto repro

Inilah Cerita Hati ADIRAI Episode 20 : Another Robin Hood

Bullying kerap terjadi di sekeliling kita. Intan Ariestianty siswa kelas IX-1 SMP Budisatrya Medan, mencoba tuangkan isi hatinya terhadap masalah ini. Ketua divisi Hidroponik dan Penghijauan di Green and Clean ini, merasakan ketidak adilan pada orang-orang yang dibully. Semoga tulisan ini mampu membuka mata hati kita akan hal-hal yang sering mengintai keselamatan anak-anak kita baik fisik ataupun psikis.

Inilah cerita hati ADIRAI episode 20: Another Robin Hood oleh Intan Ariestianty.

Namaku Cakrawala Alam, panggil saja Alam. Usiaku sekarang sudah 17 tahun. Aku ingin bercerita kepada kalian tentang diriku yang ingin sekali menjadi seperti Robin Hood.

Aku pernah mendengar pepatah “Mata dibalas mata” dan aku sangat setuju dengan itu. Di dunia yang kejam ini, aku yakin manusia butuh keadilan. Mereka harus bertanggung jawab atas apapun yang mereka buat. Contohnya saja seperti harimau memakan rusa, dan manusia datang untuk membunuh harimau.

Menurutku, manusia juga perlu melakukan hal yang sama. Lalu, mengapa manusia takut untuk membalaskan dendam mereka? Karena ada tatanan hukum yang mengekang mereka? Sebelum itu, aku ingin bertanya kepada kalian. Apakah hukum dibuat untuk dilanggar atau dipatuhi? Mungkin kalian akan menjawab untuk dipatuhi. Tapi aku tidak.

Hukum mungkin perlu dilanggar agar keadilan itu benar-benar tercapai. Kalian pasti akan beranggapan jika aku sama saja seperti para pembunuh di luar sana? Lantas, bagaimana dengan mereka yang membunuh secara tidak langsung? Seperti membully, misalnya.

Mereka membunuh psikis seseorang yang mereka bully hampir tiap hari. Itu benar-benar trik yang sangat halus untuk membunuh orang. Kita juga bisa melihat, ada berapa banyak orang yang meninggal karena bullying? Lalu apa yang dilakukan penegak hukum? Kurasa tak ada. Mereka bebas tanpa syarat dan hidup tanpa adanya beban.

Disinilah, aku ingin menjadi Robin Hood. Tetapi dengan versi yang lain. Karena jika aku hanya bersuara, mereka tak akan menghiraukanku. Tapi jika aku melakukannya, mereka akan terkejut dan menyesalinya. Tapi itu sudah terlambat.

Itu yang selalu dirasakan oleh manusia. Penyesalan yang selalu datang di akhir cerita. Tapi apa boleh buat? Itu karena tindakan bodoh mereka dan mereka harus bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

#stopbulyying#

Kita nantikan cerita hati ADIRAI episode berikutnya.

Wallahu a’lam bishowab.

#episodegls#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 27 Desember 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Karya anak didik Bunda Rai sungguh luar biasa. Mampu suarakan yang terdiam. Bully ibarat hantu di siang hari pada sebagian anak, membuat mereka beku, terpatung tak bisa melawan. Menelan segala sakit hati dan kekecewaan pada pelaku. Bully adalah pedang pembunuh psikis. Tak terhitung korban bullying menjadi trauma dan depresi. Ayo, kita lawan ! Meski tidak balas dendam dengan cara yang sama, minimal kita bisa teriak, suarakan stop bullying !. Terimakasih, Ibu.

27 Dec
Balas

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. ADIRAI baru belajar tertatih-tatih, bu guru. Mohon doa restu untuk kami semoga tetap semangat tegakkan literasi sejak dini. Salah satunya dengan menuliskan apa yang dirasakan dan dialami sehari-hari. Banyak godaan dan hambatan yang sering menerpa. Semoga selalu ada semangat untuk menghalaunya. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bu guru.

27 Dec

Cerita yang luar bias. Ditulis dengan bahasa yang lumayan menohok. Salut dengan ananda Ariestanty. Salam njih bun? Barakallah

27 Dec
Balas

Alhamdulillah, semoga Intan Ariestianty terus istiqomah menulis. Menuliskan apa yang diarasa dan dialami. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

27 Dec

Tulisan yang luar biasa dari Anak Didik Bunda Rai....mantaap Bund,,,Hasil pembelajaran dari seorang penulis yang hebat, lahirlah karya yang hebat. Sehat dan sukses Bunda Rai...barakallah

27 Dec
Balas

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Mohon doa restunya bu guru, agar ADIRAI tetap semangat. Jazakillah khoir. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bu guru.

27 Dec

Subhanallah, tulisan yang sangat menggetarkan hati dan pikiran. Sangat biasa, anak seumur 17 tahun ingin melakukan sesuatu, karena kejadian yang sering dialami anak sebayanya dan amat berdampak besar untuk ke depannya. Karena memang kejadian tersebut tak dapat terjamah oleh tangan hukum, maka tak heran ia inginkan menjadi pahlawan seperti Robin Hood. Sukses selalu kak. Salam untuk Adirai. Teruntai doa untuk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kakak diberikan kesehatan dan barakallah

27 Dec
Balas

Ingin menjadi Robin Hood agar dapat membrantas kebathilan sementara tangan hukum tak mampu menyentuhnya. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, deq.

27 Dec

Mantaps...tulisan yang sangat.dalam ...Salam sukses untuk ananda Intan..

28 Dec
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya.Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

30 Dec

Dalam dan luas yg ditulisnya. Stop bullying. Sukses dan tercapai cita-cita Adirai...

27 Dec
Balas

Betul, Bunda Fila. Stop bullying. Banyak anak-anak yang terkepung masalah ini. Semoga fapat diurai dengan

27 Dec

Betul, Bunda Fila. Stop bullying. Banyak anak-anak yang terkepung masalah ini. Semoga fapat diurai dengan dengan bijaksana. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

27 Dec

Virus Literasi sudah menjalar kemana-mana... Sukses selalu

28 Dec
Balas

Ada pak guru, rupanya. Insyaallah virus literasi akan mudah menginfeksi seluruh lapisan masyarakat.Jazakallah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya, pak guru. Barakallah.

30 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali