Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Ketiadaan Ilmu Membuat Manusia Buta ( Catatan Tarawih Malam 27 Ramadhan )

Ketiadaan Ilmu Membuat Manusia Buta ( Catatan Tarawih Malam 27 Ramadhan )

“Bapak , ibu yang dirahmati Allah, malam ini terlihat banyak kemajuan,” demikian kalimat pembuka dari Al ustadz muda alumni Kairo Mesir itu. Aku belum sempat berfikir kemajuan apakah yang terjadi malam ini, sang ustadz muda sudah melanjutkannya, “Lihatlah bapak ibu, shaf shalat tarawih kita sudah maju dibandingkan malam-malam kemarin apalagi jika dibandingkan dengan malam pertama.” Kulihat para jamaah mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju.

“Apa yang menyebabkan hal ini terjadi,” sang ustadz melanjutkan retorikanya. Kusebut retorika karena aku yakin pasti beliau akan menyambung pertanyaan dengan jawabannya. “Ketiadaan ilmu membuat manusia buta,” satu baris kalimat diluncurkan al ustadz sebagai kunci jawaban dari pertanyaan beliau. “Seandainya manusia tahu keberkahan dan kemuliaan yang dibawa oleh ramadhan, maka mereka akan minta ramadhan sepanjang tahun. Hal ini jelas disampaikan oleh Rasulullah SAW didalam sabda beliau,” demikian penjelasan yang disampaikan sang ustadz bersuara merdu itu. “Maka mesjid-mesjid pun akan tetap ramai seperti di awal ramadhan.”

Banyak riwayat yang mengatakan bahwa turunnya lailatul qadar yaitu pada sepuluh malam terakhir terutama di malam-malam ganjil. Tetapi ketiadaan ilmu membuat banyak diantara kita yang justru lalai menjaga malam-malam tersebut. Sebagai contoh “kemajuan” shaf shalat tarawih yang dapat kita lihat jelas terjadi di mesjid-mesjid. Padahal shalat tarawih hanya dapat kita lakukan di bulan ramadhan. Membiarkan ramadhan berlalu tanpa diisi dengan shalat tarawih merupakan salah satu gambaran ketiadaan ilmu.

Sekali lagi, ketiadaan ilmu membuat keramaian yang pada awal-awal ramadhan yang memenuhi semua mesjid menjadi berpindah ke pusat perbelanjaan atau tempat- tempat lainnya. Hanya tinggal beberapa hari lagi, mau tidak mau, suka tidak suka, ramadhan segera pergi meninggalkan kita. Pergi membawa semua keberkahan dan kemuliaannya. Akankah kita bertemu dengan ramadhan di tahun berikutnya? Wallahu a’lam bishawab. Yang sudah berlalu tidak bisa terulang kembali. Hanya do’a dan harapan semoga Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan ramadhan yang akan datang. Aamiin ya robbal alaamiin.

Suasana kembali hening. Shalat tarawih pun dilaksanakan. Semua jamaah hanyut dalam lantunan merdu ayat ayat suci yang mampu membentuk aliran lembut kristal bening di mata nan mengharu biru. Terbawa ke relung relung hati berharap ikhlas, tidak ada yang lain kecuali memperoleh keridhaanNya.

#edisikuatkanhati#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 12 Juni 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Memang sehati saya pun posting dengan artikel Puasa dan Wanita Semalam saya juga beritikaf dimasjid bersama Pak Kanjeng

12 Jun
Balas

Alhamdulillah..bunda. Semoga mencapai mardhatillah. Pak Kanjeng semoga sudah pulih kembali ya bunda. Mohon ma'af lahir dan bathin. Barakallah...bunda.

12 Jun

Fenomenanya menglobal demikian bunda, shaf hari-hari terakhir demikian adanya untuk Tangerang dan Jakarta juga

12 Jun
Balas

Betul...pak guru. Mungkin karena "ilmu agama" kita masih rendah. Menurut pak ustadz yang kuliah di Mesir, di sana justru malam-malam terakhir semakin ramai dan bacaan imam pun semakin panjang. Kapan kita bisa seperti itu juga ya ? Wallahu a'lam bishawab. Jazakillah khoir ...pak guru. Mohon ma'af lahir dan bathin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

12 Jun

Fenomena yang terjadi dengan sebagian besar masyarakat kita yang terjadi setiap tahun...

12 Jun
Balas

Begitulah....pak guru. Salah satu penyebabnya karena minimnya ilmu agama yang kita miliki. Semoga suatu saat fenomena ini akan berubah. Salam sehat dan sukses selalu. Mohon ma'af lahir dan bathin. Barakallah.

12 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali