Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Siapa Bilang Memadu Cinta Tidak Pakai Logika

Siapa Bilang Memadu Cinta Tidak Pakai Logika

Siapa Bilang Memadu Cinta Tidak Pakai Logika

@Resensi

Judul Buku : Perkawinan Beda Agama di Indonesia

Penulis : Dr. Siti Ropiah, Dra., SH., M.Hum

Penerbit : Pustaka Aufa Media

Tahun terbit : 2018

Tebal buku : 245 halaman

Ada banyak bimbang muncul didalam hatiku. Buku setebal 245 halaman , sekarang ada di tanganku. Membaca judulnya saja, hatiku sudah ketar-ketir. Dalam pikiranku, ini bukan buku biasa.

Buku yang berjudul : “Perkawinan Beda Agama di Indonesia” merupakan study kritis dari fiqih, UU No. 1 tahun 1974 sampai Kompilasi Hukum Islam ditulis oleh Dr.Siti Ropiah, Dra.,SH., M.Hum.

Masalahnya, aku ingat betul “jimat” yang diberikan mas Eko Prasetyo sewaktu pelatihan SAGUSABU pada Februari lalu. “Jangan menulis sesuatu yang tidak anda kuasai/ketahui.”

Dengan basicku yang biologi, aku rada takut meresensi buku tebal ini. Apalagi pastinya aku tidak ingin cari pasal membicarakan buku yang sangat kental adonan hukumnya.

Tetapi, selalu ada magnet yang kuat untuk mengutarakan “rasa” jika membaca sebuah buku. Aku yakin rasaku tak akan salah. Toh aku bukan membahas hukum-hukum atau undang-undang yang orang hukum saja pun harus bertahun-tahun mempelajarinya. Bahkan terkadang sesama ahli hukum pun memiliki penafsiran yang berbeda akan sebuah hukum yang berlaku.

Aku hanya ingin mengungkapkan bahwa membaca pastinya mendatangkan banyak manfaat. Konon pula perintah membaca merupakan perintah dari Sang Aliimul Hakiim, yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Membaca buku ini, membuka wawasan pemikiran kita tentang fenomena yang semakin sering terjadi yaitu perkawinan beda agama. Buku ini dengan lugas menyuguhkan pada kita pandangan tiap agama yang ada di Indonesia tentang perkawinan beda agama. Sehingga akan membuat cara pandang kita akan sesuatu hukum mejadi lebih jelas dan tajam.

Tidak sekedar menyampaikan bagaimana hukumnya perkawinan beda agama, tetapi juga mendudukan esensi persoalan tentang apa sebenarnya tujuan dan hikmah perkawinan.

Dari buku ini, bisa diketahui bahwa ternyata pada dasarnya semua agama melarang perkawinan beda agama. Banyak syarat dan ketentuan yang harus dilalui jika pun terpaksa harus dilaksanakan perkawinan berbeda ini.

Sesungguhnya, Negara sudah memberikan aturan-aturan bagi warga negara untuk melaksanakan perkawinan sesuai hukum agamanya masing-masing. Namun pada kenyataannya, yang terjadi adalah perkawinan beda agama.

“Perkawinan campuran yang dilangsungkan di Indonesia harus dilakukan berdasarkan hukum perkawinan Indonesia, jadi keabsahan perkawinan tersebut harus berdasarkan hukum agama dan harus dicatat apabila kedua belah pihak, calon suami-isteri ini menganut agama yang sama tidak akan menimbulkan masalah, namun apabila berbeda agama, maka akan timbul masalah hukum antar agama.” (Siti Ropiah, Perkawinan Beda Agama di Indonesia, hal 234 )

Setelah penulis mengajak pembaca untuk menyimak berbagai jenis undang-undang mengenai perkawinan beda agama, di ujung tulisannya penulis menyimpulkan sepintar apapun manusia menyusun perundang-undangan yang berlaku, tetap saja undang-undang dan hukum Allah adalah segala-galanya.

Allah SWT memberikan akal dan pikiran kepada manusia sehingga “pantas” menjadi khalifah di bumi ini. Menggunakan akal dan pikiran yang sehat untuk memutuskan sesuatu tanpa terlepas dari hukum dan ketentuan Allah, merupakan suatu jaminan hidup bahagia di dunia hingga ke jannah.

Apalagi memutuskan masalah perkawinan yang sangat sakral. Berpegang teguh pada tali Allah dan sunnahnya merupakan jalan terbaik yang tidak bisa ditawar-tawar. Sebagaimana sabda rasulullah SAW: “Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang selama kalian berpegang teguh pada keduanya maka niscaya kalian tidak akan teresat, yaitu Kitabullah (Al Quran) dan sunnahku.” (HR.Hakim)

Maka, membaca buku ini akan menajamkan pemahaman kita terhadap sudut pandang yang abu-abu akan hukum perkawinan beda agama di Indonesia. Segeralah miliki buku ini di tengah serbuan gelombang perkawinan beda agama yang melanda Indonesia. Agar kita tidak terseret hanyut di dalamnya. Hubungi Dr. Siti Ropiah, Dra., SH., M.Hum di no WA 0878 8862 3714

Wallahu a’lam bishowab

#edisibelajarmembaca#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 3 Oktober 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Alhamdulillah buku yabg berbobot dari penulis yang berkualitas, ditambah resensi buku yang muantaaab dari Penulis dengan Hati, ibu Hajjah

04 Oct
Balas

Alhamdulillah, jazakumullah khoiron katsiro kunjungannya pak Haji. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

04 Oct

Terimakasih banyak kak, sidah sudi membaca bukuku. Barakallah, smoga Allah limpahkan kesehatsn utk kakakku tercints

04 Oct
Balas

Alhamdulillah, hanya itu. Semoga berkenan. Jazakumullah khoiron katsiro...deqquuu. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

04 Oct

Wah..selamat kepada Ibu Siti Ropiah atas lahirnya buku keduanya...semoga semakin menginspirasi para pembaca...Bunda Rai juga semoga semakin sukses dengan bukunya....Barakallah....

04 Oct
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakumullah khoiron katsiro doanya, bunda. Doa dan harapan yang sama untuk bunda Rini. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....bunda.

04 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali