Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Sulaman Takdir Terindah dari Allah (7)

Sulaman Takdir Terindah dari Allah (7)

"Besok, ba'da shubuh abi akan berangkat ke kampung, mi. Mbah kakung sakit lagi," ucap abi di sela kesibukannya memeriksa berkas-berkas yang harus segera dilaporkan. Uminya DaRa masih diam saja sambil tiduran di samping DaRa. Namun ia berpikir, apa yang bisa ia kirimkan untuk mbah kakung agar hati orang tua itu terhibur.

"Umi bikin puding buat mbah, ya bi?" umi meminta persetujuan abi walau sebenarnya tidak perlu. Toh umi yang akan mengerjakannya. Tapi, umi selalu begitu. Perempuan itu justru takut jika abi kerepotan membawanya. "Besok subuh lho mi, abi berangkatnya. Sekarang sudah malam, kapan lagi umi mau membuatnya?" abi pun mengingatkan umi agar tidak menjadi repot karenanya.

Namun umi tetap "keukeuh" membuatkan puding untuk si mbah. Baginya membahagiakan hati orang tua merupakan kewajiban bagi seorang anak. Seberapalah arti lelah untuk melakukan itu dibandingkan dengan betapa lelahnya orang tua melahirkan dan membesarkan kita.

Ditinggalkannya DaRa dan abinya di kamar untuk kemudian mulai "beraksi" di dapur untuk membuatkan puding kesukaan si mbah. Apalagi yang bisa diharapkannya kecuali kebahagiaan hati si mbah yang pasti akan menghantarkan anaknya pada keridhoan Allah SWT. Bukankah ridho Allah ada pada ridho orang tua?

Jika dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan segenap rasa cinta, tidak ada yang terasa melelahkan. Puding pun selesai dibuat, esok subuh siap dibawa untuk menjemput ridho Allah di pangkuan orang tua tercinta. Barakallah.

Seolah tersentak dari lamunan, dan berusaha menghapus kenangan yang menggambar di mata, umi memandangi puding yang baru saja selesai dibuatnya. Tapi sekarang DaRa sudah tidak ada, umi baru menyadari hal itu.

Wallahu a'lam bishawab

#edisikuatkanhati#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 6 Agustus 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali