Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Salahkah Aku Jika Rahasia Sebuah Keluarga Harus Terbongkar

Salahkah Aku Jika Rahasia Sebuah Keluarga Harus Terbongkar

Kulihat wajah Pak Fery yang saat itu menjabat Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan di sekolah kami, tak ramah menyambut kedatanganku di kantornya. Gelagat ini, membuat hatiku penuh tanda tanya jadinya.

“Bu, sebulan yang lalu ibu ajarkan apa pada anak-anak kelas VIII-3 ?” tanya Pak Fery padaku masih dengan mimik wajah tak ramah. Tentu aku tidak langsung menjawab pertanyaan beliau, karena aku sedang berusaha untuk tidak salah menjawab demi melihat gurat wajahnya yang sedemikian. Aku tahu, pastilah yang ditanyakan ini menyangkut hal yang serius.

Aha...RPP. Aku ingat pada senjata pamungkasku jika masuk ke dalam kelas. Aku mohon izin sejenak untuk mengambil jimatku itu di loker. Hanya butuh waktu lima menit, aku sudah berada di hadapan Pak Fery kembali.

“Sebulan yang lalu, materi pelajaran yang saya berikan di kelas itu mengenai golongan darah, Pak.” Aku menjawab dengan yakin setelah kutemukan apa yang kuinginkan dari benda bernama RPP itu.

“Itulah dia masalahnya,” dengan nada suara yang kudengar agak melemah. Benakku semakin dipenuhi tanda tanya saja jadinya. “Ayah dan Ibu Bunga siswa kelas VIII-3, semalam datang menghadap pada saya. Ibunya menangis menyesalkan kejadian yang sekarang menimpa Bunga karena pelajaran yang Ibu berikan.” Pak Fery menghentikan penjelasannya sambil memandang ke wajahku yang dipenuhi rasa terkejut bukan alang kepalang.

Aku mencoba mengingat-ingat wajah Bunga. Sepertinya, tak pernah ada masalah antara aku dengan gadis manis itu. Sejauh ini, tak sekalipun ada kesulitan ketika Bunga mengikuti pelajaran yang kuberikan.

Aku masih akan melontarkan tanya keherananku ketika ternyata Pak Fery melanjutkan penjelasannya lagi. “Pelajaran yang Ibu berikan sebulan yang lalu itu, membuat rahasia keluarga mereka terbongkar.” Ya Allah, aku semakin terlonjak kaget dengan pernyataan yang baru kudengar. Apa yang kulakukan sehingga rahasia sebuah keluarga menjadi terbongkar? Rasa bersalah dan bingung tiba-tiba saja menyergapku.

“Begini Bu, setelah pelajaran mengenai golongan darah yang Ibu berikan, diikuti pula dengan praktikum pemeriksaan golongan darah yang dilakukan oleh anak-anak, Bunga jadi mengetahui bahwa dia merupakan anak adopsi di keluarga itu.” Penjelasan yang terakhir ini, membuatku semakin jelas menangkap persoalan yang membuat wakasek ini gusar.

Akupun mulai penjelasanku setenang mungkin agar tidak terjadi salah paham lagi. “Pertama, tidak ada sedikitpun maksud di dalam hati saya untuk membongkar rahasia keluarga mereka. Lha...wong saya sendiri pun tidak tahu hal itu.” Aku berhenti sejenak sambil mengamati perubahan mimik wajah Pak Fery.

“Pada materi pelajaran itu, memang harus dijelaskan mengenai pembagian golongan darah, cara memeriksa golongan darah berikut kemungkinan penurunan golongan darah dari orang tua kepada anaknya. Sehingga setiap anak bisa mengetahui golongan darahnya dan kesesuaian golongan darahnya dengan orang tuanya. Lantas, menurut Bapak kesalahan saya dimana?” tanyaku pada Pak Fery.

Ternyata, setelah pelajaran itu Bunga mengingat-ingat golongan darah kedua orang tuanya yang berbeda dengannya. Bunga bergolongan darah A, Ibunya B, sedangkan ayahnya O. Melihat fakta ini, Bunga berusaha mencari informasi tentang dirinya. Dalam waktu sebulan, ia berhasil membongkar rahasia yang selama ini ditutupi oleh kedua orang tua angkatnya itu.

Kukatakan pada Pak Fery, bahwa apa yang terjadi sudah merupakan ketentuan Allah. Mungkin, Allah berkehendak itu adalah saat yang tepat bagi Bunga untuk mengetahui semuanya. Tugas kita untuk bisa menjelaskan pada Bunga sebaik mungkin kenapa hal ini terjadi sehingga ia mengerti dan menerima kenyataan.

Uffsss, kejadian ini sekitar lima atau enam tahun yang lalu. Aku ingat kembali ketika semalam Bu Marlupi berkisah tentang pengalamannya pada materi pelajaran golongan darah.

Sejak saat itu, jika masuk pada materi ini, aku seakan trauma. Namun, mana mungkin pula jika tidak kujelaskan. Semakin tidak mungkin rasanya aku menjelaskan teori yang salah jika ada anak yang bertanya tentang penurunan golongan darah dari orang tua ke anaknya. Waah, bisa-bisa semakin banyak ditemukan anak-anak adopsi gara-gara teori yang salah. Hhhh.

Wallahu a'lam bishowab.

#edisiguruharusbenar#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 11 Januari 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terimakasih, Ibu. Kejadian yang di luar nalar manusia pada saat Allah sudah menetapkannya. Bunga mengetahui rahasia hidupnya melalui jalan belajar IPA tentang golongan darah. Allah memiliki banyak cara untuk menyingkap tabir kehidupan seseorang. Setebal apapun akan terurai manakala Allah kehendaki dan setipis apapun takkan tersingkap manakala Allah yang tutupkan. Ayu telah lalui masa-masa sulit jelaskan terkait adopsi, dari mulai pertanyaan kecil sampai membesar. Dari perbedaan jenis rambut sampai karakter. Tidaklah mudah menjadi bagian dari "adopsi", baik dari pihak anak maupun orangtua. Bijak dan selalu berpikir positif adalah kunci utama. Allah takkan pernah mengguratkan takdir tanpa rencana, segalanya pasti indah dan baik pada waktunya, meskipun tak selalu sesuai dengan dengan keinginan kita. Barakallah, Ibu.

11 Jan
Balas

Begitulah, jika Allah sudah berkehendak. Banyak cara yang bisa Allah jadikan sebagai jalan mewujudkan kehendaknya. Betul, tidak mudah menjadi bagian dari adopsi, saya bisa melihat ini dari teman dekat yang juga mengadopsi anak. Apalagi ketika di awal anak ini dijadikan sebagai "pemancing" bagi lahirnya anak kandung yang sangat diharapkan oleh keluarga itu. Maka, ketika anak kandung sudah lahir, sang orang tua harus selalu bijak dan adil. Namun, semua cerita hidup di dunia adalah atas skenarioNYA. Semoga kita menjadi orang-orang yang ikhlas dan tawadhu' dalam menjalani cerita hidup ini. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan atensinya, Bu Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 Jan

Bismillah bun kita hanya memberikan ilmu...selanjutnya setiap yg berilmu harus bijak menerima takdir yg terjadi padanya. Sukses n sehat sll bunda

11 Jan
Balas

Setuju, Bunda. Tugas kita menjelaskan kebenaran akan suatu ilmu selanjutnya sang penerima ilmu akan menemukan takdirnya masing-masing. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan atensinya, Bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 Jan

Cerpen yang menggugah rasa, merasakan bimbangnya bunga dan trauma bu gurunya. Alhamdulillah semua dapat teratasi dengan baik. Jazakillah Bunda....Barakallah

12 Jan
Balas

Alhamdulillah, semua bisa teratasi dengan baik. Selalu ada jalan Allah untuk sampaikan kebenaran. Jazakillah khoir, Bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

12 Jan

Bijak sekali Bunda Rai, sepahit apapun suatu saat kejujuran jati diri anak toh juga harus disampaikan. Mungkin itu saat yang tepat. Semoga selalu sehat Bunda...barakallah

12 Jan
Balas

Allah maha mengetahui dan maha bijaksana atas segala sesuatu. Mungkin memang itu waktu yang direncanakan Allah untuk membuka jati diri Bunga yang sesungguhnya. Jazakillah khoir untuk kunjungannya, Bu Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

12 Jan

Salah satu manfaat golongan darah memang untuk itu. Dalam Islam, hubungan darah merupakan suatu hal yang penting dan berpengaruh banyak hal termasuk hubungan anak dan orang tua. Kejadian di atas tentu skenario untuk menjelaskan status bunga. Teruntai doa untuk kakakku tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kakak diberikan kesehatan dan barakallah

11 Jan
Balas

Allah sebaik-baik pembuat skenario. Pelajaran golongan darah menjadi bagian dari cara Allah untuk membuka rahasia status Bunga. Bukan tidak banyak orang tua angkat yang menutup-nutupi nasab yang sesungguhnya hingga nekat menjadi wali nikah bagi anaknya. Padahal ini jelas-jelas salah. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan atensinya, deqquuu. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, deq.

11 Jan

Anak adopsi di salah satu sisi harus mengetahui sebuah kejujuran siapa orang tuanya yang sesungguhnya karena nasab tidak bisa disembunyikan..Dilema anak adopsi yang masih menyisakan tanya...Ikut merasakan kegalauan Bunga Bunda Rai.. Semoga selalu sehat dan menginspirasi. Barakallah...

11 Jan
Balas

Kebenaran memang harus diungkap. Terkadang kita yang tidak siap menerima kebenaran itu. Padahal sesungguhnya semua itu sudah merupakan ketentuan dari Allah semata. Jazakilkah khoir untuk kunjungan dan atensinya, Bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 Jan

Bersyukurlah bunda... karena bunda terpilih sebagai pembuka pintu kejujuran...karena ada banyak konsekuensi yang harus dipertimbangkan ketika mengadopsi anak ... bahwa anak adopsi bukanlah mukhrim, sehingga dalam pergaulan di keluarga ada batasan..selain itu ketika pembagian waris, anak adopsi hanya berhak mendapatkan hadiah tak lebih dari 1/3... belum saat perwalian nikah ...coba kalau anak tidak tahu tambah runyam kali ya masalahnya... sukses selalu bunda.... Maaf jadi ngelantur.. hehehe

12 Jan
Balas

Nggih, Bunda. Banyak diantara kita yang lupa betapa pentingnya masalah nasab ini. Bunda tidak ngelantur, tapi hal ini benar adanya. Kebetulan saya pernah dengar orang tua angkat yang berani jadi wali nikah anak angkatnya. Sungguh benar-benar runyam. Semoga dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki, kita dapat jalani hidup ini tetap pada "rel"nya. Jazakillah khoir, Bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, Bunda syantiiqq.

12 Jan

...apa yang terjadi sudah merupakan ketentuan Allah. Kutipan yang pas untuk kejadian ini, Bunda. Sukses dan sehat selalu. Barakallah.

11 Jan
Balas

Betul, Pak Guru. Jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang dapat menghalanginya. Jazakillah khoir untuk kunjungannya, Pak Guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

11 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali