Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Nasi Goreng Siksa Kubur
Nasi Goreng Siksa Kubur (Dokpri)

Nasi Goreng Siksa Kubur

Hari ini masih seperti kemarin, kota Medan diguyur hujan. Udara dingin pun menjalari membuat tubuh jadi mager (=malas gerak).

Jika mengikuti rasa yang ada, maka bergulung di bawah selimut di atas kasur yang lembut sungguh menggoda.

Secepatnya hal ini harus diatasi jika tidak ingin rasa malas memeluk diri.

Di luar sana, air hujan masih terus saja tertumpah. Lafal doa ketika hujan pun membasahi lisan. Berharap penuh pada-Nya agar hujan yang turun bermanfaat.

Meski mager, tapi tuntutan "kampung tengah" (baca: lambung) harus dipenuhi. Berbelanja bahan makanan ke warung terasa sangat berat, konon pula ke pasar.

Dalam keadaan begini, the power of kepepet mampu memunculkan kreativitas. Lebay....pake banget...hihihi.

Memanfaatkan apa yang ada merupakan solusi terbaik. Yang ada hanya, nasi putih, kecap teri medan, dan cabe-cabean. Oh...iya ada juga kerupuk.

Kalau dimakan gitu aja, gak kepo rasanya. Harus ada segenggam kemauan untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang cetar membahana.

Kebetulan pagi ini juga jadwal urut kakiku yang masih dalam proses penyembuhan. Aku dan Nurhasanah tukang urutku, mencium aroma pedas yang luar biasa ditambah dentingan kuali yang tersentuh sudip.

Aroma pedas yang ditimpali dentingan kuali menimbulkan sensasi rasa yang menggugah saraf-saraf kelenjar parotis (air liur) bekerja cepat.

"Kayaknya yang dimasak enak banget tu buk, " celetuk Nurhasanah demi mencium aroma yang menyeruak. "Kayaknya begitu, ya Sanah," aku pun menyetujui pendapatnya.

Ternyata Lulu putri kedua ku yang beraksi menggabungkan bahan-bahan yang apa adanya tadi menjadi nasi goreng.

Lulu menyebutnya "nasi goreng siksa kubur". Alasannya, "pedas banget..lhoo," ucap Lulu sambil meniup bibirnya.

Tambah lagi, Lulu selalu gak pede kalau masak. Maka dia selalu bilang pada orang yang makan masakannya:"Hati-hati...ya, rasanya gak karuan."

Padahal sebenarnya tidak demikian. Namanya saja yang menakutkan, nasi goreng siksa kubur ternyata maknyusss banget koq.

Kita ganti sajalah namanya. Serrreeemmm banget.

#edisimagertapipengennulis#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 11 Oktober 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Diberi nama aja "nasi goreng setan" bun. Pasti pedas sekali ya bun?Barakallah bunda

11 Oct
Balas

Hehehe...ada ajjjaaa ya , bunda. Mosok makanan dikasih nama setan. Si Lulu pun ada-ada aja, pake nama siksa kubur segala. Udah kita kasih nama nasi goreng "Kepo Abiss" aja ya. Jazakumullah khoiron katsiro, udah ngicipi nasi goreng Lulu...hehehe. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah..., bunda.

11 Oct

Dari judulnya aku dah menduga, rasanya pasti super pedas tapi sedap ada kriuk-kriuknya gitu hehe..

11 Oct
Balas

Alhamdulillah, mbakku hadir. Meski gak kebagian nasi gorengnya. Jazakumullah khoiron katsiro sudah mampir, mbak. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Srikandi Dieng.

11 Oct

Aduh kak....., jadi ikut lapaaaaaar nih, srjak semalam,,, hedeuh,,,, apalagi dgvrasa pedas benar benar asyiiiik. Tp hanya buat air liurku tumpah aja nih,. Tulisan ttg apapun di tangan kakakku ini akan jadi kriuk rasanya. Serenyah kerupuk kesukaanku, barakallah, smiga Allah limpahkan rahmatNya, dg nasgor tsb cepat sehat.

11 Oct
Balas

Yaa...pasti lapaaarrrr, kalau sejak semalam gak makan. Kaciaaan lambungnya...deqquuu, ayoo makan yang banyak. Jazakumullah khoiron katsiro sekaligus mohon maaf karena bikin laper. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...deq.

11 Oct

Ngeri-ngeri sedap nih..melihat judul masakannya....Barakallah Bunda...

11 Oct
Balas

Hehehe...mungkin juga biar orang takut, gak jadi makan...hahaha. Jadi, makan sendiri. Jazakumullah khoiron katsiro udah mampir, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...,bunda.

11 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali