Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Senandung Hati yang Terluka (3)

Senandung Hati yang Terluka (3)

Pada episode sebelumnya diceritakan bahwa keluarga Rima mendukung keputusannya untuk berpisah dari Doni, kecuali ibu. Sebagai orang tua, ibu memiliki pemikiran sendiri.

“Rima, ibu bangga dengan dirimu yang selama ini kuat bertahan dengan segala yang kau hadapi,” ibu mulai memberi kekuatan di hati Rima. Sambil menguatkan hati putrinya, ibu pun terkenang bahwa sebelum ini Rima pernah dibawa ke psikiater disebabkan oleh tekanan yang dialaminya. Alhamdulillah Rima lulus menghadapi semua ujian itu. Bahkan sang psikiater sempat berujar, “ Banyak perempuan lain yang menjadi “sinting” dengan ujian seperti ini. Tapi , ibu ini memang kuat.” Ibu meyakini betul kekuatan putrinya. “Tetapi Rima, menurut ibu kemungkinan kekuatanmu karena kau berstatus sebagai seorang istri, itu yang membuat dirimu kuat. Jika kau berpisah dengan Doni, ibu tidak yakin kau akan kuat seperti sekarang ini.” Ibu coba menjelaskan pada Rima bahwa statusnya sebagai istri lah, yang membuat Rima kuat untuk bertahan. Tetapi jika Rima sendiri, Ibu tidak yakin akan kekuatan Rima.

Rima seperti tersentak mendengarkan nasehat ibunya. “Umur kita tidak lama-lama lagi, Rima. Suamimu Doni pun , mungkin hanya beberapa tahun lagi saja kekuatan dan kesombongannya. Ketika dia melemah mungkin dia akan dicampakan. 27 tahun kalian menikah, selama itu kau mampu menerima semua kesalahannya. Tinggal sedikit lagi Rima, bertahanlah anakku. Bagaimanapun dia ayah anak-anakmu.” Ibu seolah memberi jedah waktu bagi anaknya untuk berpikir beberapa saat dan sesaat kemudian ibu melanjutkan lagi ucapannya, “Ibu yakin, hidup kalian akan lebih menderita jika kalian berpisah. Karena meskipun bercerai merupakan hal yang dihalalkan Allah, namun Allah sangat membenci itu. Menurut Ibu, memperbaiki kesalahan dan menjaga keutuhan keluarga tetap saja merupakan langkah terbaik yang harus kalian lakukan.” Ibu kembali memberikan pertimbangan pada hati putrinya sambil menatap lekat pada wajah Rima yang cantik.

“Ibu, Rima tidak ingin dosa Rima kepada suami menjadi bertambah-tambah setiap waktu.” Rima mulai mencoba memberikan argumennya kepada ibu. “Dosa apa, Rima?” Ibu tidak mengerti,” Ibu pun mendengarkan anaknya yang dia yakin hatinya sedang tersayat-sayat. “Ibu tahu mas Doni orangnya seperti apa dan kesalahan yang dilakukannya bukan sekali dua kali ini , ibu?” Rima memelas di hadapan ibunya. “Meski demikian, Rima tidak pernah meninggalkan kewajiban Rima sebagai seorang isteri.Semua kebutuhan mas Doni selalu Rima penuhi. Dalam keadaan marah sekalipun, Rima tetap menyediakan makan dan minumnya. Tapi, pernahkah orang berpikir bagaimana perasaan di hati Rima ketika Rima harus pula memenuhi kewajiban di kamar tidur? Cinta Rima untuknya sudah hilang, ibu.” Air mata Rima mulai mengalir.

Ibu pun dapat merasakan apa yang dirasakan putrinya itu. Hati ibu mana yang tidak sakit melihat anaknya berurai air mata menceritakan ujian yang harus dijalaninya. “Selain itu, Rima harus selalu memberitahu semua yang Rima lakukan bahkan untuk menghadiri majelis ta’lim pun Rima harus mendapatkan izin darinya yang diikuti dengan kecurigaan-kecurigaan.” Rima pun mengeluarkan semua apa yang dirasakannya. “Tapi, apa yang Rima dapatkan …ibu?” Rima menodongkan pertanyaan yang tidak perlu dijawab kepada ibunya.

Meski perempuan tua nan bijaksana itu mengetahui betapa hancur hati anaknya, namun dia paham betul bahwa hal ini bagian dari skenario Allah SWT untuk menaikkan drajat anak perempuannya. Karena dia yakin tidak ada yang sia-sia bagi segala sesuatu yang diciptakan Allah. Selalu ada ibrah dan hikmah yang mengikuti semua ujian.

BERSAMBUNG.......

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 5 Juli 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hiks..jadi pengin ikut nangis..Rima yang sabar ya?

05 Jul
Balas

Jangan nangis, bunda. Do'akan ya semoga Rima kuat. Jazakillah khoir. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....bunda.

06 Jul

Luar biasa, tokoh Rima begitu kuat. Padahal perlakuan Doni, suaminya semena-mena. Dalam kehidupan nyata ada kisah keluarga seperti ini bu.

06 Jul
Balas

Rima memang luar biasa. Ini kisah nyata lho....bu. Saya pun heran koq ada kisah keluarga seperti ini dalam kehidupan nyata. Saat ini Rima sedang dalam keadaan yang terombang-ambing untuk mengambil keputusan didalam hidupnya. Do'akan Rima agar keputusan yang diambilnya merupakan keputusan yang terbaik menurut kita demikian juga menurut Allah SWT. Semoga kita semua senantiasa dalam ridhaNya. Salam sehat dan sukses selalu

06 Jul

Barakallah....bu Eko.

06 Jul

Rima istri yang tangguh! Tapi apakah Rima akan kuat menghadapi ujiannya?

05 Jul
Balas

Kita berharap demikian. Seperti nasehat dan harapan ibu, Rima harus kuat. Monggo ditunggu kalanjutannya...njih pak guru. Jazakallah khoir, sudah selalu mampir. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

06 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali