Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Menjaring Geliat Literasi di Lautan Ekskul
Anak-anak Green and Clean Club SMP Budisatrya Medan, Divisi Bank Sampah.

Menjaring Geliat Literasi di Lautan Ekskul

Bagi mahluk hidup, untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, ada dua faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam tubuh dan eksternal berasal dari luar tubuh.

Tak jauh beda dengan menumbuh kembangkan gerakan literasi di sekolah. Kedua faktor ini harus saling mendukung. Faktor internal merupakan keinginan kuat yang ada di dalam diri pelaku literasi. Sementara itu, faktor eksternal ada pada lingkungan ( keluarga, sekolah dan masyarakat).

Masih banyak orang (bahkan guru) yang tertanya-tanya untuk apa sih menulis? Aku sendiripun masih suka bingung kalau ada teman guru yang bertanya seperti itu. Mau jawab apa, coba? Lhaa...wong sama-sama guru, mosok sih ndak ngerti. Tapi, ya buktinya memang ndak ngerti. Kalau mengerti, ya bisa dipastikan sudah pada menulis. Kira-kira begitu, ya?

Nah, seperti yang kutuliskan di atas , hal itu termasuk salah satu faktor eksternal yang tidak mendukung. Jika sudah demikian, menegakkan benang literasi pun menjadi terasa sulit. Tetapi, tidak boleh putus asa. Terus saja berjalan sendiri, sambil sesekali menyapa. Jika berkenan, alhamdulillah. Jika tidak, ya aku jalan lagi. Semua akan indah pada waktunya.

Menghidupkan semangat literasi di dalam diri para siswa menjadi obsesi tersendiri bagiku. Tak mudah untuk wujudkan hal ini di tengah lemahnya semangat membaca yang melanda.

Kata UNESCO, dari 1000 jumlah rakyat Indonesia, yang doyan membaca hanya 1 orang. Angka ini termasuk di dalamnya guru, orang tua, siswa, ya pokoknya yang merasa rakyat Indonesia. Biyuh...biyuh.

Setiap hari, 15 menit di awal pelajaran yang memang sudah disediakan untuk kegiatan literasi pun, hanya sebagian kecil yang memanfaatkannya secara baik dan benar. Selebihnya, masih banyak temuan yang memanfaatkannya untuk hal lain (seperti cerita, chatingan, melamun, menyelesaikan PR). Apalagi pengawasan guru saat itu lemah.

Maka, mengajak mereka membaca dan menulis secara langsung, tentu saja bagaikan menegakkan benang basah. Bahkan masih banyak siswa untuk membaca ataupun menulis pelajarannya pun tidak berminat.

Menurutku, tujuan utama gerakan literasi sekolah adalah untuk menumbuhkan minat baca tulis di dalam diri siswa. Jika minat baca tulis ini sudah tumbuh dan berkembang dengan baik, maka tujuan pembelajaran akan mudah dicapai.

Secara alamiah, suasana hati yang gembira akan mempengaruhi hasil kerja seseorang. Berangkat dari sini, aku mencoba hidupkan geliat literasi meskipun masih tipis-tipis melalui kegiatan ekstra kurikuler.

Setiap anak pasti memiliki kecenderungan memilih ekskul sesuai dengan keinginannya. Suasana belajar di dalam kelas dengan kegiatan ekskul, pastilah jauh berbeda. Dalam kegiatan ini, anak-anak akan menjadi apa adanya seperti yang ia inginkan. Anak-anak akan lebih mudah mengekspresikan dirinya. Alhamdulillah, aku sudah membentuk satu komunitas untuk kegiatan ekskul, bergerak di bidang lingkungan hidup yang diberi nama Green and Clean Club.

Di sinilah kita bisa masuk ke dalam dunia mereka. Terima mereka apa adanya. Ajak mereka menceritakan apa yang dirasakannya. Langkah ini menjadi awal yang baik untuk mengajaknya menuliskan apa yang dirasakan. Hanya ada dua hal yang paling mudah untuk dituliskan oleh seseorang yaitu sesuatu yang menyenangkan dan yang menyakitkan.

Jangan pernah menolak hal apapun yang akan dituliskan. Atau bahkan mengecilkan yang ia rasakan. Biarkan saja. Kita kan temukan banyak hal dari mereka. Setelah itu, kita akan tahu betapa mereka ternyata mudah diajak menulis sesuatu yang mereka rasakan.

Satu trik lagi, ajak mereka mempublikasikan kegiatan yang mereka lakukan di majalah dinding. Sepanjang pengamatanku, bagian ini yang paling mereka minati. Konon pula ada foto mereka di situ. Wuiiihhh, kalau untuk yang satu ini, bukan hanya anak-anak saja yang ngarep (sambung sendiri). Hehehe.

Harapannya, jika keinginan menulis sudah mulai tumbuh di dalam diri mereka maka keinginan mereka untuk membaca juga semakin kuat. Berikutnya, tinggal bagaimana kita meracik bumbu literasi agar semakin menarik baginya. Setelah dia tertarik, ternyata kita pun dengan mudah dapat mengajaknya masuk ke dalam materi pelajaran kita. Semoga jiwa-jiwa literat akan bersemayam dengan baik di dalam tubuh mereka.

Aku sudah buktikan itu. Hasilnya, sudah ada 22 episode tulisan mereka yang kuunggah di rumah besar ini. Mohon doa restu dari bapak dan ibu guru semua, untuk terwujudnya satu buku antologi dari 22 hasil karya mereka yang kukumpulkan di gurusiana tercinta.

Wallahu a'lam bishowab.

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 10 Januari 2019.

Anak-anak GAC gembira menunjukkan uang hasil penjualan sampah an organik di pengepul terdekat dengan sekolah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tulisan yg bergizi pagi ini.

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, dapat sarapan yang bergizi. Jazakallah khoir untuk kunjungan dan atensi Mas Eko di pagi nan cerah ini. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jan

Semangat juang literasi yang bunda upayakan mencakup semua segen. Tidak mengenal usia, tempat, lembaga. Sangat konfrehensif. Terima kasih sudah menginspirasi. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, jika menginspirasi. Geliat literasi yang masih sangat halus dan tipis, Pak Guru. Jazakallah khoir untuk kunjungan dan atensinya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Pak Guru.

10 Jan

Sangat inspiratif Bunda..cocok sekali literasi dan lingkungan berjalan beriringan ..satu kali mendayung 2,3 pulau terlampaui..terima kasih pencerahannya Bunda Rai...sehat selalu...barakallah

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, jika menginspirasi. Sangat kebetulan pelajaran yang diampu berhubungan erat dengan lingkungan. Betul, sekali mendayung, 2,3 pulau terlampaui. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya, Bu Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jan

Benar sekali.. Memanfaatkan literasi 15 menit sebelum pembelajaran memang gampang gampang susah, bahkan ada yang langsung materi pembelajaran. Inshaa Allah di sekolah kami akan selalu menggalakkan GLS dengan sebaik baiknya.

10 Jan
Balas

Ditambah lagi jika guru pun tak miliki minat kuat untuk GLS, akan semakin sulit jadinya. Alhamdulillah jika di sekolah Bunda selalu menggalakkan GLS dengan sebaik-baiknya. Semoga menginspirasi sekolah lain. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan atensinya, Bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

10 Jan

Subhanallah, gerakan literasi yang dilakukan sungguh luar biasa, dengan kunci suksesnya yaitu ajak menulis apa yang dirasakan dan publikasikan. Perjalanan dan perjuangan dalam gerakan literasi ini membuahkan hasil karya berupa buku. Hadeuh aku belum mampu untuk ini, belum mampu hasilkan karya beupa buku. Teruntai doa untuk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kakak diberikan kesehatan dan barakallah

10 Jan
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Masih karya kecil yang jauh panggang dari api, deq. Mengajak mereka bercerita sambil mengerjakan ekskul yang mereka suka, asyik. Alhamdulillah, tulisannya bisa dikumpulkan. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, deq.

10 Jan

Subhanallah, luar biasa geliat literasi tipis-tipis bunda Rai semakin menampakkan buahnya. Semoga sukses dan sehat selalu. Terimakasih atas inspirasi pagi ini. Barakallah.

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, walau masih tipis-tipis, Bunda Rita. Insyaallah, berbuah manis. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan atensinya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

10 Jan

Wah, proses yang cukup panjang untuk menumbuhkan geliat literasi di kalangan anak-anak..Sungguh luar biasa Bundaa..Semoga kumpulan karya mereka akan menjadi magnet bagi anak-anak yang lain..Sukses untuk semuanya Bunda Rai..Barakallah..

10 Jan
Balas

Nggih, Bunda Rini. Butuh proses yang panjang, sabar dan tidak mudah. Semoga berkesan di dalam diri mereka. Alhamdulillah jika menginspirasi adik kelasnya atau yang lain. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda Rini.

10 Jan

Hebat Bunda Raihana. Sangat menginspirasi. Semoga gerakan literasi ini bisa semakin menggema. Sukses selalu

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, jika menginspirasi. Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya, Bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jan

Bunda teruslah menginspirasi. Saya suka itu, semoga bisa menular dan menjadi berkah.

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, jazakallah khoir, Pak Guru. Geliat tipis-tipis yang semoga bermanfaat. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Pak Guru.

10 Jan

Selamat dan sukses Antologinya, Bun... Semangat siswa biasanya menurun dari gurunya.Sehat dan sukses, Bun...

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, jazakillah khoir untuk semangat dan doanya, Bunda Fila. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

10 Jan

Sehat terus mbah Uthi, semoga mimpi menjadi kenyataan.Do'a mbah Buya selalu untukmu.Barakillah

10 Jan
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakallah khoir untuk doa tulusnya Mbah Buya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jan

Keren Bunda, Guru siana terfavorit mantul tulisannya

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, ada Bunda Sriyatni berkunjung di sini. Jazakillah khoir untuk kunjungan dsn atensinya. Salam sehat dan sukses selalu, Bunda. Barakallah.

10 Jan

Masya Allah Bunda hebat inpiratif!! Semoga kami bisa seperti Bunda. Terima kasih sharing nya Bunda. Semoga sehat sukses selalu ya Bunda

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, jika menginspirasi. Masih jauh panggang dari api, Bunda. Jazakillah khoir untuk kunjungan dsn atensinya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

10 Jan

Ibu guru sejati...selalu menginginkan anak didiknya lebih dari dirinya, mau ikhlas berbagi ilmu... mau ikhlas meluangkan waktu... bahkan mungkin sering juga mengeluarkan uang demi karya anak didiknya... karakter ini yang jarang di miliki seorang guru... terimakasih bunda...sudah membimbing penerus bangsa untuk mau berkarya...sukses selalu bunda ... barakallah...

10 Jan
Balas

Alhamdulillah, Bu Guru. Meluangkan waktu untuk mereka di luar jam pelajaran, memang harus kita lakukan. Di luar kelas, mereka sangat ekspresif. Ngebakso bareng seusai ekskul, juga jadi moment yang indah tak terlupakan. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan atensinya, Bunda Yanisa serta doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

10 Jan

Alhamdulillah. Ingin sukses bersama tulisan ibu

12 Jan
Balas

Alhamdulillah. Yuk, kita belajar sama-sama di gurusiana ini, Pak Guru. Jazakallah khoir sudah datang berkunjung. Salam sehat dan sukes selalu. Barakallah.

12 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali