Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Ketika Masih Ada yang Bertanya Tentang Gerakan Literasi Sekolah

Ketika Masih Ada yang Bertanya Tentang Gerakan Literasi Sekolah

Ketika masih ada yang mempertanyakan mengapa harus disediakan waktu 15 menit diawal pelajaran untuk kegiatan literasi atau mempertanyakan untuk apa hal itu dilakukan? Akupun memcoba mencari jawaban yang sederhana yang mungkin bisa diterima, tanpa harus ribet berpikir macam-macam.

Jawabanku sederhana saja sesederhana pemikiranku :”Iqra’, bacalah,”. Bagaimana mungkin kita bisa memperoleh informasi(kalau tidak mau dikatakan ilmu) dengan baik jika tidak dibaca? Maka, 15 menit yang kita luangkan itu adalah dalam bentuk pembiasaan sehingga membaca akan menjadi suatu kebiasaan yang kelak akan menjadi kebudayaan yang mewarnai pola sikap kita.

Jika mau lebih gaul lagi, dengan membaca ternyata kita diberitahu bahwa minat baca bangsa kita sangat miris yaitu 0,001 dalam artian pada setiap 1000 orang jumlah penduduk maka yang memiliki minat baca hanya 1 orang. Kitakah yang satu itu? Data ini disajikan oleh UNESCO yang kemudian mendorong diluncurkannya Gerakan Literasi Sekolah.

Selalu dikatakan bahwa buku merupakan gudangnya ilmu dan membaca adalah kunciya. Membuka gudang tanpa kunci tentunya tidak bisa dilakasanakan. Sekarang saatnya kita berikan kunci-kunci pada diri kita, anak didik, dan keluarga kita agar bisa membuka gudang itu dan memperoleh ilmu yang ada didalamnya. Ya, “iqra,” bacalah. Jika kita baru membumikan GLS ini di tahun 2015, ternyata jauh-jauh hari Allah SWT sudah memerintahkan hal ini didalam firmanNya. Karena itu, jangan ragu. Ayo kita lakasanakan GLS ini dengan sebaik mungkin guna tercapainya tujuan pendidikan. Wallahu a’lam bishawab.

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 15 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tidak ada kata terlambat ya bunda...Kita tetap harus berjuang untuk meningkatkan Literasi ke anak didik kita

15 May
Balas

Betul bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Mohon maaf lahir dan bathin. Barakallah.

16 May

Mari Bunda, trus budayakan literasi untuk generasi negeri. Salam literasi

15 May
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir...pak guru. Semangat...semangat. Salam literasi juga dari Medan. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

15 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali