Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Rahasia di Balik Turun Tanah
Fakhril Muhammad Keyoza Alfarezel (7 bulan) :Belajar berdiri. (Dokpri)

Rahasia di Balik Turun Tanah

“Jangan diberdirikan begitu. Belum tujuh bulan, belum boleh berdiri. Nanti kalau sudah turun tanah.” Kalimat ini sering diucapkan Nenekku ketika anakku masih kecil-kecil dulu. Kala itu, para mahmud (mamah muda) seangkatan denganku pasti menuruti petuah orang tua tanpa banyak tanya ini dan itu.

Kini, di era yang berbeda. Mahmud-mahmud pasti akan bertanya balik jika dinasehati sedemikian. “Kenapa gak boleh...bla...bla...bla.”

Sejatinya, menjadi orang tua memang kudu pintar dan bijaksana. Harus bisa memberikan jawaban untuk pertanyaan anak-anaknya sejak usia balita, anak-anak, remaja, pun ketika mereka telah dewasa bahkan sudah pula muncul generasi baru darinya. Karenanya menjadi orang tua harus terus belajar. Long life education, katanya.

Beberapa daerah di negeri tercinta ini, memiliki tradisi upacara turun tanah yang dilaksanakan setelah bayi berusia tujuh bulan. Tradisi ini sesungguhnya menunjukkan betapa tinggi peradaban dan ilmu pengetahuan yang dimiliki nenek moyang kita.

Pastinya ada alasan mengapa di usia tujuh bulan acara turun tanah ini dilaksanakan. Kali ini kita tidak membahas tentang bagaimana prosesi acara turun tanah tersebut. Tetapi mencoba mengintip rahasia yang tersimpan di balik angka tujuh bulan itu.

Allahu Akbar, betapa maha besarnya Allah. Kita terlahir dengan keadaan tulang yang masih berupa tulang rawan. Dengan demikian betapa elastisnya tubuh kita sehingga dapat menyesuaikan dengan bentuk rahim dan jalan keluar janin.

Bersamaan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan, tulang-tulang yang semula tulang rawan mengalami proses osifikasi (penulangan) berubah menjadi tulang keras.

Hingga manusia menjadi dewasa, hanya beberapa tulang yang tidak berubah menjadi tulang rawan. Misalnya telinga, hidung atau di bagian ujung tulang yang akan membentuk persendian dengan tulang yang lain.

Di usia 7 bulan, tulang-tulang pada kaki bayi sudah kuat. Maka di usia 7-9 bulan bayi sudah bisa diajari berdiri.

Mengikuti nasehat orang tua di atas, ternyata sejalan dengan penelitian secara ilmiah. Di bawah usia tujuh bulan, tulang pada kaki bayi belum cukup kuat. Sehingga jika bayi sering diberdirikan pada usia tersebut, dikhawatirkan akan terjadi kelainan pada bentuk kaki akibat menahan beban tubuh.

Kelainan pada bentuk kaki itu karena terjadi pembengkokkan. Ada yang membengkok ke arah luar sehingga seperti hurup “O” dan ada yang ke arah dalam seperti huruf “X”.

Seterusnya, harus selalu dijaga asupan vitamin D dan kalsium yang cukup sehingga tulang dapat tumbuh dengan baik dan kuat. Kekurangan vitamin D dan kalsium membuat tulang pada anak-anak lemah. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab kelainan bentuk di atas.

Kebiasaan sikap tubuh pada anak juga harus dijaga. Karena anak dalam masa pertumbuhan, sikap tubuh yang salah bisa menyebabkan kelainan menetap pada bentuk tulang belakangnya.

Kelainan itu disebut:

1. Kifosis , dimana tulang belakang membengkok ke arah belakang (membungkuk).

2. Lordosis, dimana tulang belakang membengkok ke arah depan (membusung).

3. Skoliosis, dimana tulang belakang membengkok kearah samping kiri/kanan seperti huruf S.

Wallahu a'lam bishowab.

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 3 Pebruari 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tedhak siti menawi ten tlatah jawi. Pitutur orang tua zaman dulu banyak benarnya meskipun tak didahului dengan penjelasan ilmiah. Terkadang kita generasi zaman kini yang tak percaya dan mulai abai dengan nilai-nilai luhur dan budaya zaman dulu. Barakallah, Dik Fahril. Semoga cepat berjalan dan berlari mengejar mbah uti.

03 Feb
Balas

Pitutur orang tua zaman dulu benar adanya, karena berdasarkan pengalaman yang terjadi. Generasi zaman now menuntut semuanya harus bisa dijelaskan secara ilmiah. Jazakillah khoir, Bu Guru. Hehehe..., Mbah Uthi malah ndak bisa lari. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, nduk.

03 Feb

Iya Bunda Rai, mempertahan tradisi positif. Saat ditelaah keilmuan modern semuanya terbukti. Terus menginspirasi. Sehat, bahagia dan sukses selalu. Barakallah buat bunda Rai.

03 Feb
Balas

Tetua kita memang luar biasa. Semua mereka peroleh dari pengalaman hidup yang nyata. Belakangan, baru kita menyadari kajian ilmiahnya. Alhamdulillah kita memiliki banyak tradisi yang sarat makna. Jazakallah khoir, Pak Guru untuk apresiasinya. Salam sehat, bahagia dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Informasi yang luar biasa....

03 Feb
Balas

Alhamdulillah. Jazakallah khoir, untuk kunjungannya, Pak Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Mantaap Bunda, rahasia kenapa tak boleh yang dulu slalu jadi tanda tanya kini terjawab sudah. Terima kasih Uti cantik nan sholihah...sehat selalu , Barakallah

03 Feb
Balas

Alhamdulillah. Jazakillah khoir apresiasinya, Bu Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Subhanallah, setiap perkembangan Fahri tidak luout dari mata jeli Mbah Uthi, hingga menarik untuk dirangkai jadi tulisan indah, dibingkai ilmu biologi yang dilkolabirasi ilmu agama yang mumpuni, ciptakan rasa syukur tiada henti pada Ilahi. Gemeeeeeeeeeeeeez lihat Fahri. Mana videoanya Kak. Teruntai doa untuk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kakak diberikan kesehatan dan barakallah

03 Feb
Balas

Alhamdulillah, cucu-cucu yang mendatangkan inspirasi bagi Mbah Uthi...hehehe. Video..., untuk kalangan sendiri. Ntar kalau ada videonya, gurusianer gak sempat baca yang lain. Hanya nonton bideo Fakhril aja...hihihi. Jazakallah khoir untuk kunjungan dan doanya, Deq. Salam sehat fan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Fakhriiiiiiil.....gemez... Ulasan yang mantap Bunda Rai... Barakallah Bunda Rai...

03 Feb
Balas

Budheeeee. Budhe Rini ya, kalau manggil Fakhril suka ngagetin. Sekarang Fakhril sudah belajar berdiri, Budhe. Jazakillah khoir udah jenguk Fakhril di lapak uthi. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Budheeeeeèe.

03 Feb

Setelah 80 hari berubahlah segumpal darah itu menjadi segumpal daging. Kemudian Allah jadikan bentuk yang lain Selanjutnya Allah jadikan sebaik-baik kejadian. Barakillah mbah Uthi.

03 Feb
Balas

Subhanallah, walhamdulillah, wa laailahailallah, Allahu Akbar. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Adalah atas kehendaknya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Barakallah, Mbah Buya.

03 Feb

Informasi tentang saat yang tepat bagi buah hati untuk mulai belajar berdiri layak untuk diketahui oleh mama maupun calon mama. Demikian juga para suami dan calon bapak. Jazakallah Bunda.

03 Feb
Balas

Alhamdulillah, bisa berbagi "cerita", Pak Guru. Cerita ketika menjadi mama dan kini menjadi oma...hehehe. Jazakallah khoir untuk kunjungan Pak Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Informatif bunda. Beda-beda budaya tiap daerah yaa bunda. Kami di Sumbar acara turun mandi diadakan 7 hari setelah bayi lahir. Itu acara perkenalan pertama bayi ke sanak saudara. Kalau untuk anak belajar berdiri dan berjalan saya sepakat dengan bunda, setelah tulang-tulangnya kuat.Alhamdulillah anak-anak saya yang 5 orang pandai berjalan rata-rata di usia 10 -13 bulan. Gak di paksa, mengikuti alur perkembangan alami nya saya. Ehh jadi berpanjang-panjang saya. Selamat pagi bunda. Sehat sukses selalu

03 Feb
Balas

Oh..., ada acara turun mandi, ya Bunda. Tulis dong, Bun. Informatif lho itu. Sambil memperkenalkan budaya Sumbar sebagai khazanah kekayaan budaya negeri tercinta. Waah...jadi panjang juga ni jawabannya. Alhamdulillah, bisa berjalan di usia 10-13 bulan adalah usia yang normal. Semoga 5 mutiara Bunda sehat-sehat selalu. Menjadi generasi yang qurrota a'yun. Untuk Bunda, salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Bener bunda... kadang-kadang orang tua gak sampai kepikiran ke sana... Bangga saja kalau liat anaknya udah berdiri... padahal si anak belum kuat tulangnya. Sukses selalu bunda dan barakallah

03 Feb
Balas

Banyak juga yang begitu...hehehe. Jazakillah khoir unyuk kunjungannya, Bunda Yani. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Orang tua, paasti tidak mengenal ilmu anatomi tubuh, ilmu ortopedi dll, tapi mereka belajar dari pengalaman, yang lebih akurat dari sekedar teori, mereka juga punya kearifan lokal. pepatah : Pengalaman adalah guru terhebat. barakallah Bunda.

03 Feb
Balas

Betul...betul...betul. Pengalaman adalah guru terhebat. Jazakallah khoir, Pak Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

03 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali