Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Marhaban Ya Ramadhan - 5 ( Belajar di Bulan Ramadhan, Kenapa Tidak?)

Marhaban Ya Ramadhan - 5 ( Belajar di Bulan Ramadhan, Kenapa Tidak?)

Tidak sedikit anak-anak, orang tua atau bahkan guru yang mengeluh ketika harus bersekolah di bulan Ramadhan. Bersekolah di bulan Ramadhan nampaknya akan terus terjadi mengingat adanya selisih jumlah hari antara tahun Masehi dan tahun Hijriyah. Penanggalan Masehi dan Hijriyah berselisih sekitar 11 hari karena penanggalan Masehi didasarkan pada peredaran matahari sementara penanggalan Hijriyah didasarkan pada peredaran bulan. Itulah sebabnya setiap tahun awal Ramadhan selalu maju sekitar 11 hari dari tahun sebelumnya.

Tahun ini, tahun depan dan beberapa tahun berikutnya, proses pembelajaran di sekolah pada bulan Ramadhan akan terus terjadi. Tidak ada yang harus kita keluhkan, apalagi jika kita mengetahui betapa besar pahala bagi orang yang menuntut ilmu seperti sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan menuntut ilmu.

“Tuntutlah ilmu, sesungguhnya ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah SWT, dan mengajarkan kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR.Ar-Rabii’)

“Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari kitabullah telah baik bagimu daripada shalat sunnah seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada seribu rakaat.” (HR.Ibnu Majah)

“Barang siapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR.Muslim)

Rasulullah SAW bersabda,”Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (HR.Ibnu Majah)

Untuk bisa melakukan proses pembelajaran dengan baik di bulan Ramadhan, dibutuhkan niat yang ikhlas dan keyakinan bahwa ini dilakukan dalam rangka menggapai ridha Allah. Berikutnya dibutuhkan persiapan fisik yang memadai. Karena sebenarnya puasa membiasakan diri pada pengalihan waktu makan dari sarapan, makan siang dan makan malam menjadi makan sahur, berbuka dan setelah shalat tarawih. Bahkan terkadang jumlah makanan dan asupan gizi di bulan Ramadhan lebih baik daripada hari-hari biasa. Karena itu mari kita bersemangat belajar dan mengajar di bulan Ramadhan.

Tak kalah pentingnya pula menciptakan suasana saling menghormati dan menghargai orang yang berpuasa harus diciptakan dan dibudayakan dalam lingkungan pergaulan anak. Karena esensi puasa adalah menahan diri dari segala hal yang dapat menimbulkan perselisihan, kemarahan, ghibah dan berbagai sifat tidak terpuji lainnya selain menahan makan dan minum pada waktu yang sudah ditentukan.

Wallahu a’lam bishawab

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 14 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terima kasih Bu raihana. Telah mengingatkan. Jazakillah khair

14 May
Balas

Alhamdulillah, sami-sami ...ibu. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

14 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali