Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Jangan Mau Jadi Teman Setan
Dokpri

Jangan Mau Jadi Teman Setan

“Ibu setelah ini, masuk ke XII IPA2?” tanya Hady sang ketua kelas XII IPA1. Aku mengiyakan sambil memasukkan buku ke dalam ranselku. Fikry terlihat membantu Hady membawa buku-buku paket dan ranselku menuju ke kelas berikutnya. Sejenak, mereka sudah menghilang di balik pintu.

Aku masih mengatur posisi kaki agar tak salah berdiri. Karena seminggu ini, aku berlatih tidak lagi menggunakan walking frame yang selama ini setia menemani. Jadi, aku butuh waktu untuk bisa berdiri dengan pas. Aku masih akan melangkah, namun Hady dan Fikry sudah kembali lagi masuk ke ruangan.

Seakan mengerti apa yang akan aku tanyakan, Hady sudah menjawab tatapan heranku. Sambil meletakkan kembali buku-buku paket yang dibawanya di meja terdepan, ia berucap: “Masih ada Bu Debora di IPA2, Bu. Sedang membagikan nomor ujian untuk simulasi UNBK hari Senin.” Aku pun kembali duduk untuk menunggu Bu Debora menyelesaikan tugasnya.

“Bu, kita cerita rencana perpisahan aja yuk, Bu?” Tiba-tiba terdengar suara nyeletuk dari tengah barisan. Aku pun menyetujui. “Anak IPA4, sudah foto di studio, Bu,” Desnia memulai pembicaraan masalah perpisahan ini. “Oh...ya. Menghabiskan dana berapa mereka. Dress codenya?” Aku langsung bertanya.

“Delapan ratus ribu, baju sekolah aja Bu. Putih abu-abu,” Desnia kembali menjelaskan. Ntah karena aku yang gak gaul alias ketinggalan zaman tapi aku merasa dana sejumlah itu hanya untuk mengabadikan momen kebersamaan, rasanya koq sayang yaa.

Aku sangat mengerti situasi perekonomian di kelasku ini. Bahkan masih banyak yang rapor mereka yang menumpuk di kantor karena tersangkut kewajiban administrasi sekolah yang belum dilunasi. Lhaa, sekarang mau menggelontorkan dana untuk foto pula.

Maka, “Begini saja nak, kemarin waktu tujuh belasan, Ibu ingat kelas kita juara fotografer. Kita berdayakan itu. Kita foto di sekolah. Tinggal atur waktunya. Pilih view yang menarik. Buktikan bahwa kita juga bisa wow tanpa harus mengeluarkan dana yang sebenarnya kita tak bisa. Jangan sampai kamu tersenyum bahagia hanya di foto tetapi sebenarnya menderita di kantong.” Kudengar anak-anakku meneriakkan satu kata: ”Setujuuu.”

Dalam hidup ini, kita harus bisa mengatur diri. Dana sebesar itu, mungkin tiap orang punya cara pandang yang berbeda. Jangankan delapan ratus ribu rupiah, untuk seribu rupiah pun ada yang sulit mendapatkannya. Di sekolah kami masih banyak yang tergolong elit (ekonomi sulit).

Mengabadikan kebersamaan, tidak harus menghamburkan lembaran rupiah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Yang jelas, sesuaikan dengan kemampuan diri. Allah pun sangat tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan. Mubazir! Perbuatan setan.

Sikap melampaui batas termasuk dalam masalah harta dan selainnya, Allah Subhanahu wataala mengingatkan hamba-hambaNya dari perbuatan tersebut:

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A'raaf ayat 31)

Wallahu a'lam bishowab.

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 3 Pebruari 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Subhanallah, Kak Rai selalu punya solusi mantaps untuk menyelesaikan masalah tanpa masalah, loh kok seperti slogan pegadaian yah, hehehe. Teruntai doa untuk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kakak diberikan kesehatan dan barakallah

03 Feb
Balas

Hehehe...biasa menggadaikan, kayaknya.❤❤❤ Ah...cuma sekadar mengingatkan mereka akan potensi yang ada. Jazakillah khoir, Deqquuu. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Sepakat sekali Bunda Rai.. Jauhi hal2 yang berlebihan. Barakallah Bunda..

03 Feb
Balas

Bismillah. Semoga kita terhindar dari hal-halsedemikian. Jazakillan khoir untuk kunjungannya, Bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Anak-Anak yang masih labil ini, perlu pengawasan dan pengarahan dari wali kelasnya. Barakillah mbah Uthi

03 Feb
Balas

Njih, Mbah Buya. Jazakallah khoir nasehatnya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Kesederhanaan ya Bun, yang sudah di contoh kan sama Nabi Muhammad SAW dan sahabat. Sukses selalu bunda dan barakallah

03 Feb
Balas

Sederhana dan jangan berlebihan. Betul, Bunda itu yang dicontohkan Rasulullah SAW. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya. Salam sehat dan sehat selalu. Barakallah, Bun.

03 Feb

Benar bunda, jangan mau jadi teman syetan, tapi adakalanya, malah syetan yang maksa berteman dengan kita. barakallah bunda

03 Feb
Balas

Hehehe...kalau setan sih memang demennya maksa kita jadi temannya. Naudzubillahi minassyaithonirrojiim. Jazakallah khoir untuk kunjungannya, Pak Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

alhamdulllah... ingatan segar kembal setelah disiram dengan curahan dari potongan ayat Al Qur'an, mudah-mudahan kita semua bisa mengamalkannya. amin

03 Feb
Balas

Aamiin yaa robbal alaamiin. Alhamdulillah ada Bunda Noor Saidah. Sudah lama ndak muncul, Bun. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali