Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Memasuki Idul Fitri Jadilah Rabbaniyyin Bukan Ramadhaniyyin

Memasuki Idul Fitri Jadilah Rabbaniyyin Bukan Ramadhaniyyin

Ramadhan segera berlalu namun semua “tradisi ramadhan” hendaknya terus berjalan sebagai hasil “tarbiyah ramadhan”. Sesungguhnya pasca ramadhan sebagai indikator lulus tidaknya seseorang dalam pelaksanaan “ujian” sebulan penuh yang dilaksanakan siang dan malam. Pengendalian hawa nafsu selama ramadhan hendaknya akan teraplikasisi ketika menjalani hidup pasca ramadhan. Qiyamul lail yang jumlahnya meningkat pada ramadhan diharapkan pula akan membawa bekas sujud yang bukan di kening atau di lutut dan sajadah tetapi pada seluruh anggota tubuh serta sikap hidup sehari-hari.

Memasuki Idul fitri yang segera akan datang, diharapkan dapat memperkuat iman dan taqwa yang sudah kita latih selama ramadhan. Allah SWT mengajarkan kepada kita untuk bertakbir mengagungkan nama Allah ketika memasuki Idul Fitri. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah albaqarah ayat 185 :

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan malam yang lima maka wajiblah baginya surga: Malam tarwiyah (malam 8 Dzulhijjah), malam Arafah (malam 9 Dzulhijjah), malam hari qurban ( malam 10 Dzulhijjah) , malam hari raya Idul Fitri, dan malam nisfu Sya’ban. ( Hadits Riwayat Asfahani).

Menghidupkan malam hari raya Idul Fitri sangat dianjurkan agar diri kita tetap terjaga dan terpelihara dari perbuatan yang sia-sia. Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa melaksanakan qiyamul lail (beribadah) di malam hari raya Idul fitri dengan penuh muhasabah diri, maka hatinya tidak akan mati di saat hati semua orang akan mati.” (HR.Ibnu Majah)

Satu lagi yang tidak boleh kita tinggalkan dan dipastikan telah terlaksana adalah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah berfungsi sebagai permbersih diri. Rasulullah SAW bersabda,”Diwajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi yang berpuasa, daripada sikap sia-sia (lagha) dan perkataan yang tidak berguna (faras), dan merupakan pemberian kepada fakir miskin, maka barangsiapa yang melaksanakan sebelum menunaikan shalat Idul fitri maka dia menjadi zakat yang kan diterima, tetapi jika dikeluarkan setelah shalat maka ia menjadi sedekah biasa.” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Hakim)

Di pagi hari, ketika fajar 1 syawal sudah merekah maka disunnahkan kepada kita melakukan beberapa hal, antara lain:

1. Mandi, memakai wangi-wangian dan pakaian terbaik. Rasulullah SAW bersabda,”Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami agar pada kedua hari raya memakai pakaian terbagus, memakai wangi-wangian yang terbaik dan berqurban dengan hewan yang paling berharga,” (HR.Al Hakim)

2. Sunnah makan sebelum berangkat shalat Idul Fitri. Sebagaimana sabda rasulullah SAW dalam satu riwayat,

”Buraidah berkata: ”Nabi SAW tidak berangkat waktu Idul Fitri sebelum makan dulu dan tidak makan pada waktu Idul Adha sebelum pulang.” (HR.Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

3. Mengambil jalan pergi dan pulang yang berbeda. Sahabat radhiyallahu anhu meriwayatkan ,”Apabila nabi SAW pergi shalat hari raya, maka ketika pulang beliau menempuh jalan yang berlainan dengan di waktu berangkatnya.” (HR.Ahmad, Muslim dan Turmudzi)

4. Disyariatkan agar semua menghadiri shalat Ied termasuk semua para perempuan meskipun sedang haidh untuk menyaksikan berbagai kebaikan di hari kemenangan. Rasulullah SAW bersabda,”Kami perintahkan untuk mengeluarkan semua gadis dan perempuan yang haidh pada kedua hari raya, agar mereka menyaksikan kebaikan hari itu.dan do’a kaum muslimin(bisa berdo’a dengan mereka). Hanya saja yang sedang haidh menjauh dari tempat shalat. (HR.Bukhari dan Muslim).

Dengan menghadiri shalat Ied dan mendengarkan khutbah diharapkan akan memberikan semangat baru untuk menjalani kehidupan selama sebelas bulan ke depan dan Insya Allah akan bertemu dengan ramadhan tahun depan.

Pelatihan selama sebulan penuh di bulan ramadhan hendaknya menjadi pembiasaan bagi kita bahwa seharusnya kita mejadi Rabbaniyyin yaitu orang-orang yang selalu melakukan kebaikan (beribadah) semata-mata karena mengharapkan keridhaanNya. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang Ramadhaniyyin yaitu orang-orang yang melakukan kebaikan (beribadah) hanya di bulan ramadhan saja. Jangan lupa untuk saling mengucapkan Tahni’ah yaitu Taqobbalallahu minna wa minkum yang artinya semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian. Wallahu a’lam bishawab

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1439 H , MOHON MA’AF LAHIR DAN BATHIN. Taqobbalallahu minna wa minkum.

#edisimuhasabah#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 29 Ramadhan 1439 H

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Selamat hari raya idul fitri juga. Maaf lahir batin Bunda

15 Jun
Balas

Selamat hari raya idul fitri juga. Maaf lahir batin Bunda

15 Jun
Balas

Semoga kita semua senantiasa didalam ridhoNya. Barakallah...bunda

15 Jun

Sami -sami bunda..mohon maaf lahir dan batin.

14 Jun
Balas

Semoga kita semua senantiasa didalam ridhoNya. Barakallah...bunda.

15 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali