Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Iqra' , Bacalah ! Allah Mengajarkan Manusia Apa yang Tidak Diketahuinya (Menciptakan Anak Berkualitas Bukan di Bangku Sekolah) : Bagian 2

Iqra' , Bacalah ! Allah Mengajarkan Manusia Apa yang Tidak Diketahuinya (Menciptakan Anak Berkualitas Bukan di Bangku Sekolah) : Bagian 2

( Pada tulisan sebelumnya diceritakan tentang kejadian manusia seperti yang Allah jelaskan didalam surah Al Mu’minun ayat 12-15 yang terjemahnnya sebagai berikut : “ (12). Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah. (13). Kemudian kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (14). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia mahluk yang ( berbentuk) lain. Maka Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik. (15). Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar mati.” Perkembangan dunia kedokteran modern pun mengakui kebenaran dari teori yang ada didalam Al Qur'an ini. )

Dari sudut pandang ilmu kedokteran yang merujuk pada ayat-ayat Allah, kita bisa mengambil pelajaran untuk kemudian melakukan usaha dalam hal pembentukan anak yang berkualitas. Pada trimester pertama kita bisa melihat bahwa pertumbuhan sistem saraf pusat dan fungsi otak merupakan prioritas utama. Disinilah ditanamkan pengertian pada ibu-ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizi janin agar pertumbuhannya optimal terutama pertumbuhan sistem saraf pusat tadi. Tetapi disini pula saat-saat dimana seorang ibu yang hamil tidak kuat mengalami perubahan ( yang kita sebut ngidam)., bahkan kehilangan nafsu makannya. Maka dengan berbekal ilmu pengetahuan seorang ibu harus siap “lahir batin” agar anak yang dilahirkan memiliki “kualitas”. Ilmu pengetahuan yang dimiliki dan keinginan yang kuat untuk memiliki bayi yang “sehat” tentunya akan mengalahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama masa “mengidam” tersebut.

Selain perkembangan fisik dari janin, perkembangan psikis janin merupakan hal yang paling penting pula harus diperhatikan. Jangan pernah mengira bahwa janin didalam rahim tidak dapat atau tidak tahu apa-apa. Tetapi yang benar bahwa semua janin yang ada didalam rahim ibu dapat mendengar dan merasakan apa yang terjadi pada si ibu dan ini mempengaruhi perkembangan psikisnya..

Dalam ilmu Embriologi, janin ketika masih berada didalam rahim ibunya telah bisa mendegarkan pesan-pesan yang diberikan melalui ibunya. Kemudian barulah matanya yang berfungsi ketika bayi telah terlahir sehingga dapat melihat apa-apa yang ada di sekelilingnya. Para pakar kedokteran modern pun membuktikan bahwa organ pendengaran telah berfungsi ketika janin masih didalam rahim dengan memperdengarkan musik-musik klasik. Namun penelitian berikutnya telah pula membuktikan bahwa memperdengarkan lantunan ayat-ayat suci Al qur’an jauh lebih baik dampaknya bagi perkembangan janin. Hal ini dapat diamati dan dibuktikan melalui ultrasonografi.(www.kabarmakkah.com). Ini pulalah yang menjadi dasar mengapa Allah mengajarkan kepada kita agar memperdengarkan suara azan dan iqomah ke telinga bayi yang baru lahir. Karena organ pendengarannya sudah berfungsi dan agar kalimat pertama yang didengarnya adalah kalimat tauhid. Allahu akbar, Maha besar Allah.

Proses kejadian manusia baik dari sudut pandang Al Qur’an dan pengetahuan telah kita ketahui. Mari sama kita aplikasikan dalam kehidupan kita agar dapat kita wujudkan keinginan kita untuk memiliki generasi yang berkualitas fisik dan berakhlakul karimah. Allah sudah menentukan takdir tiap-tiap mahluknya. Tetapi takdir itu adalah rahasia Allah. Maka kita sebagai hambanya wajib berusaha untuk melakukan yang terbaik . Usaha-usaha yang dapat kita lakukan setelah tentunya kita berserah diri kepada Allah SWT, dalam hal ini antara lain;

1. Mengusahakan makanan yang bergizi bagi tumbuh kembang janin didalam rahim.

2. Kalahkan rasa malas, sakit dan berbagai rasa tidak enak dan tidak nyaman lainnya demi petumbuhan dan perkembangan buah hati (janin) yang optimal. Yakinlah, jika keinginan kita sangat kuat untuk mengalahkan hal ini dengan bantuan Allah SWT semuanya akan baik-baik saja.

3. Membiasakan diri melakukan hal-hal yang baik (Misal: membaca Al qur’an yang dirutinkan) karena ternyata janin dapat mendengar dan merasakan apa yang dilakukan ibunya.

4. Perdengarkan azan begitu bayi terlahir. Karena azan sebaik-baik kalimat yang harus pertama didengarkan bayi pada saat dia terlahir.

5. Berikan nama yang baik sesuai petunjuk Al qur’an dan hadits

6. Berikutnya pendidikan yang baik harus diadapatkan si anak yang dimulai dari dalam keluarga, berikutnya sekolah dan masyarakat.

Semoga Allah memperkenankan semua usaha kita untuk menciptakan generasi yang “berkualitas” , sehat fisiknya dan berakhlakul karimah pula. Wallahu a’lam bishawab.

#edisibelajarmembaca#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 6 Juni 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bagus sekali bu, muatan pendidikan karakter sejak dalam kandungan dan ketika anak lahir. Bila diikuti bisa mencetak anak-anak yang sholeh dan sholehah. Keren, luar biasa..

06 Jun
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir. Betul bu Eko, memang harus dimulai sejak didalam kandungan. Karena pertumbuhan fisik dan mental ternyata sudah dimulai dari sana. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

06 Jun

Luar biasa Bunda..alhamdulillah itu sdh Bucan lakukan kepada kedua anak Bucan sendiri ketika hamil dulu..hehe..

06 Jun
Balas

Alhamdulillah...jika demikian, dan bucan sudah lihat sendiri hasilnya kan ? Salam sehat dan sukses selalu buat bucan. Barakallah.

06 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali