Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
MUHASABAH CINTA -1 ( Semua yang baik datang dari Allah, yang buruk datang dari diri manusia sendiri )

MUHASABAH CINTA -1 ( Semua yang baik datang dari Allah, yang buruk datang dari diri manusia sendiri )

“Bunda…,tolong bantu bebaskan Fandi. Bagaimana nasib kami jika Fandi didalam penjara. Bunda…”, sambil menangis Liza memohon pada Ratih , Ibu mertuanya. “Biarkan saja dia mendekam di penjara. Kau dan anakmu pulanglah ke rumah Bunda. Biar Bunda yang memenuhi semua kebutuhan kalian,” Ratih berusaha tegar menjawab permohonan menantunya itu.

Ratih memiliki 3 orang anak dari hasil perkawinannya dengan Dandy suaminya. Fandi adalah anak ke 2 setelah kakaknya Firna dan berikutnya si bungsu Faiz. Sekarang ini Firna dan Fandi sudah menikah bahkan mereka sudah pula memberikan cucu kepada Ratih. Firna memiliki 2 orang anak perempuan sedangkan Fandi dikaruniai 2 orang anak laki-laki dan 1 orang perempuan. Si bungsu Faiz masih duduk di bangku kuliah semester lima dengan masa kuliah sekarang ini sudah mencapai 4 tahun.

Baik Firna, Fandi ataupun Faiz seakan tidak pernah berhenti memberikan permasalahan hidup pada Ratih demikian pula Dandy suaminya. Dari masa-masa mereka di bangku sekolah , puluhan SPO Ratih terima untuk menamatkan ketiga anaknya itu. Bahkan Firna dan Fandi yang sekarang sudah berkeluarga dan memiliki anak masih juga harus memberikan masalah pada Ratih.

Dandy suami Ratih adalah seorang laki-laki yang tampan dan baru kelihatan sifat aslinya setelah menikah dengan Ratih. Sebelumnya, Dandy seorang pekerja yang baik dan ulet di mata Ratih. Tak dinyana ketampanan Dandy ternyata benar-benar gak nyambung dengan sikap dan tingkah lakunya. Bahkan sekarang di hari tuanya ini, Ratih tidak lagi bersama Dandy karena ia berada di tempat lain dengan perempuan pilihannya.

Fandi yang sudah seminggu lebih mendekam di penjara karena terciduk bersama dengan teman-temannya sedang pesta narkoba. Ratih pun menguatkan hati untuk membiarkan anaknya itu mempertanggung jawabkan perbuatannya. Belum lagi Firna dan Faiz dengan persoalan mereka masing-masing. Ratih merasa perjalanan hidupnya sangat berat. Bersambung…..

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 17 April 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Cerpen baru lagi bun? Wah bunda memang jagonya membuat cerpen...terus untuk "Perempuan Itu Terbunuh" gimana kelanjutannya?

17 Apr
Balas

Tapi kemarin sudah bunda, perempuan itu terbunuh (16)...hehehe. Ini masih mau nyoba lagi...bunda. Jazakillah khoir ya bund selalu mampir. Baarakallah.

17 Apr

Ajari bunda nulis cerpen, bunda blm pernah

17 Apr
Balas

Hehehe...bunda iki la..,ishin awaq ah... Yuk kita sama-sama belajar piye carane. Baarakallah...bunda...

17 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali