Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Takdaul
Takdaul (Dokumen pribadi)

Takdaul

Setelah zhuhur, kuperiksa isi tudung saji di atas meja makan. Kulihat masih ada sedikit mi goreng, telur dadar, dan sambel ulek. Sisa makanan itu, tentu akan mubazir jika dibuang. Jadi kawan setan deh.

Ahaa..., kucampurkan ketiga jenis makanan tadi. Kuaduk-aduk. Aku pun mengambil tahu, wortel, kubis dan buncis dari dalam kulkas. Ketiga jenis sayuran itupun kuracik halus dan kucampurkan pada sisa makanan yang kuaduk tadi.

Kemudian kutambahkan tiga butir telur, lantas kuaduk-aduk lagi. Tak lupa garam dan merica bubuk, kububuhi pula. Empat sendok tepung terigu kucampurkan untuk penguat adonan. Taraaa....selesai sudah.

Berikutnya, kusiapkan mangkuk-mangkuk kecil dan kuolesi minyak di bagian dalamnya. Kuisi mangkuk-mangkuk itu dengan adonan tadi hingga penuh. Lantas, kukukus selama 15 menit. Kubiarkan adonan menjadi dingin, dan kukeluarkan dari mangkuknya.

Terakhir, satu butir telur kukocok lepas. Kulumuri adonan tadi dengan kocokan telur. Goreng hingga kecoklatan. Kini terhidang kudapan yummy bernama “Takdaul” alias Takjil daur ulang. Nama yang kukarang sendiri. Belum ada lho beredar di pasaran.

Selain mantaffff, kita juga terhindar dari sifat mubazir. Emak-emak memang harus piawai mendaur ulang makanan. Pasalnya, makanan yang berlebih, jika dipanasi akan merusak penampilannya. Sehingga kurang sedap dipandang apalagi dikudap. Dibuang? Ya...jangan dong. Mubazir.

“Mak..., adek bawa ini yaa,” pamit anakku minta dibawain takdaul. “Lhoo..., tapi mau buka bareng, koq....?” Ucapanku terhenti heran, sambil menyusun beberapa potong takdaul di kotak makanan untuk dibawanya. Katanya, si Ragil itu, mau buka bareng di Mall. Pastilah makanannya pilihan. Ternyata takdaul kreativitas Mamaknya, mampu menggugah seleranya. Hehehe.

“Ingat ya...Dek. Jangan lupa shalat maghribnya. Mamak lihat, kalau buka bareng anak-anak muda rentan tak shalat maghrib.” Ujarku mengingatkan.

“Iya...lho, Mak,” jawabnya sambil mencium tangan dan pipiku kanan kiri. “Eee...tunggu dulu, ntar tarawih dimana?” serbuku lagi. “Mana mesjid yang terdekat dari situ la....Mak. Pigi ya...Mak. Assalamualaikum.”

“Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.” Aku pun menyusun takdaul di piring hidang setelah kuhiasi bagian atasnya dengan cabe rawit. Hmmm.

Wallahu a’lam bishowab.

#edisihindarimubazir#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 4 Ramadhan 1440 H/ 9 Mei 2019.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Subhanallah, Kakak kreatif dan pnitar banget tentang masakan dan tak membiarkan setan ikut nyicipi makanan tersebut walau sedikit. Yah aku mah boro boro mendaur ulang, masak yang ada pun gak jadi nikmat, hehehe. Mau dong takdaulnya Kak. Itu rasanya gurih kah. Teruntai doa untuk Kakakku tercinta agar tercurah rahmat Allah srmoga Kakak diberi kesehatan dan barakallahu fiik untuk kesehatan Kakak dan barakallahu fiik

09 May
Balas

Rasanyaaa....guri-guri....yummy...hihihi. Alhamdulillah, enak lho...Deq. Ntar kalau ke Medan, ada sisa makanan, kita daur ulang jadi takdaul. Kalau gak ada, yaa...gak jadi buat. Gak jadi deh ngerasai takdauk....hehehe. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Deqquuu.

09 May

Pertama baca judulnya penasaran lho bun, hebat deh kreatif, boleh ikutan ya bund? Hehheeheh

10 May
Balas

Hehehehehe.....nama yang belum beredar di pasaran, bikin penasaran yang nyarinya dimana. Silahkan dicoba, Bunda syantiiiqqq. Pasti nikmat dan berkah. Jazakillah khoir untuk kunjungannya, Bun. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah.

10 May

Mantaaaap..... ibu yang betul betul kreatif. Sehat selalu njih bunda. Barakallah

09 May
Balas

Alhamdulillah. Aamiin ya robbal alaamiin. Jazakillah khoir, untuk kunjungannya. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Bunda.

09 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali