Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Meski Ada Melalui Dirimu Tetapi Mereka Berbeda Denganmu
Haqqy Mardhiah (jilbab pink), selanjutnya searah jarum jam: Haqqy Mawaddah, Muhammad Fathur Rizqy, Haqqy Luthfita dan Muhammad Fathur Ridho. Kelimanya adalah anak penulis. (Dokpri)

Meski Ada Melalui Dirimu Tetapi Mereka Berbeda Denganmu

"Anakmu bukanlah milikmu

Mereka adalah putra putri Sang Hidup

Yang rindu akan dirinya sendiri

Mereka lahir lewat engkau

Tapi bukan dari engkau

Mereka ada padamu, tapi bukan milikmu

Berikanlah mereka kasih sayangmu

Namun jangan sodorkan pemikiranmu

Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri

Patut kau berikan rumah bagi raganya

Namun tidak bagi jiwanya

Sebab, jiwa mereka adalah penghuni masa depan

Yang tiada dapat kau kunjungi

Sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh menyerupai mereka

Namun jangan buat mereka menyerupaimu

Sebab, kehidupan tidak pernah berjalan mundur

Atau tenggelam ke masa lampau....." (Bait puisi Kahlil Gibran)

Bait-bait puisi nan indah dari Kahlil Gibran di atas, seakan mengingatkan para orang tua agar tidak memaksakan pemikiran dan kehendaknya terhadap anak.

Setiap anak memiliki karakter dan pemikiran yang berbeda meskipun berasal dari dua orang tua yang sama. Mengapa demikian ? Apakah hal ini berhubungan dengan gen didalam tubuh ?

Secara biologi dapat dijelaskan bahwa yang menentukan sifat pada mahluk hidup adalah keberadaan DNA didalam gen seseorang.

DNA anak diperoleh setengah dari ayah dan setengahnya lagi dari ibu. Namun perlu diingat, sifat yang diturunkan adalah sifat fisik berupa struktur tubuh seperti warna rambut, bentuk mata, hidung, bibir dan sebagainya bukan sifat mental.

Seorang ayah yang pemarah tidak akan mewariskan sifat pemarahnya pada anak. Demikian pula seorang ibu yang mudah putus asa tidak menurunkan sifat itu pada buah hatinya.

Sifat mental dan karakter diperoleh anak dari lingkungannya. Seorang anak yang pemarah bukan karena mewarisi gen pemarah dari ayahnya. Tetapi karena anak mencontoh apa yang dilakukan oleh orangtuanya.

Karena sifat mental tidak diwariskan orangtua kepada anaknya, maka setiap orang bisa menjadi pribadi yang berbeda- beda. Namun tentu saja ada kecenderungan anak untuk dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Termasuk bagaimana orang tua memperlakukan anaknya.

Tidak diwariskannya sifat mental orangtua kepada anaknya, hal ini wajib kita syukuri. Inilah salah satu bentuk kemaha adilan Allah kepada hamba-Nya.

Artinya, dengan demikian semua kita memiliki peluang yang sama untuk berprestasi dan sukses siapapun orangtuanya dan bagaimanapun bentuk fisiknya.

Hanya saja kita perlu menyadari bahwa tiap orang diciptakan dengan "paketan" ada kelebihan berikut kekurangannya.

Tiap orang memiliki dasar kepribadian masing-masing yang kemudian tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh apa yang dilihat, didengar dan dialaminya dari lingkungan.

Orang tua harus menyadari bahwa anak adalah individu yang berbeda dengan dirinya meski terlahir darinya.

Sejatinya orang tua memperlakukan dan menghargai anak sebagai individu yang memiliki jati dirinya sendiri dengan terus menerus mencurahkan kasih sayang dan bimbingannya ke pada sang buah hati.

Wallahu a'lam bishowab.

#edisimuhasabah#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 2 Oktober 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Oh begitu yah kak, baru, jadi ingat kisah Kan'an. Barakallah, smoga Kakak sehat selalu

03 Oct
Balas

Kira-kira begitu deqquuu, wallahu a'lam bishowab. Jazakumullah khoiron katsiro. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....deqquuu.

03 Oct

Oh ternyata sifat mental tidak menurun ya Bun...saya baru tahu...Terima kasih ilmunya...Barakallah....

03 Oct
Balas

Njih...bunda. Jazakumullah khoiron katsiro.Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bunda.

03 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali