Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
 Inilah Hasil Praktik Oleh-Oleh dari Pak CEO yang Keren Menewen
Tampilan hasil apliksi speechnote yang penulis praktikkan. (Dokpri)

Inilah Hasil Praktik Oleh-Oleh dari Pak CEO yang Keren Menewen

( Speechnote, kemudahan menulis yang dijelaskan Pak CEO dan membuat diri ini termeong-meong telah kupraktikkan. Masyaallah, aku terkagum-kagum dengan kemajuan teknologi ini. Selain rasa kagum, ada rasa lain pula yang menyelinap, MALU. Dengan kemudahan-kemudahan itu, jadi semakin malu rasanya jika tidak menulis.

Inilah, hasil praktik aplikasi speechnote yang coba kutampilkan. Dengan harapan dapat menginspirasi. Karena, kita guru yang setiap hari mengajar di dalam kelas. Ketika pembelajaran dimulai, aktifkan speechnote. Biarkan sekretaris digital itu mencatat semua yang kita ucapkan. Setelah itu lakukan swasunting. Jadilah satu tulisan. Alhamdulillah. )

Yuk, kita coba.

Selain petinggi MediaGuru Bapak Mohammad Ihsan dan Mas Eko Prasetyo, turut hadir pada acara Kemah Menulis XIV Sumatera Utara yang baru lalu, Ketua Balai Bahasa Sumatera Utara Bapak Dr.Fairul Zabadi.

Sebagai pembicara kunci pada kesempatan itu, Dr.Fairul Zabadi menyampaikan materi “Gerakan Literasi Nasional ( Baca Tulis sebagai Literasi Dasar Menuju Masyarakat Berdaya Saing)”.

Menurut UNESCO bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah, yaitu 0,001 yang berarti dalam tiap 1000 jumlah penduduk hanya 1 yang memiliki minat baca. Dengan peringkat ke 60 dari 61 negara. Duuuh, mirisnya.

Tetapi menurut Ketua Balai Bahasa Sumatera Utara itu, tidak demikian halnya. Beliau berpendapat bahwa sebenarnya minat baca masyarakat Indonesia sangat tinggi. Dengan contoh sederhana hal ini dapat dijelaskan. Berikut ini penjelasannya.

Liliawati (Sandjaja, 2005) mengartikan minat baca adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang tarhadap kegiatan membaca sehingga dapat mengarahkan seseorang untuk membaca dengan kemauannya sendiri.

Sinambela (Sandjaja,2005) mengartikan minat baca sebagai sikap positif dan adanya rasa keterikatan dalam diri terhadap aktivitas membaca dan tertarik terhadap buku bacaan. (pendidikanberprestasi.blogspot.com)

Dari dua defenisi minat baca di atas, dapat disimpulkan bahwa minat baca merupakan sikap ketertarikan terhadap suatu bacaan. Sekarang, kita kaitkan dengan contoh berikut ini.

Maraknya berbagai jenis media sosial merupakan satu contoh untuk pengamatan ini. Saat ini, dari anak-anak hingga orang tua sangat akrab dengan media sosial. Di berbagai tempat dapat kita amati dengan mudah orang-orang yang asyik sedang membaca di gawai. Bukankah hal ini, menunjukkan minat baca yang tinggi. Bahkan bisa dikatakan sangat tinggi. Tak ada waktu luang yang terlewatkan tanpa gawai di tangan.

Kembali pada contoh di atas, misalnya grup WA. Jika di dalam grup dibagikan tulisan dengan jenis tulisan yang bersifat menghibur, maka peminatnya banyak. Hal ini terindikasi dari komen yang ada. Tetapi jika yang dibagikan merupakan tulisan-tulisan yang sarat ilmu, banyak yang melewatkan hal itu. Secara jujur kita bisa merasakannya masing-masing.

“Inilah yang disebut minat baca tinggi namun daya baca rendah. Jadi, daya baca diartikan sebagai sikap kita yang tidak melewatkan begitu saja bacaan yang memiliki manfaat,” demikian Dr.Fairul Zabadi menjelaskan.

Masih menurut Ketua Balai Bahasa Sumatera Utara tersebut, bahwa literasi menjadi satu tonggak kemajuan dan menjadi barometer kemajuan bangsa. Dari pertumbuhan dan perkembangan literasi suatu bangsa, dapat diamati kemajuan bangsa tersebut.

Definisi literasi abad 21menurut beliau adalah kemampuan untuk memanfaatkan hasil bacaan agar tercipta kecakapan hidup atau life skill. Contohnya ketika kita membaca buku pertanian, maka apa yang diperoleh dari buku tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan menanam berbagai jenis tanaman yang ada di sekitar rumah. Dengan demikian apa yang kita baca itu memunculkan kecakapan hidup ataupun life skill.

Disinyalir anak-anak Indonesia sebahagian besar hanya mampu menjawab soal, jika jawabannya ada di dalam bacaan tersebut. Hal ini terjadi sebagai dampak dari lemahnya daya baca. Karena itu, peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2015 untuk membiasakan gerakan selama 15 menit di awal pelajaran serasa wajib hukumnya dilaksanakan.

Tujuan awal program ini adalah untuk tumbuhkan keinginan membaca di dalam diri siswa. Sebagaimana firman Allah SWT bahwa iqra(membaca) sebagai wahyu pertama mengajak kita untuk berliterasi.

Literasi menjadi begitu penting. Selain karena hal ini merupakan ajaran pertama di dalam agama Islam, literasi ternyata dapat mengasah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki.

Ada 6 macam literasi dasar:

1. Literasi Baca Tulis.

2. Numerasi

3. Sains

4. Digital

5. Finansial

6. Budaya dan Negara.

Tetapi kelimanya ini (numerasi, sains, digital, dan finansial, serta budaya dan negara ), semuanya bisa terlaksana karena literasi dasar yang pertama yaitu literasi baca tulis.

Di akhir penjelasannya, Dr.Fairul Zabadi menjelaskan tiga macam ranah literasi yang saling terkait dan mendukung demi berlangsungnya Gerakan Literasi Nasional.

Tiga ranah literasi tersebut, yaitu

1.Literasi Keluarga

2.Literasi Sekolah

3. Literasi Masyarakat

Terimakasih kepada Bapak Ketua Balai Bahasa Sumatera Utara Dr. Fairul Zabadi dan MediaGuru yang cetarrrr membahanaaa. Jazakumullah khoiron katsiro.

Wallahu a’lam bishowab.

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 31 Januari 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Oleh-oleh yang bermanfaat dan perlu dicoba. Terima kasih Bunda. Barakallah

31 Jan
Balas

Monggo, Bunda. Silahkan dicoba. Pasti asyiiik. Jazakillah khoir, sudah ikut lihat oleh-oleh dari Pak CEO. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

31 Jan

Kereeen Bund, bisa jadi solusi ketika jemari malas menari...tinggal edit sebentar ya Bund? Terima kasih oleh-olehnya...sehat selalu..barakallah

31 Jan
Balas

Alhamdulillah, ini dalam rangka memenuhi janji berbagi oleh-oleh...hehehe. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bu Guru syanntiiiqqqq.

31 Jan

Subhanallah, dapat ilmu baru nih Kak, minat dan daya baca. Benar, terkadang minat ada tapi daya baca yang kurang, jadi tidak dapat memahami. Terkait menulis seperti itu, aku dah coba juga Kak, tapi kok, aku tak dapat rasa yah Kak. Nih aku dah buat, tapi untuk ngeditnya malas, karena rasa yang tak muncul, gimana nih Kak. Teruntai doa untuk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kakak diberikan kesehatan dan barakallah

31 Jan
Balas

Iya, Deq. Pak Dr.Fairul Zabadi minat baca kita tinggi, namun daya baca yang rendah. Sudah coba tapi tak ada rasa, begitu ya Deq? Waduuh, bingung nih. Apalagi ditambah "malas ngeditnya"...hmmm. Mungkin sekarang, belum ya Deq. Karena masih sempat ngetik. Nanti aja, kalau tak sempat ngetik dipake speech notenya. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Deq.

31 Jan

Wow...amazing...Jadi dapat ilmu baru nih...Jazakillah khoiron katsiro Bunda.....Barakallah Bunda Rai...

31 Jan
Balas

Alhamdulillah, Bunda Rini. Monggo dicoba, Bunda. Asyiiik....asyiiik. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda Rini.

31 Jan

Bisa panjang sekali ya, Bun pakai speechnote. Pernah nyoba tapi ndak diteruskan. Sehat dan sukses, Bun

31 Jan
Balas

Nggih, Bunda Fila. Saya pun kaget pas lihat hasilnya. Yuk Bunda dicoba lagi. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

31 Jan

Terimakasih telah nyebarin ilmunya ibu.

01 Feb
Balas

Sami-sami, Pak Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Pak Guru.

01 Feb

Luar biasa Bunda, sampai sepanjang itu. Ngomong omong itu berapa kali perekaman ya. Saya pernah mencoba kok dibatasi karakter.

31 Jan
Balas

Alhamdulillah, berhasil Pak Guru. Ini saya pake tablet. Sekali pereksman saja lho Pak. Makanya saya kaget, lho koq banyak amat. Ini, beberapa kalimat terakhir malah saya buang. Yaitu kalimat yang menjelaskan tentang hubungan tiga ranah literasi. Kepanjangan, ntar yang baca bosen. Yang tidak ada dalam speechnote itu, defenisi daya baca. Itu saya selipkan ketika swasunting. Yuk, Pak Guru dicoba lagi. Jazakallah khoir untuk kunjungan dan apresiasinya. Saya sudah penuhi janji, nggih Pak guru. Salam srhat dan sukses selalu. Barakallah.

31 Jan

Yah ...bunda udah nyoba

31 Jan
Balas

Harus dicoba sekarang, Bunda. Ntar kalau gak langsung dicoba, ilmune ucul...hihihi. Jazakillah khoir untuk kunjungannya, Bunda Yani. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

31 Jan

Speechnote. Peru dicoba nih, Bunda. Sukses dan sehat selalu.

31 Jan
Balas

Monggo, dicoba, Pak Guru. Jazakallah khoir untuk kunjungannya. Salam sehat dan sukses selalu. Baarakallah, Pak Guru.

31 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali