Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Tugas Mengajar Boleh Purna Tetapi Tugas Belajar Sepanjang Hayat
Bu Nurul Mubina S.Pd ( Guru mata pelajaran Sejarah di SMAN 14 Medan, purna tugas tahun 2017)

Tugas Mengajar Boleh Purna Tetapi Tugas Belajar Sepanjang Hayat

Alhamdulillah, itulah satu kata paling indah yang harus senantiasa kita ucapkan dengan lidah dan kita yakini dengan hati. Semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang kebetulan dan pada setiap kejadian Allah selalu menyertakan hikmah di dalamnya. Menghitung hari-hari yang dilalui pun menjadi sangat indah dan bermanfaat ketika bisa mengisinya dengan hal yang bermanfaat.

Kemarin pagi, aku kedatangan tamu yang luar biasa yang kata-katanya “makjleb” masuk ke dalam relung-relung hatiku. Tamuku ini datang dari jauh, gak tanggung-tanggung dari india. Benar, tamuku ini dari India, tetapi leluhurnya…hehehe.

Adalah bu Nurul Mubina S.Pd, yang memiliki garis keturunan India. Tetapi soal nasionalisme jangan disangsikan, ruarrr biasa. Apalagi beliau mengajar mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 14 Medan, yang selalu menanamkan pada anak didiknya rasa “nasionalisme” yang kokoh. Saat ini , beliau sudah purna tugas sejak setahun yang lalu.

Datangnya beliau dalam rangka menjengukku. Beliau tertanya-tanya perihal kondisiku melalui tulisan-tulisan yang kubagikan. Akhirnya rasa itu membawa langkah beliau sampai ke rumahku. Bagaikan ikan berjumpa dengan air atau lebah dengan madu (hehehe…agak lebay dikit ini) pembicaraan kami cair mengalir. Klop, rasanya.

Pembicaraan inilah yang membuatku semakin semangat berliterasi . Bagaimana tidak, bu Nurul yang sudah purna tugas saja masih selalu giat membaca, untuk melatih otak dan menghindari kepikunan katanya. Masak sih aku yang sedang “ON” mengajar tidak aktif membaca? Ini satu pelajaran yang kudapat. Lantas, pelajaran apa lagi?

Pembicaraan kami pun membahas tentang rendahnya minat baca masyarakat Indonesia yang menurut penelitian UNESCO berada pada angka 0,001 yang artinya dari tiap 1000 penduduk hanya 1 yang memiliki minat baca. Waduuhhh…., padahal membaca merupakan kegiatan paling”mendasar” yang harus dimiliki oleh tiap orang apalagi sebagai guru.

Bagaimana guru bisa meningkatkan kualitasnya jika guru pun tidak memiliki minat baca? Ini pelajaran kedua yang juga sudah beliau sampaikan pada kolom komentar ketika tulisanku dibagi di fb. Komentar-komentar beliau pada tulisan-tulisanku membuktikan minat baca beliau yang selalu tinggi, bahwa beliau selalu perhatian dan peduli pada dunia pendidikan.

Pelajaran berikutnya yang paling “makjleb” adalah ketika beliau bilang: “Tugas guru adalah memanusiakan manusia.” Kalimat yang bagiku memiliki makna yang sangat dalam. Beliau mengingatkan bahwa yang kita hadapi didalam kelas adalah manusia yang akan kita manusiakan. Agak ribet juga memaknai kata-kata beliau ini. Namun dengan hati yang tenang kita akan bisa memaknainya dan insyaallah dapat kita laksanakan pula.

Memanusiakan manusia, menjadi perenungan yang dalam bagi kita para guru. Manusia merupakan mahluk ciptaan Allah SWT yang paling tinggi derajatnya. Tetapi suatu saat manusia dapat pula menjadi mahluk yang hina dan rendah derajatnya ketika manusia tersebut tidak mampu mengelola hati, pikir, rasa dan raganya.

Adalah tugas para guru untuk melakukan tugas mulia ini. Walaupun masih banyak faktor lain yang pastinya dapat mempengaruhi hal semisal peran keluarga sebagai “madrasah pertama” bagi pendidikan anak-anak kita. Jika aku merasa tertantang dengan kata-kata beliau, bagaimana dengan saudara-saudaraku? Yang sudah purna tugas saja begitu semangat, aduuh…malunya diriku.

Jazakumullah khoiron katsiro bu Nurul Mubina S.Pd, atas kunjungan dan doa serta berbagi semangat mendidik yang terus saja berkobar di dada. Apresiasi tertinggi kupersembahkan pada beliau dengan menghadiahkan “Artis di Dalam Kelas” kepadanya. Semoga Artis di Dalam Kelas bisa menemani beliau bernostalgia kembali bagaimana asyiknya melakukan “pertunjukan” didalam kelas.

Semoga ibu beserta keluarga sehat-sehat selalu, berkah rezeqynya, dimudahkan segala urusannya dan senantiasa dalam ridho Allah SWT. Aamiin ya robbal alaamiin.

Wallahu a’lam bishawab

#edisibanggajadiguru#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, 8 Agustus 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mashaallah....Smg saya bisa menjadi artis yang diiidolakan nak kanak..hehe sangat menginspirasi bund...

08 Aug
Balas

Alhamdulillah, jazakumullah khoiron katsiro...pasti bunda bisa jadi "Artis di Dalam Kelas". Semangat...bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....bunda.

08 Aug

Subhanalloh bu....saya juga mau artis di dalam kelas bu...he...he.. barokalloh...

08 Aug
Balas

Alhamdulillah, jazakumullah khoiron katsiro atensinya bunda. Oh...iya, boleh japri bunda. Kemarin, Artis di Dalam Kelas sudah nyampe Purwokerto, nemui bunda Dyahni. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah...bunda.

08 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali