Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Marpangir, Yuk ?

Marpangir, Yuk ?

Aku tersenyum-senyum sendiri melihat postingan di instagram yang ditunjukkan anakku. Nampak dialek khas anak Medan terpampang disitu. Ditunjukkannya ini padaku, ntah untuk mengingatkan agar pangir segera dibuat atau sekedar menunjukkan kreativitas anak Medan dalam menyambut kedatangan Ramadhan.

Alhamdulillah, bagiku justru hal tersebut diatas berarti bahwa anak-anak muda ini masih selalu ingat akan tradisi yang dilakukan menjelang Ramadhan tiba. Di Medan dan beberapa daerah sekitarnya ada tradisi “Marpangir” yaitu mandi Pangir yang dilakukan satu hari menjelang Ramadhan. Pangir adalah ramuan rempah(dedaunan) yang dijadikan bahan untuk mandi untuk menyambut Ramadhan. Dedaunan yang direbus itu akan menimbulkan aroma keharuman yang khas, yang bagi kami di Medan menandakan Ramadhan segera tiba

Marpangir bukanlah sunnah Rasul tetapi hanya sebuah tradisi yang sudah membudaya di masyarakat. Di daerah-daerah luar kota Medan, mandi pangir biasa dilakukan di pantai atau di tempat-tempat pemandian. Tetapi bagi warga kota Medan, mandi pangir dilakukan di rumah masing-masing.

Filosofi apa yang terkandung didalam tradisi marpangir ini? Mandi merupakan suatu usaha untuk membersihkan diri dari segala kotoran. Harumnya pangir mengisyaratkan selain membersihkan diri, tubuh akan tampil sempurna dengan wewangian yang ada. Demikianlah betapa Ramadhan yang mulia dan agung harus disambut kedatangannya dengan bersih raga. Tidak sampai disitu, bersih raga juga dibarengi dengan bersih jiwa yang kemudian dilakukan dengan saling mema’afkan. Marpangir, yuk .

Wallahu a’lam bishawab.

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 15 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Rupanya sebahasa dg bunda ismi, padusan di tempat sy. Mhn maaf lhr batin ya Bunda Raihana..... Selamat bwrpuasa ramadan.

15 May
Balas

Sami-sami bunda Mien, saya juga mohon ma'af lahir dan bathin. Semoga kita sehat-sehat selalu dan dapat melaksanakan "permintaan" Ramadhan dengan baik. Barakallah....bunda.

15 May

Marpangir di Medan ya Bu? Di Jawa ada padusan. Sama-sama membersihkan diri dalam rangka menyambut Ramadhan. Sebuah tradisi. Mohon maaf lahir batin Bu.

15 May
Balas

Kayanya Indonesia dengan kebudayaan daerahnya. Mohon maaf lahir bathin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

15 May

Kalau di Jawa 'Adhus Kramas', sehari menjelang puasa, supaya diri kita bersih menhadapi bulan yang Agung penuh Berkah, yakni Ramadhan, Bulannya Allah

15 May
Balas

Kayanya Indonesia dengan kebudayaannya...njih pak haji. Mohon maaf lahir dan bathin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

15 May

Marpangir yuk bun...he...he.Barakallah

15 May
Balas

Ayuuk...rame-rame menjemput Ramadhan yang penuh berkah. Mohom ma'af lahir dan bathin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

15 May

Marpangir ya bunda di Medan? setiap daerah memiliki tradisinya masing-masing ya bunda,, meskipun berbeda-beda intinya sama yaitu menyambut datangnya Ramadhan dengan sebaik-baiknya ya bund? Mohon maaf lahir dan bathin ya bund bila saya sering salah kata,, mohon diislahkan

15 May
Balas

Indonesia memang kaya dengan berbagai jenis budaya. Semoga kita bersih lahir bathin memasuki Ramadhan yang mulia...ya bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....bunda.

15 May

Jadi teringat massa kecil dulu, walau budayanya beda, tp intinya sama. Marhaban ya Ramadan.

15 May
Balas

Betul pak. Anak-anak memang suka kepo banget untuk hal yang beginian. Mohon ma'af lahir dan bathin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

15 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali