Raihana Rasyid

Lahir dan menetap di Medan ,07 September 1967.Alumni IKIP Negeri Medan Jurusan Pendidikan Biologi. Tenaga pendidik di SMA Negeri 14 dan SMP BUDISATRYA Medan....

Selengkapnya
Yakinlah, Persahabatan Sejati Selalu Ada di Hati (Gurusiana ke Abu Dhabi)
Dokumen Pribadi

Yakinlah, Persahabatan Sejati Selalu Ada di Hati (Gurusiana ke Abu Dhabi)

Aku sedang bersiap-siap membalas komentar gurusianer ketika Eky (anakku) masuk ke kamar, “Mak, Bu Arfah teman mamak yang di Abu Dhabi itu datang ke Medan. Sekarang sedang menuju ke sini bersama-sama teman SMA mamak yang lain,” Eky terlihat sudah rapi akan menyambut kedatangan mereka. Terus terang, aku sangat terkejut. Lhoo…koq tiba-tiba ?

Belum 5 menit, sudah terdengar salam menandakan ada yang datang. Aku pun bergegas menemui mereka dan peluk haru tak bisa terelakkan. Tidak juga bisa menahan ketika ada butiran bening yang keluar di sudut mata. Kini di depanku ada 5 orang sahabat, Aida, Anita, Arfah, Dewi dan Nanum (Koq susunannya seperti diabsen ya…hehehe).

Kuketahui kemudian bahwa mereka mengetahui keadaanku dari pertemanan mereka dengan Eky di fb. “Payah kali lho Na menghubungimu. Untung kami berteman dengan Eky,” keluh Anita yang merupakan temanku sejak SMP. Di SMA juga sekelas lagi, hanya tidak sebangku seperti ketika di SMP.

Aku memang termasuk orang yang putus komunikasi dengan mereka Pertama karena aku tidak memiliki media sosial. Yang kedua nomor hpku pun tak ada pada mereka. Banyak teman-teman yang bilang aku menghilang.

Sesungguhnya, tidak ada maksud di dalam hatiku untuk menghilang. Namun aku juga tidak bisa mengatakan dengan indah alasan apa yang kupunya. Hanya kuyakinkan saja, persahabatan itu tetap ada di hati.

Jelas aku protes dengan pengakuan Anita, “Kita berteman lho Ta,” aku berusaha menjelaskan. “Mana ada,” sanggahnya pula. “Ya Allah, Ta. Sejak SMP kita sudah berteman,” sengaja aku menggodanya. Tawa pun pecah ketika menyadari maksud perkataanku. “Kita ini berteman di dunia nyata, meski tidak di dunia maya.”

Gegara mencari informasi tentang diriku, gurusiana pun akhirnya sampai ke Abu Dhabi. “Kucoba ketik namamu di google Na. Eh…muncul Raihana Rasyid tapi koq ada gurusiananya ya ?” Arfah pun bercerita tentang bagaimana caranya dia mengetahui keberadaanku dari Abu Dhabi sana. Maka, kukenalkan pada mereka siapa gurusiana sesungguhnya bagiku. Anita yang juga seorang guru, langsung mendaftarkan dirinya ke rumah besar para guru ini.

Berbagai kisah akhirnya memenuhi kebahagian pertemuan ini. Topik utama tentunya keingintahuan mereka tentang kabarku yang sakit. Kenangan di masa sekolah pun terulang kembali. Kami saling mengingatkan bahwa tulis menulis menjadi bagian yang mengasyikkan saat itu. Memori Dewi sempat mengingatkan kami ketika di SMA dulu aku pernah memenangkan lomba karya tulis remaja. Bahkan, apa hadiahnya pun si Dewi ingat.

Terkait kegiatan literasi, kami sepakat bahwa keseharian siswa SMA di masa kami (32 tahun yang lalu) lebih kental terasa. Dulu, surat menyurat yang terselip di dalam buku catatan, kerap terjadi. Belum lagi buku –buku mungil berwarna lembut yang berisi data pribadi dari teman-teman.

Bukan sekedar data diri, tapi juga berisi kata-kata mutiara yang tersusun indah. Ditulis dengan gaya dan karakter masing-masing. Kertas-kertas kecil pun sering berseliweran mewakili hati ketika angin perselisihan mencoba mengguncang persahabatan yang sejati. Oh…indahnya.

Kegiatan literasi semakin menjadi bergengsi dengan ditandai banyaknya perangko dari berbagai daerah atau Negara yang bisa dikoleksi. Peradaban pun bergeser, kegiatan seperti itu hampir tidak ditemui lagi saat ini. Semua sudah terwakili oleh kemajuan teknologi.

Bayangan delapan gadis remaja berpakaian adat minang lengkap, bergerak gemulai menarikan “Tarian Rantak” berkelebat di mataku. Kala itu 33 tahun yang lalu di aula Garuda Plaza Hotel Medan. Enam diantara delapan gadis itu adalah kami yang sekarang reuni tipis-tipis. Kelebatan itu mengiringi langkah 5 sahabat meninggalkan rumahku.

Jazakumullah khoiron katsiro, sahabatku. Tulisan ini kupersembahkan untuk mengenang literasi kita zaman itu. Hati ini dipenuhi bunga-bunga nan indah berseri seperti anggrek di halaman yang mengangguk anggun tertiup angin semilir.

Wallahu a’lam bishowab.

#edisisahabatsejati#

Rumahku, Menggapai Mardhatillah, Awal Desember 2018.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

indah nya tali silaturohmi ya bunda.... akhirnya bisa terjalin kembali dengan gurusiana .....masya Allah ....luar biasa .... salam kenal bunda

01 Dec
Balas

Alhamdulillah, senang sekali berkenalan dengan bunda. Betul, bunda. Silaturrohmi selalu berbunga indah. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Salam literasi dari Medan. Semoga sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

01 Dec

Persahabatan yang tak pernah lekang oleh waktu njih bun? But the way pojokan ruang yang buat foto cantik tenan secantik orang-orang yang difoto.

02 Dec
Balas

Njih, bunda. Persahabatan yang tak lekang oleh waktu. Alhamdulillah, bisa jadi fotografernya yang pinter, bunda. Jazakillah khoir untuk kunjungannya. Soal orangnya, kelima sahabat saya itu memang cantik-cantik bunda. Apalagi yang disamping saya tu, langsung dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Tapi, selain itu mereka memiliki kecantikan hati hingga menyempatkan diri bersilaturrohmi. Itulah kecantikan yang tidak tertandingi. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

02 Dec

Gurusiana mrmang oye..bisa mempertemukan kembali dengan teman yang hilang jejak...alhamdulillah ikut merasakan bahagia berjumpa saudara...sehat dab sukses Bunda Rai

02 Dec
Balas

Alhamdulillah, bu guru. Persahabatan ibarat persaudaraan. Gurusiana pun akhirnya bisa nyampe ke Abu Dhabi menghubungkan persahabatan sejati. Jazakillah khoir untuk kunjungannya bu guru. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

02 Dec

Wowwww indahnya persahabatan, dan gurusiana sbg jembatan terjalinnya kembali persahabatan itu. Sungguh hal yg amat membahagiakan terkenang masa yg tlh lewat 30 th yg lalu, indaaaah banget. Untaian doa selalu untuk kakak tercinta smoga Allah limpahkan rahmatNya agar kk diberi kesehatan dan barakallah

02 Dec
Balas

Alhamdulillah, persahabatan memang selalu indah jika bersandar lillah. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, deq.

02 Dec

Memori yang dirangkai dalam kata-kata indah membuat diri ini ikut larut di dalamnya..Semoga persahabatan indah tetap terjalin walau jarak membentang...Salam sehat dan sukses selalu...Barakallah Bunda Rai..

02 Dec
Balas

Aamiin ya robbal alaamiin. Jarak tidak menjadi penghalag untuk sebuah persahabatan. Jazakillah khoir untuk kunjungan dan doanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

02 Dec

Sang anggrek mengangguk ikut merasakan indahnya persahabatan. Semoga keberkahan senantiasa mengiringi persahabatan yang terjalin. Sehat dan berkah utk bunda dan sahabat.

02 Dec
Balas

Sang anggrek seakan mengerti indahnya persahabatan. Jazakillah khoir untuk kunjungan bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

02 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali