Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Tradisi Munjung di Penghujung Ramadhan

Tradisi Munjung di Penghujung Ramadhan

Ba’da ashar yang cerah, bapak memanggil tukang becak langganannya untuk membawa kami ke rumah si mbah. Ini saat-saat yang paling aku suka. Pergi bersama bapak membawa rantang yang berisi makanan yang sudah dimasak oleh Mamak. Iya, bapak mengajakku “munjung” ke tempat orang tua ataupun orang yang dituakan dan dihormati. Itu selalu kami lakukan di penghujung ramadhan sebagai salah satu bentuk rasa hormat kepada orang tua. Aku merasakan bahagia dengan tradisi itu di masa kanak-kanakku 40 tahun yang lalu.

Munjung merupakan satu tradisi yang menurut pengamatanku semakin memudar. Kepraktisan menjadi salah satu alasan pudarnya tradisi ini. Keterbatasan waktu pun memperkuat ketidak praktisan sebagai alasannya. Munjung adalah tradisi mengantarkan makanan ke tempat orang tua atau orang yang dituakan sebagai pengganti orang tua kita. Biasanya makanan yang ada di rantang terdiri dari nasi, lauk pauk dan sayur kesukaan dari orang yang akan dipunjung.

Sekarang aku mengajarkan tradisi ini kepada anak-anakku. Setahun sekali memasakkan orang tua dengan menu makanan yang ia suka, kenapa tidak kita sempatkan? Bahkan seharusnya setiap saat. Karena kedua orangtuaku sudah tiada, maka aku mengalihkan punjunganku kepada kakakku. Aku ingin makna tersirat dari tradisi munjung ini untuk menghargai dan menghormati orang tua akan bisa ditangkap dan dirasakan untuk kemudian diaplikasikan oleh anak-anakku dalam kehidupannya.

Tentunya tradisi munjung bukanlah satu-satunya cara untuk mengingat jasa orang tua. Apalagi sebenarnya jasa-jasa orang tua kita tidaklah terhitung dan tidak mungkin terbalas. Tetapi tradisi ini dapat “melatih” kepekaan rasa kita bahwa kita sangat menyayangi dan peduli pada keduanya dalam menggapai mardhatillah.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, Mohon ma’af lahir dan bathin.

Taqobalallahu minna wa minkum.

#edisikuatkanhati#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 29 Ramadhan 1439 H

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tradisi saling berbagi yg baik sekali. Selamat Idul Fitri 1439 H, Bu Raihana. Mohon maaf lahir dan batin.

14 Jun
Balas

Sami-sami pak. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Taqobbalallu minna wa minkum. Mohon ma'af lahir dan bathin. Salam sehat dan sukses selalu...pak kepala sekolah. Barakallah.

14 Jun

tradisi itu juga ada di kampung saya dulu masih kecil entahlah sekarang .karena saya sekarang tidak pernah lebaran ditempat lahir ku karena kamu sudah lama pindah dari sana salam kenal nu Raihana Rasyid

14 Jun
Balas

tradisi itu juga ada di kampung saya dulu masih kecil entahlah sekarang .karena saya sekarang tidak pernah lebaran ditempat lahir ku karena kamu sudah lama pindah dari sana salam kenal nu Raihana Rasyid

14 Jun
Balas

Sepertinya tradisi ini ada hampir di seluruh daerah tanah air tercinta. Salam kenal kembali Bu Heryani Fatmah. Salam literasi dari Medan. Mohon ma'af lahir dan bathin. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

14 Jun

Munjung sekarang dibuat praktis Bu Nana, kalau dulu berupa masakan khas lebaran yang menyiapkan nya jg perlu waktu dan tenaga.. Selamat munjung ya..

14 Jun
Balas

Jazakillah khoir...bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Mohon ma'af lahir dan bathin. Taqobbalallah minna wa minkum. Barakallah.

14 Jun

Semangat berbagi dan berbakti pada orang tua, harus kita ajarkan kepada generasi muda, agar mereka bisa melanjutkan birrul walidain, selamat idul fitri juga bu Nana, mohon maaf lahir dan batin

14 Jun
Balas

Jazakallah khoir , sami-sami Pak haji, teriring ucapan taqobbal yaa kariim , semoga kita semua mencapai mardhatillah.Aamiin ya robbal alaamiin.

14 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali