Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga
Faihana Keyoza Anas , cucu ke 2 yang selalu riang gembira menyikat gigi karena terbiasa

Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga

Ketika kurikulum tahun 2013 digelar dan menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi para siswa, sesungguhnya menyukseskan program ini di sekolah haruslah didasarkan pada penguatan pendidikan karakter di keluarga. Karena keluarga sebagai sekolah pertama dan utama bagi anak-anak.

Keluarga sebagai tempat awal tumbuh dan berkembangnya anak harus mampu menciptakan "aura" yang kuat sehingga anak memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi dinamika kehidupan di luar rumah. Keluarga harus mampu membudayakan sikap yang baik dan pada gilirannya akan menumbuhkan karakter yang kuat pada diri anak.

Tidak perlu muluk dan membayangkan hal yang sulit. Dengan menyontohkan dan membiasakan hal-hal kecil sejak dini, maka akan tertanam karakter yang kuat didalam diri anak. Misalnya melaksanakan sholat berjamaah bersama keluarga untuk menanamkan ketauhidan yang kuat. Membuat jadwal mengaji dan belajar setiap harinnya. Menyontohkan padanya agar membuang sampah pada tempatnya sehingga ia dapat memaknai pentingnya kebersihan. Selalu mengajarkan padanya untuk menyikat gigi pada waktu yang ditentukan agar dia mengerti menjaga kesehatan tubuh harus selalu dilakukan. Mengajaknya membantu pekerjaan yang ringan sambil bercerita dengan maksud menanamkan karakter kerjasama didalam dirinya. Membiasakan mengucapkan salam tiap kali masuk ataupun akan pergi meninggalkan rumah. Memanggil anggota keluarga dengan tutur yang seharusnya agar dia bisa menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda darinya.

Pembiasaan-pembiasaan ini, meskipun terlihat kecil namun ternyata akan menumbuhkan karakter yang besar dan kokoh didalam diri anak. Bukankah untuk memperoleh sesuatu yang besar harus dimulai dari hal yang kecil?

Wallahu a'lam bishawab

#edisimembacasekitar#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 3 Juli 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terima kasih bunda

04 Jul
Balas

Alhamdulillah, sami-sami...bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

04 Jul

Alhamdulillah, jazakillah khoir....bunda. Apa kabar ? Ditunggu lho....kelanjutan ceritanya kemarin.....hehehe. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

04 Jul
Balas

Setuju uti.. harus dimulai dari didikan keluarga dulu..

04 Jul
Balas

Terima kasih inspirasinya. Sangat bermanfaat untuk keempat anak saya.

03 Jul
Balas

Terima kasih inspirasinya. Sangat bermanfaat untuk keempat anak saya.

03 Jul
Balas

Terima kasih inspirasinya. Sangat bermanfaat untuk keempat anak saya.

03 Jul
Balas

Alhamdulillah, jika demikian bunda. Jazakillah khoir sudah mampir. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Jul

Setuju sekali Ibu. Keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya diserahkan pada sekolah, tapi justru pendidikan keluarga yang paling pertama.

03 Jul
Balas

Jazakallah khoir...pak guru. Andai saja kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah dan masyarakat dapat terjalin dengan baik, Insya Allah PPK akan dpata mencapai tujuan. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...pak guru.

04 Jul

Mantap ya Bunda

04 Jul
Balas

Alhamdulillah....jazakallah pak guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

04 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali