Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Ketika si Raja Gombal Ingatkan Kenangan yang Tak Terlupakan
Dari kiti ke kanan : Koji Pratama, Fadli dan Hadlin, alumni SMP Budisatrya Medan 2016 bersama tiga orang lainnya (tidak tampak di foto) ketika berkunjung ke rumah penulis.

Ketika si Raja Gombal Ingatkan Kenangan yang Tak Terlupakan

(Suatu saat di sebuah kelas 2 tahun yang lalu. Ketika seorang guru masuk ke dalam kelas, terdengar ucapan: “Ternyata ada bidadari pakai kaca mata ya.” Di lain waktu terjadi pula percakapan: “Bu guru membuatku terserang diabetes.” Lantas, “Koq bisa?” Akhirnya, “Ya bisa, karena bu guru manis banget." )

Berat sekali rasanya tubuh ini untuk bangkit dan menemui tamu yang datang. “Siapa ya?” tanyaku dalam hati. “Kelihatannya, siswa-siswa mamak,” demikian anakku menjelaskan seakan tahu apa yang kupikirkan. Perlahan aku pun bangun dan duduk di tepi tempat tidur.

“Sabar ya dek, agak lama dikit nunggu ibunya. Karena ibu agak demam,” kudengar lagi suara anakku memohon pengertian karena gerakanku yang lamban.

Perlahan, masih dengan walking frame aku menuju ke ruang tamu. “Assalamualaikum,” sapaku. Sesaat setelah menjawab salamku, terdengar suara: “ Aduh, tanganku mulai kebas-kebas nih.” Hampir serentak terdengar pula: “ Lho, kenapa?” Dengan tenang yang bersangkutan menjawab: “Iya, diabetesku naik. Lihat ibu, manis banget.” Spontan semua tertawa serentak dan aku sudah langsung bisa menebak siapa yang datang.

Kupastikan dia adalah Koji Pratama si Raja Gombal alumni SMP Budisatrya tahun 2016 beserta kawan-kawannya. Mereka datang membezukku karena baru tahu kondisi kesehatanku hingga hampir satu semester ini tidak mengajar di SMP yang sudah mereka tinggalkan dua tahun yang lalu itu.

Tiap anak memang punya cerita sendiri. Demikian pula tiap kelas bahkan tiap angkatan tahun ajaran yang berbeda. Hal ini kuyakini disebabkan tiap anak memiliki watak, kepribadian dan latar belakang yang berbeda-beda.

Menjadi kewajiban bagi seorang guru untuk mengenali keadaan siswanya agar dapat dengan mudah menemukan metode pembelajaran yang sesuai, dengan demikian tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Raja Gombal dan kawan-kawannya terdiri dari anak-anak yang lebih menyukai suasana outdoor dan bermain. Saat itu, mereka berada di kelas IX-4. Jika dibandingkan dengan kelas paralelnya, prestasi belajar mereka secara teoritis berada di bawah. Tetapi, untuk praktikum mereka sangat cekatan dan nilai mereka bisa lebih unggul.

Dari mereka ini, aku belajar dan semakin mengerti bahwa mengenal karakter anak menjadi modal penting bagi seorang guru. Aku tak mungkin melupakan kenangan bersama mereka. Karena mereka pun tak pernah lupa mengabadikan tiap moment praktikum yang kami lakukan.

Di masa mereka ini pula, kami berhasil menyulap teras berukuran sekitar 7x4 m di lantai 3 menjadi kebun hidroponik yang lumayan menyejukkan mata.

Di sekolah kami, memang tidak ada lagi lahan kosong yang bisa ditanami. Sementara tuntutan kurikulum pelajaran Prakarya saat itu mengharuskan siswa mempelajari budidaya tanaman sayur secara hidroponik.

Pada awalnya teras di lantai 3 itu, digunakan untuk tempat mengumpulkan barang-barang yang rusak dan tidak terpakai. Sehingga terlihat kumuh. Dari situlah aku mohon izin pada yayasan agar lahan itu bisa kualihkan untuk tempat anak-anak praktik menanam. Bertepatan saat itu selain mengajar Biologi, aku juga mengajar Prakarya. Alhamdulillah, permohonanku dikabulkan.

Mengubah keadaan teras yang semula seolah sebagai gudang, menjadi lahan yang siap untuk ditanami bukanlah hal yang mudah. Namun, ketika anak-anak telah menyukai pelajaran yang kita sampaikan, tak ada kesulitan yang akan kita hadapi.

Dengan riang gembira, para siswa berbaris dari mulai areal yang akan dibersihkan di lantai 3 hingga ke lantai dasar. Hanya berjarak sekitar 2m tiap anak, mereka pun secara estafet menurunkan barang-barang dari lantai 3 ke bawah. Selain menghemat energi, mereka juga senang melakukannya. Setelah itu giliran para siswi menyapu areal tersebut hingga bersih.

Praktik budidaya tanaman sayur, awalnya tidak dilakukan secara hidroponik. Tetapi masih menggunakan media tanah yang ditempatkan dalam polibag hitam. Hal ini untuk mencegah ketidak berhasilan jika langsung berhidroponik.

Penanaman sayuran dengan media tanah tentulah lebih mudah dibandingkan dengan hidroponik. Jika langkah pertama ini berhasil, dapat dipastikan akan memacu semangat mereka untuk mencoba hidroponik.

Benar dugaanku, hanya sekitar 1,5 bulan setelah semai mata mereka berbinar-binar melihat tanaman sawi dan kangkung yang mereka tanam. Panenpun dilakukan dengan sangat gembira.

Masuk pada praktik hidroponik, kami pun harus berbenah lagi. Lahan harus dibersihkan, ditambah pula ternyata penyiraman yang dilakukan oleh anak-anak berpengaruh ke lantai 2. Katanya, karena tempat kami menanam di lantai 3 tersebut hanya cor-coran yang tidak disemen lagi. Sehingga air siraman yang banyak tercecer, meresap dan menembus ke bawah. Aku tidak faham betul akan hal ini. Tetapi yang jelas kami memang harus menyulap kembali tempat itu menjadi lahan hidroponik yang rapi dan bersih tanpa rembesan air. Kerja estafet seperti semula pun dilakukan.

Akhirnya, lahan hidroponik pun tercipta dari hasil kerja sama si Raja Gombal dan teman-teman seangkatannya. Adik-adik kelas berikutnya, tak pernah merasakan indahnya kerja estafet yang dilakukan oleh kakak kelasnya. Mereka hanya tahu ada kebun hidroponik di lantai 3.

Lantas, bagaimana mungkin aku bisa melupakan mereka? Tiap anak, tiap kelas, dan tiap angkatan memang selalu punya cerita yang berbeda. Karena itu, kenalilah mereka dengan baik.

“Kak, Kak Wardah manis banget. Tapi, sayang...” terdengar lagi rayuannya untuk salah seorang dari kakak kelas yang ikut berkunjung bersama mereka. “Sayang apaa ?” Salah satu dari mereka menyahutinya. “Sayang..., boong.”

Yealaah...yang dirayu jadi badmood. Namun, tawa riang kembali memenuhi mereka.

Wallahu a’lam bishowab.

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 30 Desember 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bahagia menjadi guru itu, bila bisa membuat anak-anaknya mengembangkan ilmu yang kita sampaikan. Anak-anak mempunyai kebiasaan dan perilaku yang berbeda. Ini seninya menjadi guru. Harus bisa memfasilitasi semua perbedaan itu. Pengalaman saya, baru 3 bulan saja mereka masuk SMA, mereka sudah datang dan laporan kepada saya tentang sekolah barunya, gurunya, PBM dll. Menurut mereka masih blm kekinian. hehehe...mereka katanya rindu masa-masa belajar di SMP bersama saya.Selamat ya.. dan semoga murid-murid kita menjadi slahsatu jembatan kita masuk Syurga Allah SWT. Aamiin...

30 Dec
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakillah khoir, bunda untuk kunjungan dan cerita Bunda yang menginspirasi serta doa yang bunda panjatkan. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

30 Dec

Siswa semacam Koji itu, meski saat ini terasa agak menyebalkan, tapi bisa jadi suatu saat nanti akan bisa membanggakan guru-guru dan sekolahnya. Coba saja amati, Bu. Saya sudah membuktikan terhadap beberapa siswa seperti Koji itu. Barakallah. Semoga Bu Raihana se keluarga selalu dalam lindungan Allah subhanahu wataala.

30 Dec
Balas

Betul, Pak. Meskipun raja gombal, tapi dia sayang banget sama mamanya. Pernah dia beli kado ulang tahun untuk mamanya di on line shop anak saya. Teman-temannya juga sayang padanya. Insyaallah apa yang bapak katakan tentang anak seperti Koji akan terwujud. Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakallah khoir untuk kunjungan dan doa bapak. Teriring ucapan yang sama, semoga Pak Edi dan keluarga senantiasa dalam ridho Allah subhanahu wataala. Barakallah.

30 Dec

Wah siswa yang unik bunda. Sudah begitu memiliki karakter kepribadian yang baik. Meluangkan waktu untuk berkunjung ke guru tercintanya. Semoga bunda segera sehat, tetap bahagia selalu, serta sukses pada beragam hal yang dilakukan, baik yang sedang dan akan dilakukan. Barakallah.

30 Dec
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakallah khoir, pak guru. Selalu ada yang unik dan membuat kita bahagia dari tingkah polah mereka. Salam sehat, bahagia dan sukses juga untuk pak guru. Barakallah.

30 Dec

Iya bunda, aamiin ya Allah. Semoga qobul

30 Dec

Alhamdulillah..rinduku pada Bunda Guru yang sangat inspiratif ini terobati. Sehat selalu ya Bunda, ntar saya pengen nyoba nanam di sekolah saya, semester kemarin kami nyoba nanam singkong dengan stek, sekarang sdh ijo royo-royo.. Salam untuk Koji dkk...semoga kelak mereka menjadi orang-orang yang sukses...semangat , sehat dan sukses Bunda Rai...barakallah

30 Dec
Balas

Alhamdulillah, enak dong...bisa nanam singkong. Kami pengen, tapi ndak bisa. Salam ridu juga buat bu guru syantiiiqqq. Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Pasti Koji dkk, geer banget dapat salam dari bu guru...hehehe. Barakallah.

30 Dec

Subhanallah, selalu saja cerita Kak Rai bersama siswa-siswinya menarik dan menggugah rasa bahkan membangkitkan jiwa ini ingin melakukan hal yang sama. Banyak belajar dari cerita Kak Rai, yang sering diri ini lupakan bahwa setiap anak punya cerita dan karakter berbeda, hingga memberikan dasar bagi seorang guru untuk melakukan metode pengajaran terbaik bagi siswa yang punta karakter berbeda. Kak Rai, kak Rai... Selalu punya cerita inspiratif. Maknyus banget. Teruntai doa untuk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kakak diberikan kesehatan dan barakallah

30 Dec
Balas

Alhamdulillah, ternyata maknyusss juga...hehehe. Betul, deq. Mengetahui karakter mereka menjadi bagian yang penting bagi kita untuk menentukan metode pembelajaran yang sesuai. Keuntungan plus lainnya, ternyata waktu bersama mereka terasa asyik banget yang bisa bikin kita muda kembali (saat itu...hihihi. Lumayalah...) Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salsm sehat dan sukses selalu. Barakallah, deq.

30 Dec

Cerita yang asyik di pagi hari Bunda Rai...kenangan yang akan menjadi memori indah dan menjadi kisah turun menurun bagi generasi penerusnya...Semoga selalu sehat dan menginspirasi...Barakallah Bunda...

30 Dec
Balas

Alhamdulillah, memori indah yang kelak bisa menjadi bshan literasi tipis-tipis bagi anak cucu. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salsm sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

30 Dec

Sesegar pagi ini sayuran hijaunya,Bun. Kenangan indah tiap tunas, tiap kelas dan tiap angkatan, seru dan berkesan. Sehat dan bahagia, Bunda...

30 Dec
Balas

Segarrr...segarrr...segarrr. Betul, Bunda Fila sayuran hijaunya segar, sesegar hari-hari yang kita lalui, semoga. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Barakallah, Bunda.

30 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali