Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Marhaban Ya Ramadhan - 6 ( Buka Bersama Lifestyle Anak Muda yang Rentan Tergelincir)

Marhaban Ya Ramadhan - 6 ( Buka Bersama Lifestyle Anak Muda yang Rentan Tergelincir)

Dalam hitungan satu, dua , tiga hari lagi insyaallah Ramadhan segera tiba. Atmosfer Ramadhan pun sudah mulai menyelimuti seluruh permukaan bumi. Geliatnya sudah semakin terasa. Aroma semerbaknya semakin memesona. Di semua lini kehidupan disibukkan untuk menyambut kedatangannya. Semua ini dikarenakan Ramadhan momen yang agung penuh kemuliaaan, keberkahan , keampunan yang selalu dinantikan kehadirannya oleh seluruh ummat. Mengapa seluruh ummat? Karena ternyata Ramadhan tidak hanya mendatangkan keberkahan bagi kaum muslimin tetapi juga keberkahan bagi seluruh isi alam ini.

Kedatangan Ramadhan seharusnyalah tidak disia-siakan untuk berlomba merebut keberkahan dan keampunan yang dibawanya. Bahkan jika kita lebih berani untuk berpikir benar-benar merebut kesempatan yang datang kali ini, karena siapa tahu ini Ramadhan yang terakhir buat kita. Wallahu a’lam bishawab.

Menyambut dan memperlakukan Ramadhan sesuai permintaan Ramadhan itu sendiri merupakan hal yang sangat penting. Seiring mengalirnya keberkahan yang dapat dirasakan oleh semua orang, maka dengan memanfaatkan keberkahan itu dibungkus dengan kemasan silaturrahim muncullah gaya hidup (lifestyle) di masyarakat fenomena buka bersama (Ifthar jamai). Fenomena ini sangat menjamur di kalangan anak muda, dari komunitas yang kecil hingga yang besar, merambah ke komunitas (orang tua) di kantor atau kedinasan-kedinasan. Buka bersama yang semula dilakukan didalam rumah atau kantor-kantor kini bergeser keluar rumah dan kantor memasuki café-café, restoran, dan tempat-tempat kuliner di semua sudut kota. (Ini keberkahan luar biasa bagi pengusaha kuliner).

Tidak ada yang salah dari gaya hidup ini selama masih dalam koridor menjalankan syariah dengan baik. Dalam hal ini perlu pertimbangan skala prioritas agar tetap melaksanakan kewajiban. Jangan sampai yang wajib tertinggal karena sesuatu yang bahkan tidak memiliki dasar hukum untuk melaksanakannya. Dalam pengamatan penulis sehubungan dengan gaya hidup buka bersama yang semakin membumi, sikap cermat dan hati-hati sangat dibutuhkan. Sedikit saja kita tergelincir maka kita akan kehilangan momen Ramadhan yang penuh kemuliaan, keberkahan dan keampunan.

Tergelincir? Betul, mengingat waktu antara saat berbuka, sholat maghrib, shalat isya dan tarawih berada dalam rentang waktu yang sangat singkat. Mari kita amati keadaan mushalla di café-café, restoran dan tempat-tempat kuliner atau bahkan mall yang sangat berbanding terbalik dengan jumlah orang yang berbuka puasa di tempat itu. Kondisi inilah yang mempermudah ketergelinciran di kalangan anak-anak kita. Ketergelinciran paling ringan pastinya melaksanakan shalat maghrib tidak lagi pada waktu yang tepat mengingat jumlah antrian dari mulai berwudhu hingga antrian untuk shalat. Untuk menyikapi hal ini maka kita lebih baik berwudhu di rumah sebelum berangkat ke tempat tujuan dan menjaga wudhu, paling tidak akan bermanfaat untuk mengurangi panjangnya antrian untuk berwudhu. Ketergelinciran paling berat dan tanpa ampun, tidak dilaksanaknnya shalat maghrib. Nauzubillahi min zalik.

Maka dari awal harus direncanakan dengan baik bagaimana menciptakan situasi dan kondisi buka bersama yang memungkinkan “Kewajiban Utama” yaitu shalat dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Hal ini juga menjadi prioritas utama yang harus dilakukan oleh para pengelola tempat-tempat kuliner agar selain para pengunjung dapat menikmati hidangan dengan nyaman namun yang paling penting dapat pula melaksanakan “kewajibannya” dengan sempurna pula.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga kita dapat meraih semua kemuliaan, keberkahan dan keampunan yang dibawa oleh Ramadhan. Mohon ma’af lahir dan bathin untuk semua kesalahan.

Wallahu a’lam bishawab.

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 15 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Subhanallah.Tulisan yang sangat bermakna Bu Raihana. Mohon maaf lahir batin juga ya. Semoga kita bisa sambut Ramadhan dengan hati bersih.

15 May
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir....ibu. Aamiin ya robbal alaamiin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

15 May

Keren bu Nana, ini menu awal sebelum menjalankan ibadah puasa yang lezat dan bergizi. Mencerahkan sekali bu. Makasih.

15 May
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir. Selamat menjalankan ibadah puasa. Salam sehat dan sukses selalu bu Eko. Barakallah.

15 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali