Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
TAMU  DARI  JEPANG

TAMU DARI JEPANG

Aku terburu-buru memasuki ruangan kantor guru karena pagi itu agak terlambat datang ke sekolah sementara hari itu aku bertugas sebagai guru piket. Sambil meletakkan tas yang kubawa di atas meja, aku melihat ada seorang Bapak yang duduk di kursi tamu dan menganggukkan kepala padaku. Segera saja aku menghampiri Bapak tersebut ,:” Ma’af Pak, ada yang bisa saya bantu?”,aku membuka percakapan diantara kami. “Oh…iya Bu, saya petugas dari Lingkungan Hidup yang ditugaskan ke sekolah ini untuk mengamati perkembangan sekolah ini sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional”,Bapak tersebut memperkenalkan dirinya padaku.Belum sempat aku bertanya lebih jauh, Pak Adi sebagai Humas di sekolah kami datang dan menjelaskan padaku agar bisa diatur waktu pengarahan kepada guru-guru mengenai lingkungan hidup yang akan disampaikan Bapak tersebut.” Berarti Bapak ini sudah ketemu dengan Pak Adi”, fikirku.

Akhirnya disepakati pengarahan dilakukan pada waktu istirahat pertama. Bapak itupun menyetujui karena dia pun masih menunggu temannya sambil melakukan pengamatan ke sekeliling sekolah. Yang sangat menarik, Bapak tersebut berpenampilan dengan gaya bicara seperti orang Jepang. Ketika ditanya masalah itu karena memang katanya dia lebih banyak ditugaskan ke Jepang untuk mempelajari masalah lingkungan hidup di sana.

Beberapa menit menjelang istirahat pertama laki-laki yang ditunggu –tunggu Bapak tersebut pun datang. Tepat waktu istirahat pertemuan pun dimulai di ruang kantor guru. Dengan gaya Jepangnya dia menjelaskan masalah lingkungan hidup yang harus diatasi. Guru-guru semakin tertarik dan hanyut dengan pembicaraannya ketika dia menjelaskan dengan melibatkan guru fisika karena yang dia bicarakan mengenai Gelombang dan Frekuensi Suara. Di ujung cerita , dia dan temannya tadi memperagakan satu alat pengusir nyamuk (serangga) yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan insektisida tetapi menggunakan gelombang dan frekuensi suara seperti yang dijelaskannya.

Guru-guru yang sudah hanyut dengan gaya Jepangnya jadi ingin memiliki alat tersebut. Lupa kalau Bapak tersebut sebagai petugas dari Departemen Lingkungan Hidup yang akan mengamati keadaan sekolah adiwiyata. Pada awalnya dia berdalih kalau alat tersebut belum banyak mereka produksi (guru-guru semakin penasaran) tetapi setelah dihitung jumlah peminat, dia menyanggupinya. Akhirnya jadilah guru-guru membeli alat tersebut dengan harga yang disepakati Rp. 200.000,. dan teman Bapak itupun sibuk menyiapkan alat dari mobilnya.

Dua minggu berlalu, guru-guru heboh membicarakan bahwa tidak ada pengaruh apapun yang ditimbulkan oleh keberadaan alat tersebut. Dan tamu dari Jepang pun sudah pergi ntah kemana. Semoga kita harus bisa lebih barhati-hati dalam menerima tamu yang tidak dikenal. Jangan hanyut dengan penampilannya saja.

Rumahku , ba’da shubuh 11 Februari 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Termakan promo dan hipnotis alat dari jepang

11 Feb
Balas

Betul sekali Bunda. Terimakasih ya Bund...udah mampir. Baarokallah...

11 Feb

terlena dengan kepiawaiannya mempromosikan alat dari jepang

11 Feb
Balas

Betul sekali Bunda. Terima kasih ya Bund...udah mampir. Baarokallah....

11 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali